
"Ada apa Nyonya?" tanya Arion gugup
"Dimana Reyhan?" ucap Kayra langsung
"Tuan di luar negeri Nyonya" ucap Arion menunduk
"Angkat kepala mu Arion yang berbicara itu aku bukan sepatu ku" kesal kayra
"M-maaf Nyonya" ucap Arion semakin gugup keringat pun membasahi dahinya
"Kau berbohong" ucap Kayra selidik
"Saya tidak berbohong Nyonya" elak Arion
"Benarkah? tapi jika kau tidak berbohong kenapa kau terlihat gelisah?" tanya kayra mencoba menyudutkan Arion
"Nyonya berkedok detektif " batin Arion
"jawab ucapan ku? tekan Kayra
"Tuan benar ada di luar negeri Nyonya" ucap Arion
"lalu kenapa kau disini?"
"Saya di tugas kan untuk menjaga perusahaan disini"...
"Owhh, benarkah? ucap Kayra
"Iya Nyonya"
"Tapi tak seperti biasanya kau tidak ikut?" ucap Kayra
"Haduhh gini ni kalau punya Nyonya yang cerdik" batin Arion bingung harus menjawab ucapan Kayra dengan apa lagi
"JAWAB! sentak Kayra yang membuat Arion terkejut
"Kau tak mau mengaku ya? baiklah?" ucap Kayra lalu hitungan detik pun sebuah tendangan melayang ke arah perut Arion dengan sangat keras nya. Arion terpental akibat tendangan maut dari Kayra.
Lea yang melihat nya pun menutup kan matanya tidak mau melihat ke kejaman seorang Kayra
melihat aksi yang di lakukan Kayra semua orang pun mengumpuli mereka.
dengan Cepat Lea menyuruh anak buahnya untuk mengusir mereka semua dan menyuruh menghapus video yang mereka rekam ketika Kayra menendang Arion
"Sekarang apa kau masih tidak mau mengaku mantan asisten ku?" ucap Kayra dengan nada menakutkan ia bahkan sekarang sudah seperti seorang psycopath dengan tersenyum licik
"Uhuk" Arion terbatuk-batuk
"Baiklah saya akan mengaku?" ucap Arion pasrah "Masa bodoh lah Tuan yang akan marah nanti yang penting sekarang aku selamat dari singa betina ini" batin Arion
"Tuan selama ini ada di negara ini Tuan tinggal di villa dan bekerja seperti biasa nya di kantor, Nyonya" ucap Arion sambil memegang perutnya yang sangat sakit
Kayra termenung mendengar tuturan Arion.
"Kenapa kau menghindari ku" lirih Kayra
"Kalian bawa Arion ke rumah sakit" perintah Kayra pada anak buahnya lalu pergi dan diikuti Lea
Sebelum pergi Lea sempat berkata. "Maafkan perbuatan Nyonya Ar dia hanya terbawa emosi" ucap Lea
"Tidak apa-apa kok, aku mengerti" ucap Arion dengan tersenyum
"Anak buah kami akan mengantar mu ke rumah sakit jadi ikutlah dengan mereka" ucap Lea lalu pergi menyusul Kayra
"Semakin cantik saja dia" gumam Arion menatap Lea
"Nyonya sekarang apa yang akan kita lakukan?" ucap Lea masuk ke mobil duduk di samping kemudi
Sambil mengamati mimik wajah kayra di kaca spion Lea menunggu jawaban Nyonya nya itu
"Hahhh, untuk sekarang biarkan dulu" ucap Kayra menghela nafas
''Jalan pak" perintah Lea
mereka pun berjalan menuju hotel, di ruangan nya Kayra hanya melamun yang membuat Lea cemas
"Nyonya makan siang anda sudah dingin" ucap Lea
"Aku tidak lapar" ucap Kayra fokus pada laptop nya kembali bekerja sehingga lupa waktu
"Nyonya sekarang sudah pukul 11:00 lebih baik anda pulang dan beristirahat" ucap Lea karna penyakit Nyonya dulu kambuh yang di mana ia akan lupa waktu ketika bekerja
"Biarkan saja aku lembur juga tidak ada yang mencemaskan ku" dingin Kayra
"Tapi kesehatan anda lebih penting Nyonya" ucap Lea
"Kau itu cerewet sekali" tajam kayra
"Maaf Nyonya saya hanya tidak mau anda sakit" ucap Lea menundukkan kepala
"Baiklah aku pulang tapi bukan ke mansion tapi ke apartemen ku" ucap Kayra lalu menarik jas nya dan memakainya lalu pergi disusul Lea
"Malam ini kau boleh menginap di apartemen ku" ucap Kayra
"Baik Nyonya" ucap Lea