
Arion yang notabene nya seorang pembalap tentu hal ini menjadi urusan yang mudah bagi dirinya.
Dia melihat ada cela di tikungan tajam.
Melihat itu Arion menyeringai lalu menambah kecepatan mobilnya dan membanting setirnya dengan menarik rem tangan bagai di drama film mobil Arion seakan slowmo dengan memutari mobil Elfano sehingga mobilnya berhasil menghadang mobil milik Elfano.
Dion kaget dengan aksi Arion dengan cepat ia menarik pedal rem nya. mobil mereka dan anak buahnya telah di gepung oleh mobil anak buah Arion.
Arion keluar dari mobilnya dan di iringi oleh anak buahnya. kebetulan mereka sedang berada di jalan sepi jadi tidak menganggu para pengendara.
"Apa mau mu?" ucap Dion
"Tentu saja balas dendam" ucap Arion santai dan membuka kaca mata hitam nya.
Arion memberi perintah pada anak buahnya melalui isyarat mata untuk menyerang anak buah Elfano.
Terjadilah pertarungan disana dengan keadaan yang tak seimbang karna jumlah anak buah Arion lebih banyak di bandingkan jumlah anak buah Elfano.
Dion marah melihat anak buahnya satu persatu tumbang karna ulah anak buah Arion.
Arion yang melihat itu menyunggingkan senyumnya anak buahnya berhasil melumpuhkan anak buah Dion dalam waktu yang singkat.tak sia-sia ia melatih anak buah nya dengan keras.
Dion yang emosi menyerang Arion dengan brutal. Arion yang sedang memperhatikan anak buahnya tidak sadar kalau Dion sedang menuju ke arahnya.
Arion semula kaget dengan Dion yang menyerang nya tapi dengan cepat ia menghindar dari pukulan Dion dan membalas pukulan itu dengan keras.
Terjadilah pertengkaran yang sangat sengit antara Dion dan Arion.
Menurut Arion Dion adalah lawan yang pas untuk dirinya yang seorang petarung.
Dia sedikit kesusahan untuk melumpuhkan Dion biasanya dia dengan mudah melumpuhkan lawan musuhnya tapi ini pengecualian untuk Dion.
Meskipun sedikit susah akhirnya Arion berhasil melumpuhkan Dion.
"Hentikan!!" suara bariton itu terdengar nyaring.
Arion yang hendak memukul kepala Dion walau sudah tumbang terhenti.
"Tolong anda tegaskan kepada anak buah anda untuk tidak menyerang menggunakan senjata disaat lawannya tak membawa senjata. Cihh pengecut!" ucap Arion tersenyum miring dan berlalu masuk ke mobilnya dan pergi.
"Mereka memang berbahaya" batik Dion menatap satu-persatu mobil anak buah Reyhan pergi
"Lumayan juga Dion. wajahmu sedikit membiru" ucap Mark yang duduk di samping Arion yang sedang mengemudi.
"Tapi sungguh dia membuat diriku tertantang untuk terus melawannya kau tau kan selama ini aku mendapatkan musuh yang kemampuannya jauh di bawah ku" ucap Arion
"Arogan sekali" kesal Mark
"Hahaha" Arion tertawa melihat ekspresi kesal Mark
lalu ia memasang earphone nya yang khusus di buat oleh Reyhan untuk para anak buahnya. Earphone ini langsung terhubung ke seluruh anak buah Reyhan yang bedanya untuk ketiga asisten Reyhan earphone mereka berwarna biru tua sedangkan para bodyguard berwarna hitam dengan sedikit warna kuning di tengah-tengah earphone berbentuk bulat.
Untuk para bodyguard mereka di larang untuk melepaskan earphone itu ketika masih jam mereka bekerja.
"Kalian kembali lah ke markas nanti setelah urusan ku selesai aku kesana" ucap Arion di earphone
"Baik tuan" ucap para bodyguard nya di balik earphone itu.
"Oh ya malam ini pengujian hasil latihan kalian kan?" ucap Arion yang membuat para bodyguard nya pucat.
"Persiapan diri kalian nanti malam" ucap Arion lagi bukan hanya bodyguard yang ikut bersamanya yang bisa mendengar ucapan nya tapi seluruh bodyguard yang berada di markas, di mansion atau di perusahaan dapat mendengar ucapan Arion.
Mereka di buat pucat dengan ucapan Arion karna mereka sangat mengenali Arion yang sangat tegas jika menyangkut hal bela diri.
"Baik tuan" ucap mereka serempak tak banyak dari mereka yang mengumpat dalam hati karna perkataan Arion tadi yang membuat mereka pucat pasih.