Terpaksa Menikahi Big Bos

Terpaksa Menikahi Big Bos
bab 153


"Sayang" Reyhan berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri kayra.


Kayra sengaja datang ke perusahaan Reyhan dengan membawa makanan di tangan nya.


"Berhenti dulu, ayo makan" ucap Kayra duduk di sofa


Reyhan mendekat ke arah Kayra dan melihat sang istri yang sedang menyiapkan makanan.


"Ini" ucap Kayra menyodorkan piring


"Kenapa ke klinik kandungan?" tanya Reyhan sambil memakan-makanannya.


"Aku menemui teman ku yang sedang melahirkan" ucap Kayra tersenyum


"Lalu kenapa Arsy ikut?" tanya Reyhan memandang mata Kayra


"Tolong jangan bertanya apapun lagi" batin Kayra


"Dia hanya ingin ikut jadi aku mengajak nya" ucap Kayra


"Benarkah?" ucap Reyhan dengan memicingkan matanya.


"Kau tidak percaya?" kesal kayra


"Aku hanya bercanda" ucap Reyhan mengacak-acak rambut Kayra.


"Reyhan" rengek Kayra


"Ini makan" ucap Reyhan menyuapi Kayra.


Kayra tersenyum mendapati perhatian manis dari Reyhan.


"Rey"


"Hmm, ada apa?" tanya Reyhan tanpa melihat ke arah Kayra


"Kau pasti menginginkan anak bukan?" tanya kayra


"Kenapa aku belum hamil lagi"


"Maafkan aku karna aku belum memberi mu dan mommy seorang pewaris" lirih Kayra.


"Ini salah ku"...


Reyhan meletakkan kembali sendok dan piring nya lalu menatap Kayra.


Dia menggenggam tangan kayra dan menatap lama wajah kayra.


"Apa yang kau katakan hmm?" ucap Reyhan menatap lembut wajah kayra


"Aku akan menerima dirimu apa adanya, mungkin sekarang tuhan belum memberikan kita kepercayaan untuk memiliki anak lagi kau tidak perlu menghawatirkan itu oke? aku tidak mau kau terbebani karna hal itu. kau mengerti?" ucap Reyhan memeluk Kayra


"Maafkan aku tidak bisa memberi tahu hal ini pada mu" batin Reyhan


Semenjak kejadian kelam waktu itu kayra di nyatakan akan kesulitan untuk hamil lagi kesulitan bukan berarti Kayra tidak bisa mengandung lagi, semuanya bergantung pada yang kuasa. Reyhan sengaja tidak memberi tahu hal ini kalau tidak Kayra pasti akan lebih terpuruk dan merasa bersalah.


"Aku mencintaimu" lirih Kayra dalam pelukan Reyhan.


"Aku lebih mencintai mu" ucap Reyhan mengecup kepala Kayra


di lain sisi tepatnya di sebuah kamar seorang perempuan sedang mondar-mandir berjalan


''Bagaimana ini" ucap Arsy


"Kuharap Daddy mu mau menerima kehadiran mu di perut mommy sayang" lirih Arsy mengusap perut nya yang mulai terlihat.


"Walaupun dulu nya mommy yang terkesan memaksa Daddy mu, tapi kau tetap hasil dari benih nya" ucap Arsy mengingat kejadian malam itu


"Baiklah" isi pesan yang baru masuk di ponsel Arsy


"Untung nya dia mau bertanggung jawab" ucap Arsy membaca pesan chat dari ayah sang bayi yang tengah ia kandung.


"Aku tidak perduli dia mencintai ku atau tidak yang penting dia mau bertanggung jawab itu sudah cukup bagi ku" lirih Arsy


"Satu masalah beres tinggal satu masalah lagi" ucap Arsy


....


Malam hari


"Kau sudah memberi tahu ayahnya"Ucap Kayra yang sedang berada di kamar Arsy


"Sudah dan dia mau bertanggung jawab" ucap Arsy lesu


"Bagus lalu kenapa kau cemberut"


"Aku menikah dengan nya tanpa di dasari cinta kak bahkan kami belum lama mengenal dan anak di kandungan ku ini adalah hasil dari paksaan ku. ya, bisa dibilang aku yang terkesan memaksa" ucap Arsy


"What?! maksud mu kau yang memaksa?" kaget kayra dan Arsy mengangguk


"Biasanya di luar sana dan di mana-mana si pria lah yang memaksa wanita tapi kau... kau yang memaksa?" ucap Kayra ternganga


Arsy kembali mengangguk.


"Kau benar-benar wanita ajaib Ars" ucap Kayra masih tak percaya