
"Nyonya anda pulang begitu cepat apa ada sesuatu hal yang terjadi? tanya pak lan berjalan di belakang kayra
"Tidak ada pak aku hanya lelah" ucap Kayra
"Perlu di buatkan sesuatu?" tanya pak lan
"Tidak perlu aku hanya ingin istirahat" ucap Kayra mengulas senyum tipisnya.
"Baik nyonya" ucap pak lan berhenti di depan kamar utama sang majikan dan ketika Kayra sudah di dalam kamar pak lan menarik gagang pintu lalu menutupnya dengan pelan.
Kayra langsung melepaskan pakaiannya dan menaruh pakaian nya di ranjang, dia polos tanpa sehelai benang yang menutupi tubuhnya, kegiatan nya itu tanpa sadar membuat orang di sana terbakar api gairah.
Reyhan mendapatkan pesan dari pak lan kalau Kayra pulang dengan cepat. Reyhan yang merasa kepo dengan kegiatan sang istri dia pun membuka cctv yang langsung terhubung ke ponselnya dia memasang cctv tanpa sepengetahuan Kayra. tujuan nya adalah untuk memantau aktivitas sang istri di saat dia tak ada di samping kayra.
"Shitt!!" umpat Reyhan terbakar gairah.
Diki yang berada di samping tuan nya kepo dan hendak melihat ke ponsel Reyhan tapi lebih dulu di halangi oleh Reyhan.
"Kau ingin matamu keluar dari tempatnya!" ucapan yang terdengar santai namun sangat mematikan dan tidak bermain-main.
"T..tidak tuan" ucap Diki gugup.
"Siapkan pesawat, malam ini kita pulang" perintah Reyhan karna merasa anak cabang perusahaan nya ini sudah kembali normal.
"Baik tuan" ucap Diki menutup tablet nya dan segera melaksanakan perintah Reyhan.
Lama Kayra berendam dan akhirnya ia menyudahi aktivitas nya itu.
Dikenakan nya pakaian santainya kaus oversize dan celana pendek lalu ia berjalan naik ke lantai 3.
Di tangan nya sudah ada beberapa camilan dan minuman.
Setelah sampai Kayra membuka pintu ruangan itu sehingga udara masuk mengenai kulit putihnya.
Sambil makan cemilannya Kayra menatap ke arah luar yang melihat kan keindahan bunga-bunga yang selalu ia rawat terkena terpaan angin.
Mansion Reyhan letaknya cukup jauh dari jalan raya. ia sengaja membuat mansion yang jauh dari jalanan tujuan nya untuk menenangkan diri di tempat yang sunyi dan udara yang segar.
Jujur saja Kayra nyaman tinggal disini.
Setelah menghabiskan cemilan nya Kayra tidur di sofa dengan begitu nyenyak nya.
Dia di layani pelayan atas perintah dari Rosa.
Kayra merasa ada yang aneh di meja makan biasanya dia akan mendengar celotehan Arsy tapi sekarang meja makan itu sepi hanya terdengar dentingan sendok dan garpu miliknya.
Bosan? tentu saja tinggal di rumah sebesar ini tanpa keluarga itu terasa hampa.
Setelah selesai makan Kayra memilih untuk mengerjakan pekerjaannya.
Di pandangannya jam ternyata sudah pukul 12 malam Kayra menyudahi pekerjaan nya itu dan melepas kaca matanya lalu mematikan lampu untuk tidur.
Kayra menyempatkan diri untuk mengecek ponselnya tapi ia murung ketika tidak ada satupun pesan chat dari Reyhan.
Kayra tidak ambil pusing dia langsung tidur dengan perasaan kesal.
"Ahkkk!!"
"Reyhan!!" teriak Kayra histeris
Bugh bugh
"Tidak jangan" ucap Kayra menangis.
"Ahkkkk!!!" teriak Reyhan
"Jangan ku mohon... Reyhan!!" teriak Kayra
"Sayang kau kenapa.. Kayra hey" ucap Reyhan menepuk-nepuk pipi Kayra
Kayra membuka matanya dan melihat Reyhan yang sedang menatapnya dengan cemas
Dengan gemetar Kayra memegang kedua pipi Reyhan.
"Rey kau kah ini" ucap Kayra
"Iya sayang ini aku" ucap Reyhan tersenyum.
"Rey..." lirih Kayra memeluk Reyhan dengan erat air mata nya pun keluar melewati pipinya.
"Sayang kau kenapa? aku sudah ada disini" ucap Reyhan bingung.
"Aku bermimpi kau... kau di pu..pukuli di d..depan mata ku Rey" tangis Kayra.