Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 141


Kata-kata dari Mark terus terlintas di kepala nya sehingga ia yang sedang menuju ruangan nya tak sengaja menabrak seseorang.


"Kau punya mata bukan!" ketus Diki berkas yg ada di tangan nya pun terjatuh ke lantai dan berserakan


"S...sorry" ucap Arion


"Kau kenapa?" tanya Diki mengangkat satu alisnya


"Ah aku hanya memikirkan Lea" ucap Arion tersenyum dan entah kenapa membuat hati Diki memanas


"Oh, fokus dalam bekerja" pesan Diki lalu berlalu dari hadapan Arion


"Apa dia masih menyukai Lea?" gumam Arion memandangi tubuh Diki yang mulai menjauh


"Aisshhhh pusing kepala ku" ucap Arion


.....


"HEY JAWAB PERTANYAAN KU LEA!!" teriak Bella


Seperti yang di duga Kayra Bella pasti akan segera mengetahui nya dan sekarang ia sedang menonton ke dua temannya itu yang saling bersitegang.


"Menonton ini lebih seru di bandingkan mengurusi berkas yang tak ada habisnya" ucap Kayra pelan tertawa geli


Mendapatkan tontonan gratis di depannya Kayra sampai tidak melanjutkan pekerjaannya.


"Nyonya tolong aku" ucap Lea sedih memandang kearah Kayra


"Kayra awas Kau ya" ancam Bella


"Aku tidak mau terlibat" ucap Kayra mengangkat kedua tangannya 🖐️🤚


Bella memang sangat menakutkan kalau marah Kayra yang notabene nya pandai berkelahi saja takut pada Bella takut dengan Omelan Bella lebih tepatnya wkwkwk


"Nyonya ada apa ini" Tanya Shelli yang baru datang


"Pertunjukan" singkat kayra


"Ohh ini berkasnya" ucap Shelli


"Kau letakkan disana nanti akan aku periksa" ucap Kayra tanpa menoleh ke arah Shelli dan tetap melihat kearah temannya yang sedang berdrama menurutnya.


"Shelli tunggu" cegat Kayra ketika Shelli hendak pergi


"Ya nyonya?"


"Ambil itu" tunjuk Kayra kearah meja


"Apa ini" Tanya Shelli mendekat ke arah meja yang di tunjuk Kayra


"Nyonya ini...


"Kaeran ulang tahun bukan?" tanya kayra


"Ya tapi dari mana anda tahu" ucap Shelli


"Tentu aku menyelidiki kalian terlebih dahulu" ucap Kayra


"Terimakasih atas hadiah nya nyonya" ucap Shelli


"Sama-sama"ucap Kayra


"Ya okey aku ceritakan" ucap Lea akhirnya mengalah


"Nyonya saya permisi" ucap Shelli


"Tunggu Shelli jika bisa kau jemput Kaeran aku ingin bermain dengan nya" ucap Kayra


"Baik nyonya" ucap Shelli senang


"Ya aku pacaran dengan nya" ucap Lea


"Bagaimana caranya?" tanya Bella


"Ya aku tidak tau" jawab Lea


"Siapa dia?" tanya Bella


"Arion"


"Arion maksud mu? mantan asisten Kayra? eh tidak asisten tuan Reyhan?"Tanya Bella


"Ya dia pria paling tampan dan manis" ucap Lea tersenyum-senyum


"Ishhhh masih banyak yang lebih tampan dari Arion" ketus Bella


"Suka-suka ku lah menurut ku dia itu paling tampan di dunia ini" ucap Lea


Kayra hanya menggeleng kepalanya melihat ke bucinnan gadis muda itu


"Sudahlah Bel biarkan dia" ucap Kayra akhirnya bersuara


"Tapi Kay aku harus tahu dia baik atau tidak" ucap Bella


"Kau ini sudah seperti ibu nya saja" ucap Kayra


"Bukan seperti itu Kay kau tahu kan jaman sekarang pria sering menyakiti perasaan wanita" ucap Bella


"Ah terserah kau lah" ucap Kayra lelah


Brak


Pintu terbuka dari luar tentu atensi mereka teralihkan ke arah pintu


Terlihat Reyhan dengan gagah nya masuk ke ruangan Kayra dan di ikuti oleh 2 asisten nya dan Mark


"Ada apa?" Tanya kayra


"Kenapa? apa tidak boleh aku berkunjung?" tanya Reyhan


"Bukan seperti itu" ucap Kayra


"Bukankah kita harus membahas kerja sama? kau ingin membeli tanah kami yang ada di luar kota kan?" ucap Reyhan


"Jadi aku datang" ucap Reyhan duduk di depan Kayra dan memandangi wajah kayra yang semakin hari semakin cantik


"Ah iya tapi bukannya seharusnya kami yang datang ke perusahaan mu?" bingung Kayra


"Untuk mu pengecualian" ucap Reyhan tersenyum


"Owh benarkah tuan" ucap Kayra tersenyum menggoda dan sedikit mendekat kan kepalanya


"Tentu saja kenapa tidak" ucap Reyhan tetap memandangi wajah kayra