
"Baiklah Nyonya-Nyonya saya permisi ada pekerjaan yang harus saya selesaikan"ucap Kayra. "Oh ya Nyonya Rosa saya izin pulang lebih dulu kalau anda merasa saya tidak sopan maka pecat saja saya"...ucap Kayra tersenyum lalu menundukkan sedikit tubuhnya dan pergi dan di ikuti oleh Lea serta para bodyguard
"Sungguh idaman"ucap teman Rosa
"Sial awas saja kau Kayra"geram Karin dalam hati
"Kita mau kemana nona?tanya Lea
"Antar kan aku ke apartemen ku"ucap Kayra menatap jalanan
"baiklah"ucap Lea
"Kita ke apartemen nona kayra"ucap Lea pada sopir
"Baik nona"
......................
"Tuan"panggil Diki tergesa-gesa
Reyhan yang sedang membaca berkas di tangannya menghentikan aktivitas nya dan menatap Diki bingung "Ada apa??".
"Nyonya Nyonya"Diki tergagap
"Ada apa dengan Kayra? bicara yang jelas"panik Reyhan membentak Diki
"Nyonya muda di bawa oleh Nyonya besar tuan"ucap Diki menundukkan kepalanya.
"Mommy? kemana?"ucap Reyhan
"Ke sebuah acara teman-temannya Nyonya Besar". jawab Diki. "Tuan, ini rekaman yang terjadi di sana"Diki pun menyodorkan handphone nya pada Reyhan
"Sial berani sekali dia ingin menyentuh Kayra ku"geram Reyhan melihat Karin yang hendak menampar Kayra untungnya tamparan itu di tepis oleh Kayra.
"Mom aku tidak percaya kalau kau berencana mempermalukan istriku dengan memberinya pakaian seperti itu". ucap Reyhan dalam hati menggepalkan tangannya
"Aku memang sudah yakin kalau Kayra ku bisa mengatasi wanita itu." Reyhan tersenyum melihat bagaimana Kayra mengatasi Karin dan Mommy nya
"Nyonya bahkan membeli butik yang terkenal di negeri ini tuan dengan harga yang tidak main-main. Nyonya membelinya karna di remehkan oleh Nyonya besar dan Karin"ucap Diki
"kita biarkan untuk beberapa waktu dan kita ikuti permainan mereka dan aku ingin melihat bagaimana Kayra ku melawan wanita itu"ucap Reyhan tersenyum miring
"B-baiklah".Diki merinding melihat senyum di wajah Reyhan yang menurutnya sangat menakutkan
"Dimana Kayra sekarang?"
"Menurut bodyguard yang ada disana Nyonya pergi bersama Lea dan bodyguard yang di bawa oleh Lea tuan"ucap Diki
"Lacak keberadaan Kayra sekarang"ucap Reyhan lalu beranjak dari tempat duduknya
Setelah berada di mobil Reyhan masih tidak tenang karna terus memikirkan istri nya itu
"Tuan nyonya ada di apartemennya"ucap Diki.
"Kita kesana"ucap Reyhan
"Jalan pak"perintah Diki
Reyhan terus saja gelisah memikirkan keadaan Kayra
Di lain sisi tepatnya di apartemen Kayra Seorang wanita sedang duduk melamun di sofa. Sekilas kenangan tentang kejadian tadi memutar di kepalanya. "Ahkk!!"Teriak Kayra meluapkan emosi nya
"Arhhgg". Erangan Kayra sambil memegang kepalanya yang terasa sangat sakit lalu ia pun segera membaringkan tubuhnya di kasur nya
Tak memakan waktu lama Kayra sudah terlelap dengan kondisi menahan sakit di kepala nya.
Sesampainya di depan apartemen Kayra Reyhan dan Diki pun masuk. "Kau mintalah kunci cadangan apartemen Kayra"perintah Reyhan pada Diki
"Baik tuan"ucap Diki lalu menuju ke arah resepsionis sedang kan Reyhan terus melangkah dan menuju apartemen Kayra
Cklek knop pintu di buka dari luar kemudian Reyhan pun segera memasukkan dirinya ke apartemen Kayra di ikuti oleh Diki lalu mereka pun naik ke lantai dua tepatnya kamar Kayra dan reyhan pun membuka pintu kamar Kayra yang sangat gelap.
"Kenapa gelap sekali"ucap Reyhan lalu segera menyalakan lampu
mereka berdua terkejut melihat Kayra yang meringkuk di atas kasur