Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 139


Kayra membalikkan badannya dengan sorot mata yang seakan menelan Karin hidup-hidup.


Karin sedikit gagap melihat tatapan itu di tambah rasa sakit di pipinya akibat goresan dari pisau Kayra.


Darah itu semakin lama semakin mengalir dengan banyak.


"Dengar kan aku baik-baik Karin! aku masih ingat batasan ku dan perlu kau ingat aku tidak akan pernah takut dengan dirimu" ucap Kayra dengan menatap Karin dengan tajam


"Goresan di pipi mu itu sebuah peringatan dari ku agar sampai di detik nafas terakhir mu kau selalu mengingat hal ini!" tekan kayra lalu dia berbalik dan menghampiri Reyhan


"Aku ingin pulang" lirih Kayra pada Reyhan


Reyhan mengelus kepala Kayra sekilas dan mengangguk kan kepalanya lalu mereka berdua pergi dan tinggal lah Rosa dan si kembar lagi


"Kau berani-beraninya kau berkata seperti itu!!" geram Ailee


"Sepertinya kau harus menambah hukuman nya Ai" ucap Arsy dengan tersenyum miring


"Haruskah kulakukan?" tanya Ailee dengan menaikkan satu alisnya


"Tentu. kenapa tidak" timbal Rosa


Ailee kembali memotongi rambut Karin dengan sesuka hatinya


Ailee seakan menuli kan telinga nya tak perduli dengan teriakan Karin


"Kau seharusnya bersyukur karna aku tidak membotaki kepala mu" ucap Ailee


Karin? saat ini ia sedang shock berat tatapan nya kosong seakan tak ada lagi semangat untuk dirinya hidup.


Ailee hanya memotong rambutnya tapi menciptakan shock untuk Karin.


"Mungkin inilah hukuman yang layak untuk nya?" ucap Ailee memandangi wajah Karin yang berlinang air mata


"Ya kau benar dia seperti merasakan penderitaan yang di alami kakak ipar waktu itu," ucap Arsy


"Aku yakin tidak lama lagi dia tiada" Ucap Rosa


ucapan Rosa membuat mereka semua menoleh ke arah nya


"Tidak usah menyiksa nya lagi biarkan dia seperti itu ikat tangan dan kaki nya dengan rantai dan letakkan di ruangan yang gelap" perintah Rosa pada Arion


"Baik nyonya" ucap Arion agak sedikit aneh


"Aku sangat bersyukur karna aku tidak jadi menjodohkan mu dengan putra" ucap Rosa pada Karin


"Tenang saja jasad mu nanti akan kami kirim ke keluarga mu" ucap Rosa memasang kembali kaca mata nya


Si kembar pun mengikuti langkah sang mommy dan tinggallah Karin bersama para bodyguard di sini


"Cepat ikat tangan dia" perintah Arion


"Seperti manusia yang hidup susah mati tak mau" ucap Arion.


Di dalam mobil Reyhan


Kayra tampak termenung...


"Ada apa hmm?''Tanya Reyhan


"Tidak ada" ucap Kayra tersenyum ke arah Reyhan


Malam hari


Seperti biasa Kayra dan Reyhan pasti berkutat dengan laptop masing-masing sebelum tidur


"Ada apa?" tanya Reyhan mendapatkan telpon dari Arion


"Dia tiada tuan" ucap Arion mengatakan kondisi Karin


"Kita apakan dia" ucap Arion


Reyhan berfikir sejenak "Kirim jasad nya ke keluarga nya secara diam-diam letakkan jasad nya di depan rumah nya pastikan kalian tidak terekam di cctv nya"


"Baik tuan" patuh Arion


"Satu yang musnah satu lagi yang sedang menunggu" batin Reyhan


"Siapa?" tanya kayra


"Karin tiada" ucap Reyhan memperhatikan wajah kayra


"Ohh" Kayra hanya ber oh tampak tak perduli.


"Hoam aku ngantuk" ucap Kayra


Reyhan segera menyimpan laptop mereka dan kemudian berbaring dan menarik tubuh Kayra ke pelukan nya.


"Selamat malam" ucap Reyhan mengecup kening Kayra


"Hm, malam" ucap Kayra memejamkan matanya