
"eughh"
"badan ku pegal semua",ucap Kayra yang masih setengah sadar
"ahkk!"ringis Kayra
"kenapa **** ********** ku sangat sakit"ucap Kayra yang belum menyadari apa yang telah terjadi
"oh, astaga!!"teriak Kayra yang baru menyadarinya lalu ia pun membuka sedikit selimut nya dan betapa terkejutnya ia melihat tubuh nya hanya polos tanpa sehelai benang.
"ternyata itu semua bukanlah mimpi tapi nyata. aku kira itu hanya mimpi" sedih Kayra
"bagaimana jika setelah ini aku hamil"lirih Kayra
"aku tidak mau mempunyai bayi. aku tidak mau anak ku nanti tidak mempunyai ayah. jika saja pernikahan ku ini bukanlah pernikahan kontrak maka aku mau mempunyai anak" lirih Kayra meneteskan air mata
tok tok tok
"Nyonya boleh kami masuk? ucap pelayan dari luar
"masuklah"
"ada apa??
pelayan yang melihat tubuh Kayra yang hanya tertutup selimut tersenyum tipis lalu bergumam.. "sepertinya akan ada calon tuan/nona kecil disini. jika anda ada disini nyonya Lita kau pasti akan sangat bahagia"
"kami di perintahkan tuan untuk membantu anda nyonya. apakah anda memerlukan sesuatu?"ucap pelayan
"dimana tuan dingin itu eh maksud ku tuan Reyhan?
"tuan pagi-pagi sekali berangkat ke kantor katanya ada hal yang penting"
"oh" singkat kayra
"tolong bantu aku ke kamar mandi aku sangat kesusahan untuk berjalan"
"baik Nyonya tapi tunggulah sebentar kami akan menyiapkan air hangat untuk anda mandi"ucap pelayan yang dibalas anggukan dari Kayra
sambil menunggu pelayan menyiapkan pemandiannya Kayra membuka ponselnya dan ternyata ada pesan dari Lea yang dimana ia harus segera membuka email yang telah ia kirim.
sebuah senyuman terlukis indah di wajah kayra kala ia melihat email yang dikirimkan oleh Lea
sebuah email yang berisi tentang informasi hotel yang ia bangun. hotel yang ia buat mendadak omsetnya menaik dengan pesat yang membuat banyak nya perusahaan ingin bekerjasama dengan bisnis perhotelan nya yang dimana itu membuat hotel Kayra menjadi hotel terkenal. kini hotel nya pun mulai menyebar di dalam ataupun luar negeri bahkan di dalam negeri sudah ada 10 cabang hotel belum yang di luar negeri. melihat pencapaiannya Kayra tersenyum bangga karna apa yang di impikan orang tua nya sudah bisa ia wujudkan satu-persatu.
"inilah yang dinamakan setelah sedih pasti bahagia"ucap Kayra
"nyonya air nya sudah siap"
"ahk baiklah"ucap Kayra menyimpan ponselnya..."bisakah kalian membantu ku kekamar mandi" ucap malu-malu Kayra
pelayan yang melihatnya pun hanya tersenyum tipis.
"baiklah ayo nyonya"ucap pelayan membantu Kayra
"kalian tunggu saja diluar aku bisa mandi sendiri"ucap Kayra
"baik nyonya"
"astaga berjalan saja aku sangat susah, lihat ini semua ulah tuan dingin itu bahkan tubuh ku semuanya di penuhi oleh tanda-tanda sialan ini"kesal kayra menatap ke arah kaca
"katanya berendam bisa membuat tubuh rileks. lebih baik aku berendam saja"
"uhh, nyaman sekali" ucapnya memejamkan mata
30 menit berlalu kini Kayra menyudahi acara berendam nya itu
"permisi nyonya, tuan menyuruh Anda untuk mengangkat telpon nya karna dari tadi tuan menelpon anda tapi tidak anda angkat"ucap pak lan
"tuan menelpon ku, cukup kalian boleh pergi"ucap Kayra pada pelayan yang membantu nya mengeringkan rambutnya
"baik nyonya kami permisi"ucap pelayan
"nyonya anda ingin makan di mana? tanya pak LAN
"kalau bisa bawakan makanan kesini saja pak lan aku kesulitan untuk berjalan aku akan makan disini saja"
"baik nyonya saya permisi"
"astaga, mati aku!!" ucap Kayra terkejut melihat banyaknya Panggilan dari Reyhan
"iya halo tuan"Jawa Kayra di telpon
"hei gadis bodoh! kenapa tidak kau angkat telpon dari ku!" kesal Reyhan
"tuan bisa tidak kau tidak teriak-teriak. kupingku rasanya mau meledak"ucap Kayra menjauh kan telinga nya dari ponselnya