Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 130


"Aku tidak punya tempat tinggal" lirih Shelli menundukkan kepala


"Lalu suami mu di mana?".tanya kayra


"Dia meninggal dan keluarga nya mengusir kami" ucap Shelli lalu menceritakan semuanya pada Kayra


"Kehidupan mu cukup kelam" ucap Kayra setelah mendengar curhatan Shelli


"Mau bagaimana lagi ini semua terjadi" kata Shelli dengan terpaksa tersenyum


"Lalu setelah ini kalian mau kemana" tanya kayra


"Aku tidak tahu karna ini pertama kalinya aku datang ke kota ini" ucap Shelli


"Bagaimana jika kau tinggal di apartemen ku kebetulan aku sudah tidak tinggal disana" tawar Kayra


"Ahh tidak nyonya saya tidak mau merepotkan anda" ucap Shelli


"Tidak perlu sungkan bukankah kau tidak mempunyai tempat tinggal?" kata Kayra


"Tapi nyonya"


"Tidak ada penolakan sekidak nya demi kaeran dia juga butuh tempat tinggal yang nyaman apa kau akan terus mengajak nya tinggal di jalanan?" ucap Kayra


"Baiklah nyonya aku menerima nya tapi aku ingin anda memberi saya pekerjaan apapun itu saya mau" ucap Shelli


"Tidak perlu kau cukup mengurus Kaeran dan untuk kebutuhan kalian aku yang akan menanggung nya" ucap Kayra


"Tidak nyonya untuk kali ini tolong kabulkan permintaan ku sekidak nya saya tidak merasa terlalu berhutang banyak kepada anda" ucap Shelli


"Baiklah bagaimana dengan berkerja di mansion ku?"


"Saya mau nyonya" ucap Shelli semangat


"Baiklah" ucap Kayra


"Nyonya ayo kita kembali" kata Lea


"Lea kita pulang ke mansion aku tidak akan ke kantor lagi" ucap Kayra berdiri dengan masih mengendong Kaeran


"Dia" tanya Lea


"Nanti aku jelaskan" ucap Kayra


"Ayo Shelli" Ajak Kayra


"Pak bawa tas dia" perintah Kayra pada sopir


"Baik nyonya" ucap sopir


Mereka pun masuk ke mobil


Kayra masih terus mengendong Kaeran di tangan nya


Lea terus memperhatikan gerak-gerik nyonya nya dari kaca spion dan Lea mengerti kenapa nyonya nya terus mengendong bayi itu.


"Waw ini seperti istana" decak kagum Shelli


"Baik nyonya" ucap Shelli


"Nyonya saya akan langsung ke perusahaan" ucap Lea


"Ya, baiklah" ucap Kayra


"Kakak siapa dia" tanya Ailee yang baru menuruni tangga


"Dia Shelli dan ini anak nya Kaeran" ucap Kayra dengan menunjukkan bayi yang ada di tangan nya


"Hai aku Ailee adik ipar nya" ucap Ailee mengulurkan tangan


"Saya Shelli nona" jawab Shelli menerima jabatan tangan Ailee


Ailee menatap Kayra dengan sendu ia mengerti keadaan Kayra


"Kamu tidak kuliah Ailee" tanya kayra


"Tidak kak" jawab Ailee


"Dimana mommy dan Arsy?"


"Belanja seperti biasa" ucap Ailee


"Kau tidak ikut?" tanya kayra


"Hal seperti itu sangat membosankan bukan tipe ku" ucap Ailee


"Hahaha kau ini" tawa Kayra dan dia pun duduk di sofa di iringi oleh Ailee


"Hey apa yang kau lakukan" bingung Ailee


"Duduk nona" jawab polos Shelli


"Kenapa duduk di bawah? duduk di sofa!" kata Ailee


"Saya merasa tidak pantas duduk di sofa itu nona" ucap Shelli


"Naik ke atas! Kuno sekali kau ini" ketus Ailee entah kenapa ia harus di hadapkan dengan wanita lemot di depannya


Kayra tahu kekesalan Ailee lantas berbicara


"Duduk di sofa Shelli" perintah Kayra


"Kau seperti seorang budak saja bagaimana tanggapan orang lain kepada kakak ipar ku mereka pasti menilai kakak ku memperlakukan mu dengan buruk, bahkan para pelayan disini saja tidak di perlakukan seperti itu atau memperlakukan dirinya seperti dirimu saat ini!!" ketus Ailee


"Ailee" tegur Kayra menepuk bahu Ailee yang mulutnya memang pedas ketika berbicara


"Sudah Shelli naik keatas tidak perlu kau dengar kan perkataan Ailee dia memang seperti itu" ucap Kayra


"Hah? kenapa aku? apa salah ku?" ucap Ailee cemburu kayra bukannya membela dirinya tapi malah membela shelli


"Ai sudah cukup" tegur lembut Kayra


Ailee menatap tajam ke arah Shelli aura ketidak sukaan terpancar di mata Ailee..