Terjerat Pernikahan Kontrak

Terjerat Pernikahan Kontrak
Menemui Sang Arsitek


Evan agaknya tidak main-main untuk membuat pool infinity yang indah dan megah. Pesona kota Dubai yang pernah dia kunjungi bersama keluarganya beberapa tahun yang lalu membuat Evan ingin juga mewujudkan Dubai kecil di rumahnya. Menghadirkan nuansa Timur Tengah yang apik di kediamannya. Sebab, bagi Evan rumah bukan hanya sekadar untuk berteduh dari panas dan hujan, tetapi juga untuk menikmati suasana dan menghabiskan masa tua nanti bersama dengan keluarga.


Hari ini, Evan benar-benar akan menemui seorang arsitek yang akan dia minta tolong untuk mendesaikan dan sekaligus memimpin pembangunan kolam renang di kediamannya. Untuk itu, menjelang makan siang, Aksara pun segera menuju Jaya Corp untuk menemui Arsitek yang dikenalkan Ravendra yang bernama Aksara itu. Akan tetapi, kali ini Evan datang tidak sendirian. Dia mengajak serta Ravendra karena Evan merasa canggung karena sama sekali belum mengenal Aksara.


“Pakai ajak-ajak saya sih Bos,” gerutu Ravendra.


“Ya, tidak apa-apa, dong. Kalau aku punya sekretaris ya aku ajakin sekretarisku, Rav … anggap saja kamu sekretarisku,” balas Evan dengan begitu santainya.


“Ckck, Bos ini … padahal ya tinggal di Jaya Corp dan bilang sama mau menemui Pak Aksara pasti sudah beres kok,” balas Ravendra.


“Udah jangan banyak protes. Daripada cuma di kantor bengong,” balas Evan dengan tertawa.


Beberapa menit saja berkendara dan mereka sudah tiba di Jaya Corp, perusahaan besar yang bergerak di bidang konstruksi itu sebenarnya sudah lama menjadi mitra Agastya Properti. Hanya saja, Evan memang belum terlalu mengenal sosok Aksara, padahal Aksara sudah beberapa kali membuat desain untuk projek kerja sama keduanya. Kini Evan dan Ravendra pun menuju ke Lobby dan berkata ingin bertemu dengan Pak Aksara.


Pihak resepsionis pun mempersilakan keduanya untuk menunggu dan akan menelpon ke ruangan Aksara. Keduanya pun harus menunggu lagi di sana.


“Kayak apa sih Aksara itu?” tanya Evan kemudian.


“Ya, manusia, Bos … cowok. Masih tanya kayak apa sih,” balas Ravendra.


“Masih muda kan? Kalau bertemu orang baru, biasanya bingung,” aku Evan.


“Santai Bos … dia baik kok,” balas Ravendra kemudian.


“Bisa kenal?” tanya Evan lagi.


Ravendra melirik sekilas ke atasannya itu, “Bos pasti tidak akan percaya, hanya saja istrinya Aksara itu dulu mantan pacar saya,” aku Ravendra dengan menghela nafas.


Evan justru tersenyum di sana, “Jadi, kalian rival dong?”


“Dulu, sekarang enggak … udah Bos, jangan nertawain saya,” balas Ravendra.


Hingga akhirnya ada pria yang masih muda berjalan ke arah mereka. Terlihat pria itu begitu tampan dan juga pembawaannya santai karena kala itu Aksara mengenakan kemeja dan celana jeans. Biasanya para pengerja perusahaan akan mengenakan kemeja dan celana bahan, tetapi Aksara juga mengenakan jeans.


“Halo, Pak Evan dari Agastya Properti yah? Saya Aksara,” sapanya dengan mengulurkan tangannya.


“Halo Pak Aksara,” balas Evan dengan berdiri dan menyambut uluran tangan Aksara.


“Rav, apa kabar?” tanya Aksara yang juga menyalami Ravendra di sana.


“Baik Bro … gimana sehat? Duo Princess juga sehat kan?” tanya Ravendra kemudian.


“Baik … iya, Ara dan Anna baik juga,” balas Aksara.


Evan pun menyahut di sana, “Sudah punya putri ya Pak Aksara?” tanya Evan dengan sopan tentunya.


Ravendra lantas turut berbicara, “Putrinya nama Princess Fairy Tale. Aurora yang dipanggil Ara dan juga Anna dari Arrendelle.”


Hingga ketiganya pun tertawa bersamaan, “Itu karena istri yang suka Fairy Tale, nanti kalau mau menambah momongan, mungkin akan cewek lagi dan kami akan menamainya Ariella,” balas Aksara dengan tertawa.


Cukup untuk berbasa-basi, kini Aksara pun bertanya apa yang membawa Vice President Agastya Properti menemuinya sekarang.


“Pak Evan ada perlu apa menemui saya? Saya jadi tidak enak hati loh,” balas Aksara.


“Begini Pak Aksara … jadi saya masih memiliki lahan cukup luas di dekat rumah kami yang sudah berdiri. Saya ingin membangun kolam renang dengan nuansa Dubai di sana. Mungkin mirip dengan Pool Infinity di Burj Al Arab. Nah, saya ingin Pak Aksara yang mendesainkannya dan juga nanti bisa mengepalai proyeknya,” balas Evan.


"Kalau Burj Al Arab kan kolam renangnya menyatu dengan laut, tetapi memanfaatkan lahan yang terbatas, bisa membeli pasir putih saja Pak Evan, menanam pohon palm di area kolam renang dan membuat kanopi kecil berwarna putih layaknya di Burj Al Arab," ucap Aksara dengan menunjukkan kolam renang di Burj Al Arab.


"Boleh saya Pak Aksara, dan kolam renang anak ya Pak ... mungkin memang tidak sekarang hanya saja, saya ingin nanti mengajari anak-anak berenang," balasnya.


Terlihat Aksara masih mengamati beberapa potret infinity pool di Burj Al Arab dan membayangkan seperti apa dengan keinginan Evan di sana.


"Lahan yang ada berapa meter Pak Evan?" tanya Aksara lagi.


"Hampir seratus meter," balasnya.


"Iya dong dimanfaatkan dengan kanopi dan area pasir. Itu pun kalau Pak Evan mau," balas Aksara.


"Tentu tidak masalah. Soalnya saya dengar rekomendasi dari teman baik saya nih, Pak Aksara itu desainnya jago dan perhitungan rancang bangunnya bagus, jadi saya ingin mempercayakan ke Pak Aksara," balas Evan lagi.


Terlihat Aksara yang tertawa, "Tidak Pak Evan ... istri saya lebih jago untuk perhitungan rancang bangun karena dia Dosen Teknik Arsitektur dan beberapa kali menjadi konsultan juga," balasnya.


"Istri saya juga mahasiswi Teknik Arsitektur loh Pak Aksara. Di Universitas mana?" tanya Evan dengan excited.


Aksara pun menyebut salah satu universitas terbaik di Ibukota, dan Evan pun menyebut pula.


"Ah, sama dengan Istri saya dong. Siapa nama istri Anda, Pak Aksara? Mungkin saja Istri saya kenal," balas Evan lagi.


"Arsyilla, namanya Arsyilla Kirana," balas Aksara.


"Coba nanti saya tanyakan kepada istri saya, Pak," balas Evan. “Jadi, gimana nih Pak Aksara mau kan mendesainkan dan memimpin pembangunan infinity pool di kediaman saya?” tanya Evan sekarang.


“Tentu, bisa Pak Evan … boleh tidak nanti saya mampir dan melihat lahannya dulu kontur tanah juga mempengaruhi pembangunan, jadi biar bisa dipastikan terlebih dahulu,” balas Aksara.


“Tentu … silakan Pak, ini kartu nama saya dan ada nomornya di sana. Silakan singgah, tentu saya akan sangat senang,” balasnya.


Merasa sudah deal dengan Aksara, kemudian Evan dan Ravendra kembali pulang ke Agastya Properti. Rasanya, Evan ingin segera membangun kolam renang dan mengajari istrinya untuk berenang. Evan memang tipe orang yang sibuk dan akhir pekan pun kadang masih harus bekerja. Untuk itu, akhir pekan di rumah akan dia isi dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan untuk mengusir kejenuhan. Salah satunya dengan berenang dan tentunya memadu kasih dengan istrinya. Mumpung di rumah hanya berdua saja, Evan merasa bisa melakukan apa saja dan di mana saja dengan Andin, di rumahnya.