Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 152


Pagi hari setelah mengantar Reyhan ke depan Kayra hendak kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke kantor.


Tapi tepat di depan kamar Arsy dia berhenti kala melihat wanita itu berlari ke arah kamar mandi dengan cepat sambil menutup mulutnya hendak mutah.


Kayra masuk ke kamar mandi dan memijat pelan tengkuk Arsy.


"Tidak salah lagi" batin Kayra


"Ars are you oke?" ucap Kayra


"Hey Arsy!!" ucap Kayra panik melihat badan Arsy lemas hendak jatuh untung di tahan oleh Kayra.


"Tidak ada pilihan lain kau harus ke rumah sakit" ucap Kayra tegas.


"Tapi a..ku takut kak" lirih Arsy yang berada di dekapan Kayra


"Kau bersihkan dirimu dulu" ucap Kayra meninggalkan Arsy di kamar mandi.


"Ayo" ajak Kayra setelah melihat Arsy tampak lebih segar setelah mandi.


"Nyonya ini...


ucap Lea terhenti melihat Arsy.


"Dia ikut, ayo" ucap Kayra


"Kita ke rumah sakit" ucap Kayra tiba-tiba


"B-baik nyonya" meskipun bingung dia tetap melaksanakan perintah Kayra dia membelokkan setir mobil ke arah rumah sakit.


"Kayra" panggil dokter Ana dokter yang dulunya memberi Kayra obat penyubur kandungan sebelum mengandung Bian .


"Dokter Ana" ucap Kayra mereka pun berpelukan.


"Kenapa? kau hamil lagi" tebak Ana dengan nada pelan nya takut menyakiti hati Kayra.


Kayra tersenyum "Bukan aku. dia, tolong di periksa" ucap Kayra menoleh ke arah Arsy


Lea membulatkan matanya kala mendengar ucapan nyonya nya ia pikir mungkin Kayra yang hamil.


"Ah baiklah ayo nyonya" ucap Ana


Kayra menemani Arsy yang terlihat gugup.


"Kandungan nya normal baby nya sehat tidak ada yang perlu di khawatir kan" ucap Ana


Arsy bisa melihat bayi nya yang sedang tumbuh di layar monitor itu


"Aku benaran hamil" lirih Arsy


"Iya nyonya sudah memasuki usia 12 minggu" Ucap Ana


"Sama-sama aku akan mengambil kan vitamin nya dulu" ucap Ana


"Lea kau bayar ini semua" ucap Kayra


"Baik nyonya" ucap Lea mengikuti langkah Ana


"Siapa ayah nya Arsy?" lirih Kayra


Arsy hanya terdiam "Arsy, cepat atau lambat kakak mu pasti akan tahu tentang ini semua dan aku yakin para bodyguard yang mengikuti ku pasti sedang melapor ke dirinya kalau aku berada di rumah sakit bersama dirimu" ucap Kayra


"Aku akan meminta ayah dari bayi ku ini bertanggung jawab kak" ucap Arsy


"Syukurlah kalau begitu ayo kita pergi jangan sampai Reyhan curiga" ucap Kayra


"Kak tunggu aku lapar" Ucap Arsy


"Baiklah kau ingin makan dimana?" tanya kayra


"Restoran di samping rumah sakit keluarga Zeinard" ucap Arsy


"Oke" ucap Kayra


"Huft numpuk lagi pekerjaan hari ini" batin Lea memandang Arsy kesal.


"Arsy banyak sekali apa habis?" tanya kayra mereka sampai di restoran milik Kayra sendiri.


"Kak restoran ini milik mu?" tanya Arsy melihat logo perusahaan Kayra


"Hm, bisnis pertama ku" ucap Kayra


"Cepat kau habiskan makananmu" ucap Kayra


Kayra berdiri dan mengambil minuman kaleng di kulkas dekat kasir.


"Yang benar saja cara makan adik ipar mu itu seperti tak makan satu tahun saja" ucap Bella


"Dia hamil" ucap Kayra


"What!!" ucap Bella


"Kecilkan suaramu" Kayra memandangi Bella tajam


Bella hanya menyengir melihat Kayra.


"Kak" ucap Arsy menghampiri kayra setelah cukup lama


"Sudah selesai, ayo kita pulang" ucap Kayra


Sebelum pergi Kayra sudah membayar makanan yang di makan Arsy tadi