Terjerat Pernikahan Kontrak

Terjerat Pernikahan Kontrak
Mempersoalkan Masa Lalu


Dalam sebuah perusahaan, sering kali ada masalah yang terjadi. Baik itu secara internal atau pun secara eksternal. Akan tetapi, kali ini masalah yang dihadapi Sukmajaya justru berkenaan dengan rival perusahaan yang menggagalkan kerja sama antara Sukmajaya dengan sebuah ritel perusahaan besar.


"Dengan gagalnya kerja sama kali ini, bisa dipastikan Miko Sukmajaya akan hancur," ucap seorang CEO dari perusahaan yang berhasil mendapatkan kerja sama dan mengalahkan Sukmajaya Corp.


Di sisi lain, Papa Miko pun akhirnya harus gagal kali ini. Tidak mudah untuk menerima kekalahan, apalagi Papa Miko juga termasuk orang yang ulet dan juga gigih. Mendapatkan kekalahan membuat Papa Miko merasa tidak senang karenanya.


Merasa jumawa usai mendapatkan tender, pengusaha itu pun menyambangi Sukmajaya Corp dan hendak menemui Papa Miko selaku Direktur Utama perusahaan tersebut.


"Bagaimana kabarmu, Miko?" sapa pengusaha itu dengan begitu jumawa. Seolah mendapatkan tender dan bisa mengalahkan perusahaan lain membuat pengusaha ini begitu berbangga hati.


"Merasakan kekalahan tentu tidak enak bukan?" tanya pria itu dengan tersenyum sinis.


Akan tetapi, sorot mata pria yang berprofesi sebagai CEO itu kini justru jatuh pada foto keluarga di mana ada foto pernikahan Andin di sana. Ada sosok yang begitu pria ini kenali dalam foto itu, sehingga pria itu segera berdiri, mendekat dan memperhatikan foto itu dengan saksama.


"Kamu menjalin kekeluargaan dengan Belva Agastya?" tanyanya.


Mendengar nama Belva Agastya, tentu Papa Miko segera menganggukkan kepalanya, "Iya, benar ... putriku menikahi putra sulung Agastya, Evan," jawabnya.


Akan tetapi, Papa Miko juga berpikir kenapa pengusaha yang terkenal sombong ini bisa mengenal sosok Belva Agastya. Padahal setahu Papa Miko selama ini tidak pernah ada kerja sama antara Agastya Properti dengan perusahaan milik pengusaha ini.


"Kau mengenal Belva Agastya? Pengusaha nomor satu di bidang properti?" tanya Papa Miko.


"Tentu saja aku mengenalnya. Lagipula, siapa yang tidak mengenal pengusaha properti sekaliber Belva Agastya, pemilik Agastya Properti," jawabnya.


Makin curigalah Papa Miko di sana. Hubungan apa yang membuat orang ini bisa mengenal Belva Agastya. Hingga akhirnya pria itu kembali berbicara.


"Sayangnya, dia menikahi wanita dari kelas rendahan, Sara Valeria," ucapnya dengan tersenyum miring.


Agaknya kini perhatian Papa Miko teralihkan pada ucapan pria itu. Kekalahan perusahaannya tidak begitu dia dengar. Namun, mengapa istri Belva Agastya bisa disebut rendahan.


"Maksud kamu? Bu Sara itu wanita yang juga seorang pengusaha di bidang kuliner dan memiliki waralaba yang luar biasa. Omsetnya bisa mencapai milyaran Rupiah," balas Papa Miko.


Lagi pria itu justru tertawa, "Dia dulu hanya wanita yang bekerja di bar. Rendahan. Para pria bisa dengan mudah menyentuhnya," balas pria itu.


Sebagai seseorang yang di masa lalu mengenal Sara, tentu pria itu sangat tahu mengenai masa lalu Sara. Sehingga agaknya pria ini ingin mengguncang hubungan antara Sukmajaya dengan Agastya.


"Jangan berbicara omong kosong, Anthony!"


Ya, pria yang dimaksud oleh Papa Miko adalah Anthony. Anthony sendiri bukanlah pria yang asing dengan kehidupan Agastya. Bahkan Anthony sangat tahu bahwa dulu Sara hanyalah pegawai bar. Gadis yang sangat ingin dia miliki, tetapi pada akhirnya jatuh dalam pelukan Belva Agastya. Anthony juga yang memasang perangkap dengan menempatkan sekretaris untuk menggoda Belva Agastya, tetapi semua usahanya gagal. Yang ada ikatan cinta Belva dan Sara justru semakin kuat.


"Tanyakan saja kepada besanmu itu, apakah dia mengenal nama Anthony," balasnya.


Terdengar tawa renyah dan syarat dengan sarkasme dari Anthony. Betapa menyenangkannya bertemu dengan orang-orang yang berhubungan dengan Sara dan Belva. Itu artinya dia memiliki kesempatan dan peluang untuk bisa menghancurkan Sukmajaya dan Agastya secara bersamaan.


Sepeninggal Anthony, Papa Miko pun segera bergegas untuk menyambangi keluarga Agastya.


***


Di lain tempat ....


Sementara itu di keluarga Agastya, sore itu sepulang dari kantor dan usai menjemput Andin di kampusnya, Evan mengajak Andin untuk mampir ke rumah Mamanya. Itu juga karena Mama Sara memasak Bulgogi kesukaan Evan, dan meminta Evan dan Andin untuk makan malam di rumah.


Merasa diminta untuk datang, maka Evan dan Andin pun segera menuju ke kediaman Papa dan Mamanya. Bukan dengan tangan kosong, Andin juga meminta kepada suaminya untuk berhenti di toko kue terlebih dahulu dan membelikan buah tangan untuk mertuanya.


"Sebenarnya tidak usah loh, Yang ... kan Mama itu jago bikin kue," balas Evan.


"Tidak apa-apa, Mas ... aku sungkan kalau datang dengan tangan kosong," balasnya.


Hingga akhirnya, mobil Audi yang dikendarai Evan sudah sampai di kediamannya. Namun, ada yang berbeda di depan rumah Agastya sore itu. Terutama Andin yang melihat ada mobil yang cukup dia kenali.


"Kok ada mobilnya Papa," ucap Andin dengan menunjuk mobil milik Papanya.


"Papa Miko?" tanya Evan.


"Iya, kenapa yah Papa kemari?" balas Andin lagi.


Hingga akhirnya, keduanya turun dari mobil dan mulai masuk ke dalam rumah Papa Belva dan Mama Sara. Pasangan muda itu saling bergandengan tangan dan melemparkan senyuman satu sama lain. Begitu masuk ke dalam rumah yang kala itu pintu rumah memang terbuka, agaknya sedang ada perseteruan di sana.


"Kenapa Anda tidak bilang kalau Evan adalah orang yang lahir dari rahim sewaan?" tanya Papa Miko dengan begitu keras.


Deg!


Evan yang mendengarkan semuanya itu, langsung melepaskan genggaman tangan Andin. Tidak mengira bahwa Papa mertuanya sendiri mempermasalahkan semuanya itu. Bukannya Evan tidak tahu, Evan sudah tahu, bahkan dari kecil Belva dan Sara mengatakan bahwa dia memiliki dua Mama yaitu mendiang Anin dan Mama Sara.


"Siapa yang bertanya begitu?" tanya Papa Belva dengan emosi.


"Anthony ... tentu Anda kenal Anthony bukan? Jika demikian, Evan bukan ahli waris Agastya Properti dan hidup Andin tidak aman dengannya? Masa depannya juga," sahut Papa Miko.


"Papa," ucap Andin yang seketika membuat Papa Miko menoleh ke anaknya itu.


"Ayo Andin, lupakan pria itu. Dia tidak berhak menjadi suami kamu. Anak yang lahir hanya karena rahim sewaan. Bukan anak yang sah," balas Papa Miko.


"Dengarkan dulu Pak Miko, semuanya bisa dibicarakan dengan baik-baik," sergah Papa Belva.


Sungguh, Papa Belva tidak mengira bahwa ada bagian dari masa lalunya bersama Sara yang kembali menyeruak ke permukaan setelah 28 tahun berlalu. Mereka pikir sudah tidak ada lagi sosok Anthony yang akan mengganggu keharmonisan rumah tangga mereka. Akan tetapi, kini pria itu kembali muncul dan targetnya sekarang adalah rumah tangga Evan dan Andin. Rumah tangga yang baru seumur jagung. Akankah, keduanya bisa saling menguatkan dan menerima satu sama lain?