
selesai makan Reyhan beserta dua rubah berangkat menuju kantor menggunakan satu mobil
di perjalanan biasanya mereka berdua akan selalu biasa saja melihat tuannya diam saja seperti patung tapi kali ini beda entah mengapa melihat Reyhan yang diam saja membuat ketakutan sendiri di dalam diri mereka
bahkan suasana sekarang sangat dingin tidak ada yang berani membuka pembicaraan
"kalau saja nyonya ada disini"harap Arion dalam hati karna yang bisa mencairkan suasana hanya Kayra dan yang bisa menenangkan Reyhan cuma kayra.
lalu Arion memberi isyarat pada Diki untuk mencairkan suasana dengan berbicara pada tuannya lebih dulu.
"tuan"ucap Diki terpotong
"jangan kalian pikir aku sudah melupakan ke jadian tadi"tukas Reyhan dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet di tangannya
mendengar ucapan dari tuannya yang begitu menakutkan membuat nyali keduanya menciut dan tidak ada yang berani lagi untuk berbicara terlebih dahulu.
sesampainya di kantor bahkan Reyhan pun tak memperdulikan kedua asisten nya itu dan terus berjalan menuju ruangan nya
bugh, Arion menabrak pintu lift dengan sangat keras karna sebelum mereka masuk Reyhan sudah menutup lift nya dan berbicara
"lewat tangga darurat 10 menit sudah ada diruangan ku"ucap santai Reyhan sebelum menutup pintunya
bagaikan disambar petir di siang hari mendengar tuturan Reyhan membuat mereka terkejut ingin protes pun tidak bisa karna tuannya ini di posisi yang masih marah pada mereka.
"nasib nasib"lesuh Diki
"Dik, yang benar saja kita ke atas menggunakan tangga darurat 10 menit lagi"ucap tidak percaya Arion yang membayangkan dirinya menaiki tangga yang sangat banyak itu apalagi ruangan Reyhan di lantai 35.
"sudahlah jangan banyak mengoceh waktu terus berjalan"ucap Diki lalu segera menaiki satu persatu tangan darurat dengan cepat yang diiringi oleh Arion di belakangnya
"tuan, hosh hosh"panggil keduanya dengan nafas yang memburu
"sudah lewat 6 menit aku bilang dalam waktu 10 menit sudah ada disini!"ucap Reyhan sambil melihat ke arah jam tangan nya
"mana bisa datang kesini melalui tangga darurat dalam waktu 10 menit"umpat Arion dalam hati
"baik tuan"ucap keduanya menahan sebal
"dan ya aku masih belum memaafkan kalian"ucap Reyhan
"sungguh pendendam sekali tuan ku ini"ucap Arion dalam hati
"setelah sekian lama aku tidak menginjakkan kaki ku di perusahaan ini dan akhirnya aku masuk lagi, tapi apa yang ku dapat? baru hari pertama masuk sudah disuruh naik tangga darurat dan nanti apa lagi yang akan tuan suruh."curhat Arion pada Diki setelah mereka keluar dari ruangan Reyhan
"sudah jangan cerewet. cepat kembali keruangan mu"usir Diki dan ia pun berlalu menuju ruangan nya
"benar kata orang-orang kalau Diki dan tuan sebelas dua belas sama-sama pendiam and dingin"ucap Arion
"aku masih bisa mendengarkan ocehan mu itu Ar"ucap Diki sebelum masuk ke ruangan nya
"etdahh, padahal jaraknya dan aku jauh tapi ia bisa mendengar omongan ku, benar-benar Diki ajaib"ucap Arion terheran-heran
skipp
"tuan"panggil Kayra
"kau sudah datang kemari lah"ucap Reyhan menepuk pahanya meminta Kayra duduk di pahanya
Kayra yang tak mau mengambil pusing pun memilih mendekat dan duduk di paha Reyhan
"apakah anda mau makan sekarang"tanya lembut Kayra
"sebentar lagi aku mau istirahat dulu sebentar"ucap Reyhan menyandarkan kepalanya di bahu Kayra dengan memeluk erat pinggang rampingnya
"tapi makanan nya akan dingin Rey"ucap Kayra, "eh salah-salah tuan maksudnya hehehe"ucap takut-takut Kayra
"apa yang kau katakan tadi, coba ulangi"ucap Reyhan yang tiba-tiba semangat dan mengangkat kepalanya dari bahu Kayra
lalu ia pun membalikkan posisi tubuh Kayra menghadap dirinya lalu memeluk erat pinggangnya. Kayra yang terkejut karna Reyhan yang tiba-tiba membalikkan badannya dengan secepat kilat menetralkan lagi dirinya.