
"Apa kau bilang! heh, seperti nya kau bosan hidup ya? Dik kirim Daniel ke negara termiskin di dunia" Perintah Reyhan memandang tajam
"T-tuan bukan maksud ku untuk...
Ucapan nya tercekat dan menelan salivanya dengan susah
"Dengar kan aku Daniel apa pun yang terjadi aku tidak akan pernah mau memasukkan Kayra ke rumah sakit jiwa dan ya jika kau sudah bosan bekerja maka buatlah surat pengunduran diri mu dan keluar dari rumah sakit ku"..
Setelah mengucapkan itu Reyhan pergi menyusul Kayra yang sudah berada di mobil hari ini Kayra sudah di izinkan untuk pulang
"Sayang maaf kan aku membuat mu menunggu lama" Ucap Reyhan
"Kau menginginkan sesuatu?" Tanya Reyhan
Tidak ada jawaban dari kayra.
"Jalan" ucap Reyhan pada sopir nya
di lain sisi
"Dik kau tidak akan benar-benar kan menuruti perintah tuan tadi untuk mengirim ku ke negara termiskin?
"Tergantung diri mu jika kau membuat masalah lagi dengan mulut lebay mu itu aku benar-benar aman melempar mu dari negara ini" Ancam Diki
Lalu pergi dari sana untuk menyusul tuan nya dan tersisa Arion dan Daniel lagi
"Dia sama saja dengan tuan suka mengancam dan menindas orang sesuka hati" Ucap Daniel
"Hm, kau benar Diki tidak jauh beda dari tuan sama-sama menyeramkan ketika marah" Ucap Arion
"Ya kau benar" Balas Daniel
"Maaf tuan Arion dari pada anda bergosip disini lebih baik menyusul tuan Diki" Ucap salah satu bodyguard yang setia dengan Reyhan dan patuh pada Ucapan Reyhan
"Ck, kau merusak suasana" Ucap Arion berdecak kesal lalu pergi
"Heh Arion tolong bantu aku untuk menyakinkan Diki agar tidak mengirim ku" Teriak Daniel
"Sebesar apa kau bisa membayar ku?" Ucap Arion teriak sambil berjalan
Arion yang sifatnya Casanova pun tertarik dengan tawaran Daniel "Oke deal" Ucap Arion
"Menyakinkan Arion adalah hal yang mudah" Ucap nya penuh bahagia
Mansion Reyhan...
Disaat berjalan menuju kamar utama pandangan Kayra tertuju pada kamar yang sudah disiapkan untuk sang anak tepat di samping kamarnya
ia berhenti sejenak dan membuang pandangannya ke arah lain tak sanggup melihat kamar yang ia hias dengan Reyhan
Reyhan yang mengerti arah tatapan Kayra langsung membawa Kayra pergi dari sana dan menuju kamar utama
"tuan ini bubur nya" Ucap Diki membawa bubur ke kamar Reyhan
"Dimana pak lan?" bingung Reyhan kenapa Diki yang mengantarkan makanan
"Saya tadi mau menemui anda membahas sesuatu dan kebetulan pak lan ingin mengantarkan bubur anda jadi lebih baik saya saja yang membawakan nya"
"kita bahas nanti di ruangan ku" ucap Reyhan
"Baik tuan saya permisi"
"Sayang makan ya" ucap Reyhan duduk di depan Kayra
tidak ada penolakan dari Kayra Dia terus menerima suapan yang di berikan Reyhan
selesai makan Reyhan memandikan Kayra
Seperti sekarang ini ia sedang mengeringkan rambut istrinya Reyhan sangat sabar menghadapi Kayra
Dilihatnya bibir mungil itu tampak mengering entah dorongan dari mana Reyhan ******* bibir itu cukup lama dan melepaskannya ketika dirasa Kayra habis nafas
"Sorry aku tidak bisa menahannya" Katanya mengelap bibir itu yang basah menggunakan jarinya dengan tersenyum
"Sayang psikologi mu sudah sampai" bisik Reyhan
"Aku merindukanmu Kayra aku harap kamu cepat sembuh semua orang menunggu kesembuhan mu" bisik nya tepat di telinga Kayra