Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 48


"ini ini apa?"tunjuk nya ke leher Kayra dan bela kembali menggoda sambil menaikkan kedua alisnya


"ishh, sudah lah jangan bertanya lagi"ucap Kayra dengan wajah yang memerah


"eh memerah wajah nya ah."ucap bela menahan ngakak


"bel" rengek Kayra


"okey okey aku akan berhenti menggodamu tapi dengan satu syarat"ucap bela


"apa itu"bigung Kayra dengan alis yang mengkerut


"kau harus mentraktir ku hari ini"ucap bela


"sudah kuduga. oke baiklah"ucap Kayra


"yes, ayo"ucap bela menarik tangan Kayra


"Kay kau suruh saja bodyguard mu itu menjauh aku tidak nyaman jika mereka terus mengikuti kita. lagian kita juga akan belanja pakaian apakah mereka juga harus ikut, bagaimana jika kita membeli pakaian dalam jika mereka terus ikut itu akan sangat memalukan bagiku"ucap bela


"kalian pergilah dan awasi saja aku dari jauh aku akan berbelanja berdua bersama temanku" perintah Kayra pada bodyguard nya


"tapi nyonya tuan Reyhan telah memerintahkan kami untuk-


belum sempat mendengar kan ucapan bodyguard nya Kayra sudah lebih dulu memotong nya.... "iya aku tau tapi aku merasa tidak nyaman jika kalian terus mengikuti ku. kumohon awasi saja aku dari jauh. potong Kayra


"baiklah nyonya kami akan mengawasi anda dari jauh"ucap bodyguard


"good, ucap Kayra


"ayo. kita kemana dulu? tanya kayra dengan menggandeng tangan bela


"gimana kalau ke toko pakaian"ucap bela


"boleh juga"ucap Kayra


lalu mereka pun menghabiskan waktu 3 jam lamanya mengelilingi mall itu hingga akhirnya mereka pun kelelahan dan memilih keluar dari mall itu dan berjalan ke taman kota


"astaga aku benar-benar lelah"ucap bela duduk di kursi dan diikuti oleh Kayra


"mana tidak lelah kau berbelanja sangat lama. lain kali aku tidak mau lagi berbelanja bersama mu"ucap Kayra


"terserahmu lah"ucap Kayra pasrah karna tidak akan pernah menang kalau adu mulut dengan bela


"hehehe"ucap bela cengengesan


"eh ada gulali aku mau beli itu dulu"ucap Kayra beranjak


"tunggu aku juga mau"ucap bela mengejar Kayra


"pak gulali nya dua ya",ucap Kayra


"baik tunggu ya kak"ucap penjual


"terimakasih"ucap Kayra lalu mengambil gulali nya dan membayar nya


tes, tanpa permisi air mata Kayra mengalir begitu saja


"eh Kay ada apa kok nangis?"panik bela


dengan cepat Kayra menghapus air matanya di pipinya lalu menjawab bela


"aku hanya teringat pada papa ku ketika makan gulali ini"ucap Kayra membayangkan masa kecilnya dulu


mendengar penuturan Kayra entah mengapa membuat permen yang ada di mulut bela terasa hambar.


"aku yakin kok sekarang papa sedang melihat mu di surga yang memakan gulali dengan belepotan"ucap bela mencoba menghibur Kayra


"dimana"jawab cepat Kayra


"sini"ucap bela membersihkan noda permen di pinggir bibir Kayra


"sudah jangan sedih jika kau sedih papa pasti sedih juga disana. masa temannya bela nangis, cengeng ah"ucap bela kembali bercanda


"iya ya"ucap Kayra tersenyum dan mereka pun tertawa


ya bela adalah sahabat nya dari kecil semenjak Kayra menginjakkan kakinya di sekolah menengah atas kedua orang tua Kayra sudah meninggal. setiap kali Kayra sedih beginilah cara bela untuk menghiburnya dengan membuat Kayra kembali tertawa.


"nah kan kalau tertawa seperti ini kan enak"ucap bela


"sampai kapanpun selagi aku masih hidup takkan ku biarkan air matamu terbuang sia sia" ucap bela dalam hati memandang kayra