
"Kenapa kau terus mengikuti ku?" aneh Kayra
"Tidak ada" jawab Reyhan singkat membuat Kayra kesal.
"Reyhan!!" kesal kayra
"Apa sayang" ucap Reyhan
"Kau menyebalkan" ucap Kayra
"Jangan marah-marah hmm?" ucap Reyhan memeluk Kayra dari belakang dan mengelus perut Kayra
Kayra sedikit di buat rileks oleh perlakuan Reyhan itu.
"Tenang lah jangan emosi itu tak baik untuk baby kita sayang" ucap Reyhan
Kayra memejamkan matanya sebentar dan membalikkan badannya lalu memeluk Reyhan.
"Emosi ku akhir-akhir ini tak baik Rey" lirih Kayra
"Aku ada di samping mu" ucap Reyhan
"Pulang ya" ucap Reyhan dan Kayra hanya mengangguk
Mereka pergi dari perusahaan menuju mansion disela tugasnya yang menumpuk Reyhan menyempatkan diri untuk mengantar sang istri.
"Rey, stop" teriak Kayra
Sehingga Diki mengerem ngejut dan Reyhan dengan spontan menahan badan Kayra agar tak terhuyung ke depan.
"Hati-hati!" dengan sorot mata tajamnya menatap Diki
Diki meneguk salivanya susah payah.
"Are you oke?" khawatir Reyhan
"Always" ucap Kayra
"Rey" ucap Kayra dengan imut.
"Apa sayang?"
"Kau mau kan?" ucap Kayra.
"Mau? Apa sayang" bingung Reyhan
"Kau mau tidak?" ucap Kayra tak sabaran
"Iya, kau ingin aku melakukan apa sayang" sabar Reyhan
"Mau tidak!!" kesal kayra
"Iya aku mau!" ucap Reyhan
"Sekarang kau foto dengan pedagang itu" Tunjuk Kayra pada pedagang kaki lima itu dengan semangat.
"Iya, aku ingin kau berfoto dengan orang itu" ucap Kayra
"Kayra kau ingin mempermalukan ku! Aku tidak mau apa kata orang nanti!" tolak Reyhan
"Rey ayolah aku ngidam lohhh" ucap Kayra
"No, Kayra ini pasti hanya akal-akalan mu saja" ucap Reyhan
"Serius aku serius Reyhan"..
"Tidak,jalankan mobil nya dik" ucap Reyhan
"Berani kau menjalankan nya habis kau" ucap Kayra dengan mata tajamnya
Diki tak berani menjalankan mobil
"Sebenarnya disini tuan mu itu siapa Diki!" kesal Reyhan karna Diki lebih patuh pada Kayra.
"Maaf tuan aku masih sayang nyawa" batin Diki
"Rey, kau benar tidak mau? ini keinginan baby kita, ya kan sayang" ucap Kayra mengelus perutnya
"Baiklah jika kau tak mau maka aku tidak akan pulang bersama mu, aku pergi saja" ucap Kayra dengan mengambil ancang-ancang untuk membuka pintu mobil...
Reyhan menahan tangan nya.
Seperti yang ia duga kalau Reyhan akan menuruti keinginannya.
"Baiklah, oke. Tunggu disini" ucap Reyhan
Reyhan keluar dari mobil bersama dengan Diki menuju pedagang itu.
Reyhan dengan menurunkan harga dirinya menuruti keinginan Kayra yang tak masuk akal menurut nya.
Reyhan menahan malu kala dilihat oleh pejalan kaki dia yang sedang berfoto
"Dia Tuan Reyhan kan?" bisik para wanita
"Omaygat dia tampan sekali" bisik-bisik para wanita
"Seperti nya tuan muda twins kecil kali ini berbeda dengan kakak mereka tuan muda Bian" ucap Diki menahan tawanya ketika wajah tegang Reyhan berfoto bersama pedagang itu.
Setelah berfoto Reyhan langsung melangkah pergi sedangkan Diki memberikan beberapa lembar uang kepada pedagang itu.
Brak Reyhan menutup pintu dengan sedikit keras.
Kayra tak memperdulikan itu dia langsung merebut ponsel di tangan Reyhan tanpa memperdulikan wajah masam Reyhan.
"Lihatlah Sayang Daddy kalian bisa bersosialisasi juga kan" ucap Kayra
"Wajahmu kenapa? Ohhh kau tak bersungguh-sungguh untuk menuruti keinginan ku... Ini hanya hal kecil Reyhan aku hanya meminta mu untuk berfoto" ucap Kayra