Terjerat Pernikahan Kontrak

Terjerat Pernikahan Kontrak
Happy 19 Weeks!


Hari berganti hari, minggu pun telah berganti minggu. Tidak terasa bahwa usia kehamilan Andin sudah memasuki usia 19 minggu. Kali ini, pasangan muda itu kembali mendatangi Rumah Sakit untuk bisa mengecek perkembangan janinnya. Keduanya tampak duduk di ruang tunggu sembari menunggu nama Andin untuk dipanggil.


“Gak terasa perutku mulai kelihatan ya Mas ... mulai menyembul kayak balon,” ucap Andin sembari mengelusi perutnya, sesekali wanita itu terkekeh dengan perutnya sendiri.


“Iya, cuma masih kecil Sayang. Gak sabar lihat perut kamu kian menyembul dan bulat kayak para ibu hamil itu,” balas Evan.


Keduanya mengobrol bersama sembari menunggu sampai nomor antrian Andin tiba. Hampir lebih dari setengah jam menunggu, akhirnya nama Andin dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.


“Selanjutnya pasien atas nama Ibu Andini,” panggil seorang perawat.


“Ya,” balas Andin.


Andin pun kemudian berdiri dan memasuki ruang pemeriksaan Dokter Rinta. Serta ada Evan yang mendampinginya.


“Selamat malam Dok,” sapa Andin begitu ruangan Dokter Rinta.


“Ya, selamat malam Bu Andin dan suami,” balas Dokter Rinta dengan ramah.


Dokter Rinta kemudian melihat catatan pemeriksaan Andin di buku yang mereka bawa, lalu mulai menanyakan kepada Andin. “Bagaimana sehat Bu Andin? Apakah ada keluhan?” tanya Dokter Rinta.


Terlihat Andin menggelengkan kepalanya perlahan, “Tidak Dok … saya sehat, hanya saja sekarang lebih merasa mengantuk saja Dok,” jawabnya.


Memang tidak dipungkiri bahwa Andin merasa sehat. Hanya saja akhir-akhir ini dirinya merasa lebih mudah mengantuk.


“Jika mengantuk itu alamiah ya Bu karena memang Ibu Hamil merasa lebih cepat lelah. Yang pasti selalu konsumsi makanan bernutrisi, konsumsi air putih yang cukup, dan beraktivitas ya Bu,” jelas Dokter Rinta kepada Andin.


“Baik Dok,” balas Andin.


“Jika tidak ada keluhan lagi, kita lanjutkan dengan pemeriksaan USG ya Bu,” ucap Dokter Rinta.


Kemudian Andin dibantu dengan seorang perawat menaiki brankar dan USG Gell dioleskan di permukaan kulit perutnya. Dokter Rinta bersiap dengan transducer di tangannya.


“Baik … sekarang usia kehamilan Bu Andin memasuki 18-19 minggu. Berat janin Ibu sekarang 200 gram, kurang lebih besarnya sekarang seukuran buah paprika,” penjelasan Dokter Rinta.


Kemudian Dokter Rinta mulai menekan transducer di tangannya dan mulai mengukur lingkar kepala, panjang tubuh bayi, panjang tangan, dan kakinya. Kemudian memperlihatkan perut bayi, dan letak plasentanya. Semuanya dijelaskan Dokter Rinta dengan begitu detail. Tentu Evan dan Andin begitu senang mendengar dan melihat penjelasan Dokter Rinta.


“Kondisi bayi saya sehat Dok?” tanya Andin kemudian.


“Alhamdulillah,” balas Andin.


Sebab, tidak ada kabar yang membahagiakan selain mendengar bahwa janinnya dalam keadaan sehat dan tumbuh dengan baik. Untuk itu Andin pun memanjatkan syukur kepada Allah untuk anugerah yang sudah luar biasa indah itu.


“Mau lihat jenis kelaminya sekalian Bu?” tanya Dokter Rinta kali ini kepada Andin.


“Mas, mau lihat jenis kelamin Dedek Bayi?” tanya Andin kepada suaminya.


Tampak Evan diam dan seolah tengah berpikir, “Bulan depan saja Dok,” ucap Evan kemudian.


“Baik Pak … jadi disembunyikan terlebih dahulu yah? Ibu Andin dan suami sendiri inginnya memiliki anak berjenis kelamin apa?” tanya Dokter Rinta kemudian.


“Tidak masalah sih Dokter … mau cewek atau cowok tidak masalah,” balas Evan kemudian.


“Benar Pak … mau cewek atau cowok semuanya adalah anugerah dari Tuhan ya Pak. Anak perempuan pun jika dibesarkan dengan baik, diberikan pendidikan tinggi, pasti bisa menjaga harkat dan martabat orang tua,” balas Dokter Rinta.


“Benar Dok … kami tidak masalah dengan jenis kelamin Dedek Bayinya nanti. Apa pun itu, anak adalah karunia dari Allah untuk kami,” sahut Evan yang kali membalas Dokter Rinta.


Begitu pemeriksaan dengan USG selesai, kemudian perawat membersihkan sisa USG Gell di perut Andin dengan menggunakan tissue. Kemudian Andin turun dari brankar dan duduk kembali di samping suaminya.


“Jadi, sekarang … usia kandungan Bu Andin sudah sehat. Hanya perlu dijaga saja Bu. Biasanya di usia ini morning sickness sudah berkurang, plasenta bayi juga sudah ada, sehingga bayi lebih kuat. Sudah diizinkan untuk melakukan hubungan suami istri, hanya saja hindari menekan perut dan utamakan kenyamanannya Istri ya Pak,” pesan dari Dokter Rinta kali ini kepada Evan.


Seakan mendapatkan lampu hijau dari Dokter Rinta, tentu itu menjadi angin segar bagi Evan. Sebab, jika memang hubungan suami istri tidak membahayakan Dedek Bayinya sudah pasti Evan akan lebih rajin menyemai di ladang istrinya itu. Kendati demikian, Evan pun juga pasti akan lebih mengedepankan kenyamanan istrinya. Evan bukan pria egois yang hanya menuntut kepuasan dirinya sendiri, tetapi Evan selalu mengedepankan kenyamanan istrinya itu.


“Nanti saya akan berikan vitamin seperti biasa dan saya berikan kalsium karena janin dalam Ibu Andin akan kian bertumbuh dan juga pertumbuhan tulangnya akan lebih cepat. Pembentukan tulang rawan yang akan berlangsung dengan pesat. Untuk itu, Ibu hamil harus mengonsumsi kalsium. Jika Ibu Andin juga mengonsumsi Susu ibu hamil juga dipersilakan untuk meminumnya secara rutin,” ucap Dokter Rinta kemudian.


Andin kemudian menganggukkan kepalanya. Hatinya terasa lega karena janinnya dalam keadaan sehat. Keduanya mengakhiri pemeriksaan malam itu dengan perasaan bahagia.


Begitu Andin dan Evan sudah berada di dalam mobil, kemudian Andin bertanya kepada suaminya itu.


“Mas, kenapa tadi tidak ingin tahu jenis kelamin Dedek Bayi?” tanya Andin yang ingin tahu mengapa suaminya itu tidak ingin mengetahui jenis kelamin Dedek Bayi.


“Sabar saja, Sayang. Sebulan lagi. Sekalian nanti kita adakan pengajian yah buat kamu dan anak kita. Biar Allah berikan berkah untuk Ibu dan bayinya,” jawab Evan.


Ah, ternyata Evan memilih menunda untuk mengetahui jenis kelamin bayinya karena ingin melakukan pengajian terlebih dahulu untuk istri dan bayinya. Semoga Allah berikan berkah dan perlindungan untuk wanita yang dia cintai dan untuk bayi yang dikandung oleh istrinya itu.