
"Ahkk! darah segar mengalir di lengan pria bayaran itu
"bukankah tangan ini yang berusaha menyentuh tubuh ISTRIKU!"tekan Reyhan
Srek Sret Reyhan kembali menyayat lengan pria itu dan darah segar pun mengalir dengan begitu derasnya
"akhh! tolong hentikan lebih baik bunuh saja aku jangan siksa aku seperti ini!"teriak pria itu
lelah mendengar kan ocehan dari pria itu Reyhan melayangkan bogeman mentah ke pipi pria itu sampai mengeluarkan darah
uhuk, pria bayaranpun terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah segar dari mulut nya akibat bogeman mentah dari Reyhan tadi
"tolong bunuh saja aku"mohon pria bayaran
"baiklah kali ini aku akan mengabulkan permintaan mu itu."ucap Reyhan lalu mengeluarkan pistol di pinggang nya dan mengarahkannya tepat di kening pria itu
"apakah ada yang ingin kau sampaikan sebelum menuju kematian mu?"ucap Reyhan penuh tekanan
"seperti nya tidak ada"Reyhan menyeringai lalu menarik pelatuknya dan melepaskannya
DOR hanya satu peluru yang di layangkan Reyhan ke kening pria bayaran itu pun dan langsung mengakhiri nyawanya.
setelah melihat pria itu mati Reyhan pun menatap ke arah Yuna yang diam seperti patung dengan melamun seperti orang tidak punya semangat hidup.
karna melihat Reyhan yang membunuh pria bayarannya dengan sangat kejam dan mengerikan membuat Yuna diam mematung
"kenapa kau diam? dimana nyalimu itu?" tanya Reyhan duduk di kursi nya
"dimana nyalimu itu yang menjebak Kayra tanpa merasa bersalah sedikitpun dan berniat ingin melecehkan nya bersama pria bayaran mu itu?
"aku melakukan semua ini karna aku mencintaimu Rey"ucap Yuna
"Cinta? kau mencintaiku?. Wah, seorang Yuna bisa mencintai orang seperti ku. orang yang selalu kau ejek dan hina dulu waktu masih SMP dan sekarang kau bilang mencintai ku?"ucap Reyhan tersenyum remeh
"ingat! Yuna dulu kau selalu menghinaku bahkan disaat aku menyatakan rasa suka ku padamu kau bahkan menghinaku dengan mempermalukan ku di depan orang banyak. APA KAU LUPA! bentak Reyhan emosi
mendengar ucapan Reyhan membuat Yuna tertegun
"jadi kau- ucap Yuna gemetaran
"ya ini aku pria sampah, bukankah kau selalu memanggil ku dengan panggilan itu nona Yuna Zevanka"
mendengar itu Yuna sangat terkejut bahwa pria yang ia cintai ini adalah pria yang selalu ia bully di masa sekolah dulu.
karna dulu semasa SMP penampilan Reyhan bukanlah seperti anak orang kaya pada umumnya ia lebih memilih berpakaian sederhana yang penting nyaman padahal ia adalah anak dari orang terkaya di negara ini.
melihat penampilan Reyhan yang sangat jauh dari kata mewah Yuna beserta Genk nya membully Reyhan. kenapa Reyhan tidak melawan saat di bully? karna tenaganya kalah banyak dengan Genk Yuna
sehingga Waktu SMA Reyhan lebih memilih untuk sekolah di luar negeri ikut dengan grandma nya.
dan dari masalah yang ia hadapi ketika ia berada di negaranya kini Reyhan mengerti bahwa dengan penampilan sempurna dan dengan pakaian mewah maka kita akan di hargai oleh orang lain dan setelah sampai di negara grandma nya Reyhan mengubah semua penampilan nya dan cara berpakaiannya juga ia rubah yang sebelumnya sangat sederhana menjadi yang sangat mewah.
wajar saja jika Yuna tidak mengenali Reyhan sekarang karna penampilan nya sudah 100% berbeda dari dulu.
sekilas kenangan tentang dimana dirinya dulu membully bahkan menghina Reyhan muncul di kepalanya
"apakah sekarang kau sudah ingat?"