Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
Bab 155


"Ayo" ajak Kayra pada Reyhan dia hari ini memutuskan untuk ikut mobil Reyhan toh juga searah.


"Baiklah" ucap Reyhan berdiri lalu meletakkan korannya.


Di dalam mobil keduanya fokus pada laptop masing-masing.


Hening. tidak ada obrolan.


Diki sesekali melihat kearah belakang melalui kaca spion


Reyhan sempat melihat gelagat Diki yang aneh.


Diki memberi isyarat pada Tuan nya untuk mengatakan sesuatu tapi dia memandang ke arah Kayra dan ia urungkan niat itu. "Aku bilang nanti saja lah" ucap Diki bergumam


"Apa yang ingin kau katakan" ucap Reyhan setelah mengantar Kayra.


"Tuan muda wilston ingin menemui anda tuan dia sudah berada di perusahaan"jelas Diki


"Lalu?


"Ada sesuatu yang penting yang ingin ia bicarakan pada anda" ucap Diki


"Aku sibuk" singkat Reyhan.


"Tapi tuan dia sudah jauh datang dari...


Ucap Diki terhenti ketika melihat tatapan tajam dari Reyhan yang bisa ia lihat di kaca spion


"baik tuan saya akan menghubungi asisten nya bahwa anda sibuk hari ini" ucap Diki cepat.


Reyhan kembali fokus dengan laptop di tangannya.


Di kantor nya tampak Kayra sangat sibuk dengan di hadapkan banyaknya berkas di meja nya.


"Saya sudah memeriksa ini dengan detail nyonya anda tinggal tandatangani saja" ucap Lea.


"Nanti jam 10 ada meeting dengan para staff kantor nyonya" ucap Lea


"Hari ini kita juga akan mendiskusikan masalah penambahan interior untuk hotel nyonya" terang Lea.


"Baik" jawab Kayra


"Saya permisi kembali keruang nyonya" ucap Lea dengan sedikit membungkuk kan tubuhnya.


Ting


Suara notifikasi di ponselnya mengalihkan atensi nya yang sedang menatap laptop.


"Aku akan membunuh keluarga mu" isi pesan itu


Pasalnya bukan sekali dua kali lagi orang ini mengirimi nya pesan seperti ini. hal ini membuat Kayra cemas sebelumnya ia santai-santai saja karna menganggap pesan ini dari orang iseng.


"Seperti nya aku harus memberi tahu Reyhan" gumam kayra


"Shhh, kepala ku rasanya mau pecah" kata Kayra memijat keningnya.


"Siapa sebenarnya orang ini? perasaan aku tidak pernah mempunyai musuh bebuyutan? hanya musuh biasa karna bisnis." ucap kayra


Dia menghela nafas panjang dan menyenderkan tubuhnya di kursi dan menatap langit-langit ruangan nya.


Kenapa rasanya masalah yang datang padanya tak berhenti.


"Apa yang telah aku perbuat di masa lalu sehingga aku mendapatkan cobaan seberat ini" batin Kayra.


......................


Malam hari


Kayra memutuskan menyusul Reyhan ke ruang kerjanya karna tak kunjung kembali ke kamar.


Kebetulan disana sedang ada Arion dan Diki tampak sedang serius berbicara dengan Reyhan.


"Rey" Kayra menerobos masuk tanpa melihat ada siapa saja di ruangan itu.


Pembicaraan mereka terhenti kala Kayra masuk.


Kayra menoleh sekilas ke arah Arion dan Diki dan kembali menatap sang suami "Aku ingin berbicara" nadanya terdengar serius keluar dari mulut Kayra


Reyhan mengerti dan menyuruh kedua asisten nya untuk menunggu dulu di luar.


"Ada apa?" tanya Reyhan duduk di sofa dan di ikuti Kayra


"Lihatlah ini" ucap Kayra menunjukkan pesan chat di ponselnya.


Reyhan hanya santai melihat nya


"Kenapa? apa yang salah dari pesan chat ini" ucap nya dengan santai


"Kau masih bisa santai setelah melihat pesan itu! aku bahkan tak bisa tenang memikirkan hal ini kau tahu itu" heran Kayra dengan sikap tanang Reyhan.


"Bukan sekali aku mendapatkan pesan ini Rey , SERING!" ucap Kayra menekankan diakhir katanya


"Aku hampir gila setiap hari mendapatkan pesan itu" ucap Kayra


Entah dia tak mengerti jalan pikir pria ini kenapa selalu tenang.


"Aku takut kehilanganmu Rey, hanya itu" ucap Kayra lirih