
"Maybe" ucap Kayra
"Nyonya tuan hen..
Ucapan Lea di potong oleh Kayra dengan cepat
"Berhenti membahas pria itu Lea jangan membuat mood ku rusak"Dingin Kayra
"T..tapi nyonya ia ingin ke si...
Brak
pintu ruangan Kayra di buka dari luar dengan agak keras
"T..tuan jaga sopan santun anda" ucap Lea
Kayra sudah mencoba untuk meredam kan emosi nya dengan melihat ke arah Reyhan
tangannya terkepal kuat
"Ada apa?" tanya Reyhan dia merasa ada yang aneh dengan raut wajah kayra yang mendadak tidak mood
"Nona kayra saya tidak terima anda memperlakukan saya seperti ini" teriak tuan Hendrik
"Jaga batasan anda tuan Hendrik" ucap satpam yang berjaga di depan ruangan Kayra
"Pria gila" pelan Kayra yang dapat di dengar oleh Reyhan
"Ada apa ini" ucap Bella baru datang kaget melihat ruangan Kayra yang ramai orang
"Ada apa" tanyanya pada Lea
Lea hanya menampilkan wajah lesu nya dan Bella mengerti bahwa ada sesuatu yang tidak baik-baik saja
Lalu dia mendekat kearah Kayra yang tampak santai saja dan asik bermain ponsel
Dia berdiri di samping kayra dan di lihatnya ternyata Kayra sedang video call
"Ah so sweet" batin Bella
"Saya tidak terima ini semua" Teriak Hendrik memberontak
Kayra yang kehabisan kesabaran mengebrak meja nya dengan kasar wajah nya sangat menyeramkan
"Lepaskan" ucap Hendrik
"Lebih baik anda pergi tuan" ucap Lea
"Berani kau mengusirku hah" ucap Hendrik mengangkat tangan nya
Tangan nya melayang di udara dan ternyata Kayra yang menahan tangan itu dan mencengkram nya dengan kuat
Dengan gerakan cepat Kayra melintir tangan itu dan menendang punggung pria itu dan tersungkur ke lantai
Diki dan Arion yang sejak tadi ikut menonton aksi itu dengan serius
"Sekali lagi anda mengganggu saya maka akan saya pastikan perusahaan anda gulung tikar sekarang juga" geram Kayra
"Pergi dari sini!" ucap Kayra setengah berteriak
Dengan terburu-buru Hendrik lari keluar dari ruangan Kayra karna takut mendengar ancaman Kayra
"Beres kan ke kacauwan ini" titah Kayra
"Baik nyonya" ucap Lea
Lalu Kayra kembali ke tempat duduknya
Bella dengan cepat mengganti arah kamera tadi ke belakang
Reyhan tersenyum tipis melihat Kayra yang menurutnya beda dari wanita lainnya
"Sudah aku tutup dulu telpon nya sampai jumpa i love you" ucap Kayra
"I love you too" ucap Reyhan tersenyum dan telpon pun berakhir
Diki dan Arion menjadi saksi ke romantisan Kayra dan Reyhan
"Rasanya aku ingin menikah" batin Arion
"Bucin" batin Diki
Karin yang merasa bahwa siksaan nya berakhir ternyata salah
Tiba-tiba ruangan itu kembali gelap dan siksaan nya berlanjut
Teriakan demi teriakan terdengar nyaring di ruangan itu jika orang lain yang mendengar nya maka mereka akan bergidik ngeri
Tidak ada yang bisa menyangka bahwa gedung yang terlihat indah dari luar ternyata dalam nya sangat mengerikan
Wajah Karin sangat memprihatinkan dengan tubuh yang berdarah
Lalu Reyhan mendekat ke arah Karin dan mencengkram kuat dagu Karin
"Ini baru permulaan. sakit yang kau rasakan itu tak sebanding dengan sakit yang Kayra alami waktu itu dan meninggal nya putra ku!" tekan Reyhan
Lalu di lepaskan nya dengan kasar dagu itu dan dia beranjak pergi dari sana dan di iringi Diki
Arion tentu dia tetap berada di markas dan lanjut menyiksa Karin.
Bersambung