
"Dik cari tau apa Kayra sudah ada di mansion"ucap Reyhan tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas di tangannya
"pak lan bilang nyonya belum pulang tuan. dan nyonya mengirimi ku pesan bahwa ia pergi ke acara yang di adakan malam ini dengan nona yuna"
"APA! kenapa ia tidak memberi tahu ku?"
"nyonya sudah berkali kali menghubungi anda tapi nomor anda tidak aktif"ucap Diki dan Reyhan pun langsung mengecek ponselnya dan benar banyak panggilan tak terjawab oleh Kayra dan bahkan ada panggilan telepon yang tidak terjawab beberapa menit yang lalu
"Dik cepat hubungi Arion. tanyakan di mana Kayra"ucap Reyhan cemas lalu segera menyambar jas nya dan memakainya lalu segera pergi dengan di iringi oleh Diki
"tuan Arion bilang saat ini iya sedang membelikan sesuatu yang di pinta oleh nona Yuna sehingga saat ini ia tidak bersama dengan nona kayra"ucap Diki
"aku yakin wanita licik itu merencanakan sesuatu. kau hubungi bodyguard dan kepung hotel itu dan jangan biarkan seseorang pun keluar dari hotel itu"ucap Reyhan marah
"baik tuan"
"harusnya kau sudah kembali Kay" gumam Reyhan cemas karna hari sudah pukul 11 pasti acara itu sudah selesai
kedatangan seorang big bos di hotel itu membuat semua orang ricuh apalagi Reyhan yang datang dengan banyaknya bodyguard dibelakang nya serta asisten nya Diki juga ada orang-orang membicarakan Reyhan yang tumben-tumbennya datang ke acara seperti ini. Sampai-sampai pemilik hotel itu menghampiri Reyhan
"tuan sungguh sangat beruntung saya hingga seorang big bos kesini. ada apa anda datang ke hotel saya yang kecil ini"ucap pemilik hotel
"dimana nona Yuna"ucap Reyhan dingin yang membuat semua orang terkejut mendengarnya seorang Reyhan mencari wanita?
Yuna yang merasa dirinya di sebut kepercayaan diri nya pun meningkat setelah Reyhan menyebut namanya lalu semua orang pun menatap nya
dengan gaya sombongnya Yuna mendekat pada Reyhan
"ada apa anda mencari saya tuan Reyhan"ucap Yuna
"dimana Kayra?"senyuman yang terlukis di wajah Yuna kini pudar setelah mendengar nama Kayra disebut
"saya tidak tau"cuek Yuna
"selagi aku masih berbicara baik-baik padamu. katakan padaku di mana Kayra" ucap Reyhan meninggikan suaranya
melihat Yuna yang terdiam membuat emosi Reyhan di ujung ubun-ubun
"Dik geledah hotel ini"ucap Reyhan
"baik tuan"ucap Diki lalu segera memberikan kode pada bodyguard nya untuk mengikuti nya
"jika Kayra tidak ada disini dan itu perbuatan mu. akan aku pastikan kau mendapatkan bayaran yang setimpal"ucap Reyhan dingin
"awas jika sesuatu terjadi pada Kayra ku pastikan kau hanya tinggal nama"ucap Reyhan yang tidak main-main
segera ia bersama pengawalnya pergi dari hotel
dimana kau kay, gumam Reyhan cemas menatap jalanan luar
"sial! kenapa nomor nya tidak aktif" emosi Reyhan melempar ponselnya yang sangat mahal itu
Diki yang kasihan melihat tuannya yang sepertinya sangat khawatir tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang perempuan yang sedang berlari tanpa menggunakan alas kaki
"tunggu' tuan melihat dari bentuk tubuhnya seperti nya itu nyonya"ucap Diki
"berhenti kan mobilnya"ucap Reyhan dan langsung turun dari mobil dan berlari mengejar wanita yang sedang berlari itu dan disusul oleh Diki
hingga pada akhirnya Reyhan mendapatkan tangan orang itu dan segera menariknya
"Kay"ucap Reyhan gemetar melihat kondisi Kayra yang sangat acak-acakan
"t-tuan, t-tolong aku"ucap Kayra lemah
melihat itu pun segera Reyhan menggendong tubuh mungil Kayra ala bridal style dan membawa nya ke mobil
"cepat bawa mobilnya. kalian tidak lihat kondisi istriku!"bentak Reyhan dengan Kayra yang masih berada dalam gendongannya
"tuan tolong aku ini sangat menyiksahh"ucap Kayra dengan sedikit desa**n
"iya sabar kita akan ke rumah sakit, sabar ya"ucap Reyhan lembut
"ini sangat menyiksa tuan tubuhku sangat panas hikss"Isak Kayra
sial apa Kayra diberi obat pera**sang!
"tuan bantu aku menghilang kan panas ini"rengek Kayra disertai Isak tangisnya
"Dik kita pulang ke mansion. tambah kecepatan nya!"ucap Reyhan
mendengar itu Diki mengerti bahwa kini nyonya nya dibawah pengaruh obat
bersambung