Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 174


"Dia adalah hidupku jika ia tiada lebih dulu dibandingkan aku itu sama saja membunuh ku secara perlahan" ucap Kayra


"Hiks" Isak Arion memandang arah lain tak sanggup melihat keadaan tuan dan nyonya nya.


Dia ingin sekali menolong sang tuan tapi apalah daya nya sekarang ia sedang di ikat.


"Maka bunuhlah aku" ucap Kayra pasrah.


"Kau!!!...kau!!...kau!!" teriak jack lalu ia memukul kepala Kayra menggunakan ujung pistol nya sehingga kepala Kayra kembali mengeluarkan darah.


"Tenang saja aku juga akan membunuhmu sayang" ucap Jack lalu menghampiri Reyhan meninggalkan Kayra di atas altar.


"Untuk sementara itu aku akan membunuh suami mu ini terlebih dahulu" ucap Jack


"Tidak, jangan" lirih Kayra


"Jangan menyentuh tuan kami bajingan" teriak Diki


"Diam kalian semua! jangan lupa kalian lah yang telah menghancurkan markas ku dan telah mengacaukan semua rencana ku" tekan Jack


"Bunuhlah aku tidak takut" ucap Reyhan tersenyum miring


Walau dalam keadaan yang sekarat kesombongan nya tidak lah berkurang!


"Baiklah ucapkan selamat tinggal pada dunia" ucap Jack


Kayra dengan langkah cepat melumpuhkan anak buah Jack yang tengah menahannya lalu merebut pistol yang berada di tangan lawannya.


Tanpa menunggu lama lagi Kayra menarik pelatuk itu dan menembakkannya tepat di jantung Jack.


Kayra terdiam dengan memegang pistol itu di tangan nya.


Arion dan Diki sudah di bebaskan dan mereka mulai melawan anak buah Jack yang tersisa.


Jack menoleh kearah Kayra lalu tubuhnya tumbang.


Pistol itu terjatuh kelantai Kayra menatap tak percaya bahwa ia telah membunuh.


Melihat itu Reyhan segera menghampiri kayra.


"Sayang" ucap Reyhan menangkup kedua pipi Kayra


"Rey" lirih Kayra


"Ya sayang ada apa hmm?" ucap Reyhan dengan mengusap darah yang mengalir di kening Kayra


"Aku membunuh! aku pembunuh Rey!" ucap Kayra


"Tidak sayang yang kamu lakukan itu sudah benar!" ucap Reyhan


"Shhhhh!!" ringis Kayra


"Kepala ku pusing" ucap Kayra


"Hey Kayra" ucap Reyhan karna Kayra tumbang di pelukannya.


Reyhan tak memperdulikan luka tembak di lengannya dia mengendong Kayra dengan cepat.


Diki mengikuti sang tuan dan ia mengemudi mobil dengan cepat menuju rumah sakit


"Tuan ada apa ini?" panik Daniel


"Cepat tangani istri ku" ucap Reyhan


"Baiklah" ucap Daniel lalu Kayra di bawa ke ruangan VIP.


"Biar dokter Neza yang menangani nyonya tuan sekarang kita obati luka tembak mu itu" ucap Daniel


"Jangan perduli kan aku" ucap Reyhan dengan cueknya.


"Bagaimana kondisi nya"Ucap Reyhan


"Kabar baik tuan nyonya sedang mengandung" ucap dokter Neza


"Me..ngandung?" ucap Reyhan terbata-bata


"Iya tuan nyonya sedang hamil, selamat" ucap Neza


"Rey apa yang terjadi dengan ku" ucap Kayra mulai sadar


"Sayang terimakasih" ucap Reyhan mengecupi wajah kayra


"Hah?" bingung Kayra


"Disini ada adik Bian sayang ada baby kita" ucap Reyhan menyentuh perut Kayra


"A..ku hamil?" ucap Kayra


"Iya sayang" ucap Reyhan bahagia


"Ada satu kabar gembira lagi, Nyonya anda mengandung bayi kembar" ucap dokter Neza


"Kembar?" ucap Reyhan


"Iya tuan, umur kandungan nyonya baru 5 Minggu jadi tolong di jaga kesehatannya" ucap dokter Neza


"Oh thanks God" ucap Reyhan dengan penuh kebahagiaan.


Kayra tersenyum bahagia melihat wajah Reyhan yang penuh dengan kebahagiaan.


"Ini hadiah paling indah di dunia" ucap Reyhan