Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 119


"Apa yang terjadi" Tanya lembut Reyhan dengan masih memeluk Kayra


"Arsy bilang jika aku terus mengabaikan mu maka k-kamu akan meninggalkan ku" lirihnya


Di pandang nya dengan tajam sang adik setelah mendengar penjelasan dari istrinya


"Hihihi" Arsy hanya dapat menyengir untuk menutupi ke gugupan nya


"Aku tidak akan meninggalkan mu" ucap Reyhan lalu mengendong Kayra ala bridal style


Dan membawa sang istri ke kamar


"Kak Diki bagaimana menurutmu apa aku salah? tanya Arsy


"ku rasa tidak nona" tanggap Diki


Setelah mendudukkan sang istri di tepian kasur dia pun berjongkok sambil menggenggam tangan itu


dikecup nya singkat jari lembut itu "Aku bahagia kamu sudah sembuh sayang"


"Maafkan aku yang selama ini mengabaikan mu" kata pelan Kayra


"hm, yang terpenting sekarang kamu sudah sembuh itu sudah cukup bagi ku" ucap Reyhan tersenyum


"Terimakasih" ucap Kayra lalu memeluk Reyhan dengan erat. "Karna kamu sudah mau merawat ku selama ini" lirih Kayra tepat di samping telinga Reyhan dengan air mata yang mengalir


"Sudah menjadi kewajiban ku untuk selalu menjaga mu, yang penting sekarang kamu sudah bisa berdamai dari masa lalu" ucap Reyhan


"Hm, aku mencintaimu" ucap pelan Kayra


"Aku mencintaimu" ucap Reyhan


kriuk kriuk kriuk bunyi perut Kayra dia pun sadar dengan suara itu dan dengan gerakan cepat melepaskan pelukan dan menahan malu yang luar biasa.


"Sepertinya ada yang lapar?" ucap Reyhan berpura-pura


"Jangan mengejek ku" rengek Kayra


"Hahaha, baiklah kamu mau makan apa?"


"Apa saja tapi aku mau makan di kamar saja. boleh?"


"Tentu saja" ucap Reyhan dengan mengelus kepala Kayra sayang


Di ambil nya ponsel di dalam saku dan menghubungi pak lan


"Pak antar kan makanan ke kamar kami makan di kamar" ucap Reyhan


"Baik tuan" jawab pak lan


"Sayang kamu tidak mandi dulu?." tanya Reyhan


"Tidak perut ku lapar jadi, aku ingin makan dulu" ucap Kayra


"Kita mandi bersama" ucap Reyhan


"hei!" keget Kayra dan dia hanya pasrah


"Rey hanya mandi?" tekan kayra


"hmm, aku tidak mau kamu kelelahan" ucap Reyhan menyabuni tubuh Kayra


Setelah selesai mandi mereka segera makan apalagi Kayra dia makan dengan lahapnya


"Rey" panggil Kayra


"Hmm," ucap Reyhan


"Bolehkah besok aku menemui b-baby k-kita" lirih Kayra dengan menahan air mata


Gerakan tangan Reyhan yang sedang makan terhenti dan memandang Kayra


"Kamu yakin? aku takut kamu tidak kuat sayang untuk melihat nya" ucap Reyhan


"Aku kuat dan aku yakin aku ingin menemui anak kita" yakin Kayra


"Baiklah besok kita menjenguk nya" ucap Reyhan tersenyum


pagi harinya seperti kata Reyhan mereka akan menjenguk anak mereka


Kayra terus memandang ke arah luar jendela dengan tatapan kosong nya


"Kamu tunggu disini aku beli bunga dulu" ucap Reyhan memberhentikan mobil


Kayra hanya menoleh ke arah Reyhan dan tidak menjawab


"Kita berangkat?" tanya Reyhan setelah selesai membeli bunga sambil memakai seatbelt


"hm, iya" ucap Kayra


Sesampainya di tempat pemakaman terlihat ada 2 orang bodyguard yang berjaga di pemakaman


Dengan memandang pemakaman itu dengan nanar Kayra berusaha untuk tegar


"Hei sayang apa kabar" ucap Reyhan dengan menaburkan bunga sedang kan Kayra masih berdiri dengan memandangi kuburan anaknya


"Kay, kemarilah" panggil Reyhan


Dengan langkah gemetar Kayra mendekat ke arah Reyhan


"Bian Kayreys Zeinard" lirih Kayra mengusap nisan itu


"Hay sayang" sapa Kayra dengan ikut menaburkan bunga mawar di kuburan sang anak