
"Heh jangan mendekat atau kau ku tembak" ancam Diki mengeluarkan pistol nya menodongkan nya tepat di kepala wanita penghibur yang mendekati Reyhan
"Selangkah saja kau maju maka peluru ini bersarang di otakmu" ucap Arion yang juga menodongkan pistol nya ke arah wanita penghibur lainnya.
melihat aksi dari dua asisten Reyhan para penghibur itu pun ketakutan dan pergi dari ruangan tempat Reyhan minum
Ya, sekarang mereka sedang berada di club jangan tanya lagi bagaimana kondisi Reyhan ia sudah mabuk berat melihat Reyhan yang mabuk para wanita penghibur pun berniat mendekati nya tapi di halangi oleh kedua asisten nya dengan cara menodongkan pistol.
"Dik seperti nya kita harus membawa Tuan pulang Tuan akan marah jika ia tau bahwa para wanita penghibur ini mencoba mendekati nya" ucap Arion yang di angguki oleh Diki
"Tuan ayo kita pulang" ucap Diki memapah tubuh Reyhan di bantu oleh Arion
"Dik kita harus membawa Tuan kemana kalau pulang ke mansion kita pasti di Omeli Nyonya kayra" ucap Arion setelah mereka memasukkan Reyhan ke mobil dan melihat kondisi Reyhan yang mabuk
"Kau benar". ucap Diki berfikir
"Tuan" panggil Diki dengan sedikit menggoyang kan tubuh Reyhan
"Tuan anda mau pulang ke mana apa ke mansion?" tanya Diki
"Heh, bodoh Tuan kan sedang mabuk mana mungkin ia bisa menjawab ucapan mu itu" ucap Arion
"Berani-beraninya kau mengatai ku bodoh" emosi Diki dengan tangan terkepal
"Kenapa? enggak suka?" jawab santai Arion
"Kau sepertinya sudah bosan hidup" ucap Diki sambil memainkan pistol di tangan nya
Arion sedikit takut melihat Diki yang bermain dengan pistolnya "Mati aku psycopath nya keluar" batin Arion
"Kau pikir aku takut" ucap Arion berani
"ohh, kau ingin bermain-main dengan ku ya?" ucap Diki dengan menyeringai
"Untuk apa aku takut padamu kita sama-sama manusia sama-sama makan nasi jadi apa yang perlu di takut kan" ucap Arion
"Akhhh, tidak bisakah kalian tidak bertengkar sehari saja" ucap Reyhan dengan memegangi kepalanya
"Tuan anda sudah sadar" ucap Diki
"Baik Tuan" ucap Diki
...----------------...
"Eughh" lenguh Kayra dan menoleh ke samping tempat tidur. "Apa dia tidak pulang?" gumam kayra lalu turun dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar dalam keadaan rambut yang hanya di sisir tanpa mandi dan masih menggunakan baju tidur nya
"Selamat pagi Nyonya" sapa pak lan
"Pagi, Pak dimana Reyhan?" tanya kayra
"Tuan tidak kembali dari semalam Nyonya" ucap pak lan
"Kemana dia?" batin Kayra
"Emm, baiklah" ucap Kayra lalu pergi ke kolam renang dengan tujuan untuk menenangkan pikiran
"Apa yang sedang terjadi di sini" ucap Kayra merenung dan dirasa cukup ia pun berniat kembali ke kamar nya tapi langkahnya terhenti dan melihat ada sebuah ruangan yang sangat menarik perhatiannya
"Permisi" panggil Kayra pada pelayan yang lewat
"Iya Nyonya anda membutuhkan sesuatu? tanya sopan sang pelayan
"Ruangan apa itu?" tunjuk Kayra
"itu ruangan yang sering digunakan Tuan untuk latihan bela diri Nyonya" ucap pelayan
"Benarkah" ucap Kayra berbinar
"Iya Nyonya"
"Bolehkah aku menggunakan ruangan itu?"
"Tentu saja Nyonya"
"Baiklah Terima kasih"ucap Kayra
"Sama-sama Nyonya kalau begitu saya permisi" ucap pelayan