Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 178


Setelah sejam lamanya menemani Reyhan olahraga akhirnya mereka kembali ke kamar.


Kayra melihat kamarnya sedikit aneh.


"Seperti nya ada yang berubah" ucap Kayra lalu ia berjalan ke arah balkon


Dan betapa bahagianya ia ketika melihat ayunan yang ia inginkan sudah berada disana.


"Kau menyukainya?" ucap Reyhan


"Terimakasih" ucap Kayra memeluk leher Reyhan


"Apapun yang membuat mu senang akan aku lakukan sayang" ucap Reyhan membalas pelukan Kayra


"Aku sangat mencintaimu" ucap Kayra mengecup pipi Reyhan dan segera berlari ke arah ayunan nya.


Reyhan bahagia melihat Kayra yang sangat bahagia, dia sedang berusaha dengan keras sebagai seorang suami untuk membuat sang istri untuk terus bahagia.


...----------------...


"Sibuk sekali kalian akhir-akhir ini" ucap Arion pada Diki dan Mark


Mereka kini sedang berada di club malam.


"Pekerjaan ku tak terlalu banyak tapi Diki..., aku turut prihatin pada mu kawan" ucap Mark dengan menepuk punggung Diki


"Hahaha pasti pekerjaan nya 2 kali lipat dari biasanya" ucap Arion tertawa.


"Benar sekali semenjak nyonya muda hamil tuan sangat menjaga nyonya ketat bahkan tuan jarang ke perusahaan dan itu tentu semuanya Diki yang mengambil alih" Ucap Mark


"Dan kau mau tau, weekend kemarin tuan meminta Diki untuk mencari kan ayunan padahal dirinya sedang tertidur dengan nyenyak. tapi tidur nya itu terganggu kala mendapatkan perintah dari tuan. dan lebih parahnya lagi Diki yang di beri perintah untuk mengawasi orang yang memasang ayunan itu langsung di mansion tuan dan acara tidurnya batal." ucap Mark dengan mimik wajah pura-pura sedih.


"Kasihan sekali kau Dik" ucap Arion


"Kemarin kau menginap di apartemen nya?" tanya Arion


"Iya" ucap Mark


"Ternyata disini pekerjaan yang Santai hanya aku. bagaimana jika kita tukaran tempat?" tawar Arion


"Tidak aku masih sayang nyawa" ucap Mark


"Oh ayolah pekerjaan ku itu menyenangkan dan menantang bukan seperti kalian yang tiap hari hanya berhadapan dengan tumpukan berkas" ucap Arion.


"Berhenti bergosip" ucap Diki


Mereka berdua langsung terdiam tak berani berbicara lagi.


Ya meskipun Arion juga bekerja di kantor tapi pekerjaan nya tak sebanyak pekerjaan Diki.


Sedangkan di sisi lain...


Kriuk kriuk kriuk bunyi perut Kayra


Ia terbangun karna perut nya lapar dia melihat kamar yang sudah gelap dia mengambil ponselnya dan melihat jam.


"Jam 2" ucap Kayra


"Sebentar ya sayang, kita bangunkan Daddy oke" ucap Kayra dengan mengelus perutnya.


"Sayang, Rey" panggil Kayra dengan sedikit menggoyang kan tubuh Reyhan


"Iya sayang kenapa hmm?" ucap Reyhan lembut dan bangun


Dia menyalakan lampu.


"Aku lapar hehehe" ucap Kayra cengengesan.


"Kamu mau makan apa?" tanya Reyhan


"Nasi goreng" ucap Kayra


"Baiklah aku akan meminta pelayan membuat nya" ucap Reyhan


"Jangan" ucap Kayra


"Hah?" bingung Reyhan


"Aku ingin kamu yang membuat nya, boleh yah" ucap Kayra dengan memelas


"Baiklah" ucap Reyhan lalu mengambil kaca matanya dan memakainya.


"Kamu tunggu disini" ucap Reyhan


"Aku ikut" ucap Kayra


"Baiklah ayo" ucap Reyhan


Reyhan yang menggunakan kimono tidur nya turun kebawah untuk memasak.


"Kamu duduk disini" Reyhan mengangkat tubuh Kayra dan mendudukkannya di atas meja di samping kompor tempat ia memasak.


Reyhan mengeluarkan bahan-bahan makanan dari kulkas.


Ia mulai memotongi bahan-bahan dan itu tak luput sekali pun dari pandangan kayra.