
"Sayang kamu wanita kuat kan? Kayra hiks hiks, Siapa yang melakukan semua ini!!"Teriak Reyhan frustasi
"Bunny".lirih Reyhan memandang perut Kayra
"Sayang kau anak Daddy yang kuat kan kita ke rumah sakit ya kau dan Mommy mu bertahan ya sayang kita kerumah sakit'' katanya mengendong tubuh Kayra dengan cepat
"Dokter!'' teriak Reyhan
"Selamat kan istri ku dan anak ku!!" Teriak nya lagi dengan mengendong tubuh Kayra
Para dokter dan suster berdatangan dan segera menangani Kayra
"Ya Tuhan selamat kan istriku dan calon anakku" gumam nya
2 jam lamanya ia mondar mandir dan akhirnya dokter keluar dengan membawa seorang bayi yang masih sangat kecil di tangan nya
Reyhan menatap nanar anaknya yang baru berusia 6 bulan di kandungan Kayra sekarang sudah lahir sebelum waktunya
"M-maaf Tuan anak anda terpaksa harus segera kami lahirkan dan sekali lagi saya minta maaf anak anda sudah tiada sejak dalam perut Nyonya ini pengaruh dari tusukan pisau yang sangat kuat di bagian perut Nyonya" Terang sang dokter
Kaki Reyhan seakan lemas mendengar nya dan hampir tumbang tapi dengan gerakan cepat Diki memapah tubuh Tuannya
"Biarkan aku melihat anakku" lirih nya
"Anak anda laki-laki Tuan" ucap sang Dokter
Mendengar anaknya laki-laki Reyhan seakan kehilangan harapan ketika sang anak yang kelak akan menjadi pewaris nya dan selama ini sangat ia inginkan kehadiran nya tapi sepertinya tuhan lebih menyayangi nya sehingga tuhan mengambil putranya
"Hiks" Tangis Reyhan pecah kala mengendong anaknya yang masih sangat kecil
Tubuh bayi itu sangat dingin
"Putraku kedinginan apa kalian tidak menghangatkan tubuhnya" Ucap Reyhan
Arion dan Diki tidak dapat lagi menahan tangis mereka sehingga air mata mengalir di pipi mereka
"Sayang maafkan Daddy karna telah lalai menjaga mu dengan Mom mu nak, Bunny pergilah dengan tenang dan Daddy janji Bunny akan bertemu lagi dengan Dad dan Mom bila waktunya sudah tiba" Isak Reyhan
"Siapkan pemakaman Putra ku" Lirih Reyhan
"Baik Tuan" Ucap Diki
"Bisakah aku melihat istri ku?"
"Nyonya sekarang sedang koma Tuan" Ucap Dokter
Reyhan seakan tuli dan terus melangkah masuk ke dalam ruangan Kayra dengan mengendong anak mereka
"Kay lihat anak kita laki-laki tapi sayang nya kita tidak bisa membesarkan Nya bersama-sama" Lirih Reyhan
"Apa yang akan aku katakan padamu jika anak kita sudah tiada, hiks"
"Maaf kan ke lalaian ku"
"Apa kau tidak mau bangun dan mengucapkan selamat tinggal pada baby kita?"
Cup dikecup nya singkat kening kayra dan berlalu pergi dengan mengendong Bunny
"Hentikan mobilnya disini aku akan menggendong anakku dengan berjalan kaki menuju arah rumah nya sekarang" Ucap Reyhan
"Baik Tuan" ucap Diki memberhentikan mobil di depan tanah yang di belinya khusus untuk tempat pemakaman Putra Tuannya
Tanah yang ia beli begitu luas dan Reyhan yang berjalan kaki dengan jarak yang tak terlalu jauh dari jalan tapi Diki tetap khawatir Tuan nya akan lelah
Para bodyguard sudah berbaris untuk menghormati meninggal nya putra dari sang big bos
Terlihat disitu sudah ada Rosa, Ailee dan Arsy yang melamun dan menatap ke dalam liang lahat yang akan di tempati oleh bunny
Mereka semua menyaksikan secara langsung proses penguburan bunny dengan tangisan yang tak henti
"Mom bagaimana jika keponakan ku kedinginan disana? bahkan tadi dia tidak di selimuti dan hanya berlapis kain putih saja dan berbaring di tanah apakah dia nyaman berbaring disana!" ungkapan Arsy justru membuat semua orang tersedu-sedu menangis
Bersambung
hehehe sorry author jarang up karna author lagi persiapan untuk pendaftaran sekolah author jadi tolong dimaklumi ya😁