Terjerat Pernikahan Kontrak

Terjerat Pernikahan Kontrak
Membatalkan Kontrak


Selang dua hari, melalui Andin Papa Miko meminta Evan untuk datang ke rumahnya. Sebab, ada hal yang perlu dibicarakan Papa Miko secara langsung. 


"Pak Evan, apakah ada waktu senggang?" tanya Andin kepada atasannya itu. 


"Ada apa, Ndin? Buat kamu, saya selalu senggang," jawabnya. 


"Hmm, begini Pak Evan ... Papa meminta Pak Evan untuk datang ke rumah. Katanya ada sesuatu yang harus dibicarakan oleh Papa," ucapnya. 


Evan tidak langsung mengiyakan, tetapi Evan berpikir terlebih dahulu. Apa yang membuat Papa Miko memintanya untuk datang ke rumah. Lantas, apa yang hendak dibicarakan? 


"Apakah penting?" tanya Evan kemudian. 


"Iya," balas Andin. 


"Baiklah nanti malam, saya akan ke rumah kamu. Mau saya antar pulang sekalian?" tanya Evan kepada Andin. 


Andin dengan cepat menggelengkan kepalanya, "Tidak usah Pak Evan, saya bisa pulang sendiri," jawabnya dengan begitu yakin. 


"Baiklah, kita bertemu nanti di rumah kamu yah," balas Evan. 


Andin hanya membalas dengan senyuman, setelahnya Andin memilih untuk keluar dari ruangan Evan dan kembali ke tempatnya bekerja. Andin pun juga tidak tahu apa yang sebenarnya akan dibicarakan oleh Papa Miko kepada Evan. Hanya saja menurut Andin ini adalah pembicaraan yang serius mengingat Papa Miko meminta Evan untuk datang ke rumahnya. 


***


Begitu malam tiba .... 


Menjelang jam 19.00 malam, Evan Agastya datang ke kediaman Sukmajaya. Evan pun juga tidak tahu apa yang hendak dibicarakan oleh Papa Miko kepadanya. Hanya saja, Evan harus bersiap dengan semua ketentuan yang ada. 


"Permisi," sapanya begitu tiba kediaman Andin. 


"Ya, silakan masuk," terdengar sahutan dari malam rumah dan rupanya adalah Mama Tika yang tidak lama kemudian membukakan pintu. 


"Mari masuk Nak Evan," sapa Mama Tika. 


Evan pun menganggukkan kepalanya, "Malam Tante," sapanya dengan ramah. 


Evan mengikuti Mama Tika masuk ke dalam rumah dan pemuda itu memilih untuk duduk di ruang tamu. Menunggu juga apa yang sebenarnya hendak dibicarakan oleh Papa Miko kepadanya. 


Selang hampir lima menit menunggu, akhirnya Papa Miko, Arine, dan turut serta Andin bergabung di ruang tamu. Tampak Evan melempar senyuman kepada Andin. Namun, Andin hanya menganggukkan kepalanya dan sedikit tersenyum saja menatap Evan. 


"Maaf menunggu lama Nak Evan," ucap Papa Miko. 


"Tidak apa-apa Om," balasnya. 


Mengingat bahwa Evan bukan tipe orang yang berbasa-basi, jadi Papa Miko pun tidak akan berbasa-basi dengan Evan. Cukup langsung berbicara secara langsung. 


"Begini Nak Evan, sebagaimana pembicaraan kami dengan Arine semalam dan juga terkait hiatusnya Arine dari dunia keartisan, Arine sendiri yang meminta untuk membatalkan pernikahan kontrak antara Arine dan juga kamu," ucap Papa Miko sekarang ini. 


Tentu saja Evan sangat setuju dengan pembatalan pernikahan kontrak ini. Sebab, sejak awal memang Evan tidak menginginkan pernikahan kontrak ini. Tujuannya adalah untuk menikahi Andin. Namun, dirinya justru terjerat dalam pernikahan kontrak ini. Lagipula memang pihak Papa Miko yang membatalkan, sehingga semua kontrak pun akan luruh. 


"Apakah ini sungguhan?" tanya Evan untuk memastikan. 


"Iya, Arine memutuskan untuk hiatus dari dunia hiburan satu atau dua tahun. Dia akan pergi ke luar negeri dan melahirkan bayinya di sana. Papa juga minta maaf karena membuatmu menikahi Arine," ucap Papa Miko. 


Namun, Evan bukan orang yang bodoh. Ucapan secara lisan saja tidak memiliki kekuatan hukum. Untuk itu, Evan memilih untuk memanggil pengacaranya sekarang juga. Menandatangani kontrak bahwa sudah tidak ada terikatan antara dirinya dengan Arine. 


"Saya akan menelpon pengacara saya sekarang. Bagi saya, ucapan secara lisan sama sekali tidak memiliki kekuatan hukum. Jadi, lebih baik ada hitam di atas putih, sehingga semua jelas secara hukum," balas Evan. 


Banyak berhubungan dengan banyak orang membuat Evan memang harus mengantisipasi terkait hukum. Dia tidak mau lengah dan orang akan menggunakan kelengahannya untuk melawannya. Lebih baik, Evan waspada dari awal. 


"Apakah lisan saja tidak cukup bagimu?" tanya Papa Miko. 


Dengan cepat Evan menggelengkan kepalanya, "Saya tidak boleh lengah, Om ... secara lisan tidak ada dasar hukumnya. Saya juga tidak mau suatu saat Om Miko menuntut saya dan beralibi bahwa saya lah yang membatalkan kontrak ini," balasnya. 


"Baiklah terserah kamu saja," balas Om Miko pada akhirnya. 


Bukan hanya Evan, Andin pun merasa lega jika pernikahan kontrak antara Evan dan Arine berakhir sudah. Tidak perlu menunggu waktu 12 bulan. Hanya 3 bulan saja pernikahan kontrak berjalan dan sudah membatalkan. Semoga saja tidak ada hal lain yang akan membuatnya dan Evan terus menjauh.