Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 179


"Kau lebih baik dalam hal memasak di bandingkan aku" ucap Kayra


Reyhan hanya tersenyum mendengar nya.


Kaca mata yang di pakai Reyhan menambah kesan seksi di mata Kayra.


"Begini saja dia sangat tampan" gumam kayra yang masih bisa di dengar oleh Reyhan


"Aku tau itu" jawab Reyhan dengan pede


"Hah? apa?" ucap Kayra


"Tampan? aku tau kalau aku tampan" ucap Reyhan


"Ya, ya, ya tuan Reyhan kau memang sangat tampan" ucap Kayra


Bagai seorang chef handal Reyhan memasak dengan begitu lincahnya.


Setelah sekian lama menunggu akhirnya masakan itu selesai dan ia membersihkan barang-barang yang ia pakai memasak tadi, sehingga dapur kembali bersih.


Sebelum itu Reyhan menyempatkan untuk membuat susu hamil untuk Kayra.


Dia menurun kan Kayra dari atas meja dan membawa nampan berisi makanan di tangan nya ke arah meja makan dan Kayra setia mengikuti langkah Reyhan.


"Pelan-pelan sayang tidak ada yang akan mengambil makanan mu" tegur Reyhan dengan membuka minuman kaleng nya lalu meminumnya.


"Ini enak sekali Rey" ucap Kayra dengan pipi mengembung


"Habiskan kalau begitu" ucap Reyhan mengelus kepala Kayra


"Tak kusangka selain seorang big bos kau juga pandai memasak" ucap Kayra


"Aku serba bisa sayang" ucap Reyhan


"Ya, aku sangat beruntung karena memiliki suami seperti mu" ucap Kayra dengan mengangguk-anggukkan kepalanya


"Kau tidak mau?" tawar Kayra


"Tidak mau makan saja" ucap Reyhan


"Baguslah jadi aku tak perlu berbagi padamu"ucap Kayra


Tak..


Reyhan menyentil kening Kayra


"Jangan mengajarkan anak kita untuk pelit Kayra" ucap Reyhan


"Aduh, iya iya maaf. aku hanya lapar" ucap Kayra dengan mimik sedihnya


"Huftt, makanlah sayang habiskan" ucap Reyhan


"Hoam aku ngantuk, kita tidur ya" ucap Kayra


"Baiklah ayo" ucap Reyhan


"Gendong" manja Kayra


Reyhan suka dengan Kayra yang manja padanya.


Reyhan mengendong Kayra ala bridal style menuju kamar.


Sesampainya dikamar Reyhan membaringkan tubuh Kayra dengan perlahan di kasur dia melepasi kaca matanya dan tidur di samping kayra.


Kayra masuk ke dalam dekapan Reyhan mencari kehangatan disana.


Mereka tidur dengan saling berpelukan.


Pagi hari...


"Ingat jangan pergi kemana-mana tanpa izin pada ku" pesan Reyhan sebelum ia berangkat ke kantor


"Iya" jawab Kayra


"Jaga dirimu dan jangan kelelahan" ucap Reyhan


"Iya sayang" jawab Kayra tersenyum


"Aku pergi dulu" ucap Reyhan mencium kening Kayra dan mengelus perut Kayra.


Setelah dirasa mobil Reyhan sudah jauh dari mansion Kayra segera masuk ke dalam.


"Nyonya anda perlu sesuatu?" tanya Mira


"Aku ingin menyelesaikan pekerjaan kantor ku di taman Mira" ucap Kayra


"Baik nyonya akan saya siapkan keperluan anda" jawab Mira meninggalkan Kayra di ruang tengah.


Kayra naik ke kamar untuk mengambil berkas yang akan ia selesaikan.


Reyhan tak mengizinkan nya bekerja selama hamil dia hanya mengizinkan Kayra untuk bekerja dari rumah.


Dia bekerja di taman dengan secangkir susu dan biskuit di atas mejanya.


Kayra tampak serius bekerja dengan Mira yang berdiri di samping nya dan bodyguard yang berada di belakang kayra.


"Tidak bisakah kalian melihat ku dari jauh, aku risih kalau seperti ini" ucap Kayra tanpa menghentikan aksinya yang sedang mengetik di keyboard


Mira memerintahkan kepada bodyguard untuk mengawasi dari kejauhan.