Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 215


Kayra tersenyum mendengar ucapan Reyhan yang menurutnya sangat menyedihkan.


"Sayang" panggil Kayra lembut


Reyhan menoleh kebelakang dan seketika langsung menghapus air matanya.


"Kemarilah" ucap Reyhan


"Kenapa belum tidur hmm?" ucap Reyhan


"Pertanyaan itu seharusnya untuk dirimu kenapa kamu belum tidur??" ucap Kayra


"Dengar, jika ada sesuatu yang mengganjal di hatimu maka bercerita lah pada ku, jangan kau pendam sendirian" ucap Kayra menghapus sisa air mata di pipi Reyhan.


"Aku adalah pasangan hidup mu, aku istri mu, jangan pernah sungkan pada diriku Rey" ucap Kayra


Tiba-tiba Reyhan langsung memeluk Kayra dengan meneteskan air matanya.


"Entah mengapa aku sangat merindukan grandpa" ucap Reyhan dengan nada serak


Kayra tau kalau sang suami sedang menangis dia mengelus rambut Reyhan untuk menenangkan pria itu.


"Bagaimana jika besok kita mengunjungi makam grandpa"ucap Kayra


Reyhan hanya mengangguk kan Kepala menyetujui ucapan Kayra dia masih memeluk sang istri dengan erat


Kayra melihat kearah foto yang terpajang di dinding kemudian ia tersenyum memandang foto itu "Lihatlah grandpa cucu dingin mu sudah berhasil aku taklukkan" batin Kayra tersenyum.


Keesokan harinya seperti yang di katakan oleh Kayra mereka semua pergi ke makam kakek Reyhan.


Sesampainya di makam


Tampak Kayra sedang membantu Reyhan menaburkan bunga


Reyhan terlihat sedang termenung setelah selesai menaburkan bunga.


"Sayang, ayo pulang" ucap Lita pada Reyhan


Reyhan hanya menurut dengan mengangguk kan kepalanya.


"Kita ke Filla yang ada di puncak" perintah Lita pada sopirnya.


"Baik nyonya'' Jawab sang sopir


Mobil Reyhan yang di belakang mengikuti arah mobil Lita begitu juga dengan mobil Arion


Ya Kayra sengaja membuat Arion mengemudi dan Tara berada di satu mobil dengan Arion


"Arion aku" ucap Tara


Arion menatap Tara dengan wajah bingung dan bertanya-tanya.


"Ah tidak jadi" ucap Tara


"Wanita aneh" pelan Arion


"Wah indah" ucap Tara melihat Filla yang di depannya.


"Tempat yang indah grandma" ucap Kayra


"Ini tempat dimana dulu grandpa mu melamar grandma sayang" ucap Lita


"Aku sungguh penasaran dengan kisah cinta grandma" ucap Kayra


"Kau ini kepoan sekali"ucap Lita sambil tersenyum


"Nah gini kan cantik kalau senyum" ucap Kayra tersenyum


Malam harinya mereka membuat acara bakar-bakaran.


"Hey, Arion umurmu berapa sekarang??" ucap Lita di sela makannya


"29 nyonya besar" ucap Arion dengan meneguk liur nya susah karna ia tau maksud dari ucapan Lita


"29 ya, hmm, belum ada niatan mau nikah gitu?? Atau perlu grandma buat kisah Reyhan dulu terjadi lagi padamu??" ucap Lita


"Uhukkk, tidak perlu nyonya anda tidak perlu repot-repot mencarikan saya pasangan" ucap Arion


"Ngapain repot-repot grandma itu ada Tara di sampingnya" ucap Kayra


"Ah iya ya, sudah Arion sama Tara saja, Tara mau kan??" ucap Lita


Tara hanya tersenyum menanggapi ucapan Lita


"Diantara kawan-kawan mu hanya kau yang belum memiliki pasangan, lihat sekarang Diki dia sudah memiliki anak perempuan" ucap Lita


"Grandma" tegur Kayra mengingatkan


"Astaga mulutku memang suka ceplas-ceplos" batin Lita


"Arion ikut dengan ku" ucap Reyhan


"Baik tuan" ucap Arion


"Sayang mau kemana??"...


"Aku ada urusan sebentar sayang" jawab Reyhan


Arion mengikuti sang tuan sehingga berhenti di sebuah ruangan yang tak pernah di lihat oleh Arion


Reyhan membuka salah satu lemari yang ada disana dan terlihat jelas dimata Arion banyaknya senjata api dengan berbagai jenis disana