
"Sayang"panggil lembut Reyhan sambil mengelus kepala Kayra
"Mama Papa!"ucap Kayra dalam tidurnya
"Sayang ada apa dengan mu"Reyhan sedikit mengguncang kan tubuh Kayra
"Mama Papa!!"Teriak Kayra lalu segera bangun dari tidurnya
"Sayang" Reyhan pun segera memeluk erat tubuh Kayra yang gemetar
"Rey Mama Papa"ucap Kayra
"Shutt kau hanya bermimpi"ucap Reyhan menenangkan Kayra
"Arghh"teriak Kayra memegang kepalanya
"Sayang ada dengan mu?"panik Reyhan
"K-kepala ku sakit"ucap Kayra
"Bertahanlah kita akan pulang dan memanggil Dokter"Reyhan segera mengendong tidak Kayra ala bridal style
"Dik kau telpon Daniel dan sebelum aku sampai di mansion dia harus sudah ada di sana"perintah Reyhan. "Baik tuan".
"Sayang bertahan lah"ucap Reyhan yang hampir mengeluarkan air mata melihat Kayra yang sangat kesakitan
Diki melihat dari kaca spion di mana tuannya hampir nangis melihat nyonya Kayra yang sangat kesakitan "Aku rasa anda benar-benar jatuh dalam pesona Nyonya tuan"gumam nya
Sesampainya di mansion ternyata sudah ada Daniel yang menunggu di depan Reyhan segera membawa Kayra ke kamar mereka agar segera di tangani
"Kak ada apa dengan kakak ipar?"panik Arsy melihat Kayra di gendongan Reyhan
Tidak ada jawaban dari Reyhan karna saat ini ia sangat cemas dengan keadaan Kayra
"Nona tenanglah. Nyonya Kayra hanya kelelahan"ucap Diki pada Arsy sebelum menyusul tuannya
"Cepat periksa dia"perintah Reyhan pada Daniel setelah membaringkan Kayra di kasur
Dengan gerakan cepat Daniel pun mulai memeriksa Kayra
"Bagaimana kondisi nya?tanya Reyhan
"Nyonya hanya mengalami Cephalgia atau sakit kepala yang di akibatkan ia terlalu banyak berpikir dan kelelahan serta telat makan"Daniel menjelaskan. "Aku Yakin bahwa penyakit ini sering di rasakan oleh nyonya tapi ia hanya memendam rasa sakit itu seolah-olah tidak terjadi apa-apa padahal jika di biarkan maka penyakit nya akan menggangu kesehatan nyonya"
"Apakah ada cara menyembuhkannya secara total?ucap Reyhan
"Baiklah Diki yang akan membelikan obatnya kau keluar lah" usir Reyhan
"CK! Bos mu enggak pernah berubah Dik"ucap Daniel.
"Dia juga bos mu"balas Diki
"Kalian berdua sama saja"kesal Daniel
"Daniel kenapa Kayra ku belum sadar?
''Tuan Reyhan yang terhormat saya memberikan suntikan obat tidur supaya nyonya bisa beristirahat makanya nyonya belum sadar''.
"Aku sarankan pada mu untuk membawanya berlibur dan bukankah kalian belum berbulan madu?? Dengan kau membawanya berlibur maka itu akan sedikit membantunya dalam proses pemulihan"ucap Daniel
"Itung-itung ini adalah waktunya untuk kalian mengistirahatkan diri dengan cara berlibur sapa tau Reyhan junior bakalan comeback"ucap Daniel
"Ide yang bagus"ucap Reyhan
"Tidak ada lagi yang ingin kau katakan maka keluarlah"usir Reyhan
"Iya ya"kesal Daniel
"Bagaimana keadaan kakak ipar"tanya cemas Arsy pada Daniel yang baru keluar dari kamar Reyhan
"Nyonya baik-baik saja nona"jawab Diki
"Syukurlah"lega Arsy
"Kau Arsy kan? tebak Daniel
"Iya"
"Kamu tambah cantik Nona" ucap Daniel
"Ck! berhentilah menggoda ku". ketus Arsy
"Aku serius kamu semakin cantik". ucap Daniel
"Ishh sudah lah". risih Arsy lalu pergi dari sana
"Lihatlah jodohku Diki dia semakin cuek dengan ku tapi tak apa aku akan terus berjuang untuk menjadi kan nya milikku". semangat Daniel sedang kan Diki hanya menggelengkan kepala