
Selang beberapa pekan berlalu ….
Jika sebelumnya Andin mengambek karena tidak dituruti kemauannya untuk menonton film India di bioskop. Rupanya itu hanya marah sesaat saja, karena siang harinya, usai bangun, Andin memilih melihat film India favoritnya di rumah, dan sedikit mengabaikan Evan. Akan tetapi, setelah puas menonton aktor favoritnya di televisi pintarnya, suasana hati Andin sudah membaik.
Kini, akan menjadi hari di mana Andin akan bersiap untuk mengikuti ujian skripsi. Sebelumnya dia sudah menyiapkan copy skripsi sampai rangkap lima. Baju untuk ujian juga dia siapkan berupa kemeja putih dan rok berwarna hitam.
“Siap untuk ujiannya hari ini?” tanya Evan kepada istrinya itu.
“Iya,” balasnya dengan mempersiapkan alat tulis yang pasti dia butuhkan untuk mencatat pertanyaan yang akan diberikan oleh pengujinya.
Evan pun membantu istrinya itu untuk bersiap, melihat Andin mengenakan kemeja putih dan rok bawahan hitam mengingatkannya pada pertemuannya dengan Andin beberapa waktu yang lalu kala Andin masih menjadi mahasiswa magang di Agastya Properti. Yang berbeda, kini perut istrinya itu kian menyembul karena kehamilannya sudah menginjak bulan keempat.
Tidak mengira pertemuan karena rasa sebal, kini berubah menjadi cinta. Evan kemudian mendekat dan memeluk istrinya itu dari belakang.
“Bumil semoga lancar dan berhasil menjawab pertanyaan dari Dosen Pengujinya yah … nanti begitu selesai, kabarin yah, aku jemput,” ucap Evan.
Andin pun menganggukkan kepalanya, “Iya Daddy … doakan yah, nanti enggak grogi dan bisa menjawab dengan baik,” balasnya.
“Pasti … pasti aku doakan yang terbaik untuk Mommy,” balasnya.
Akhirnya, Evan membawakan berkas skripsi milik istrinya dan kemudian mengantar istrinya itu ke kampus. Sepanjang perjalanan, Andin memilih untuk kembali belajar dan menerka kira-kira pertanyaan apa saja yang akan diberikan kepadanya nanti.
“Ada Bu Arsyilla juga Yang?” tanya Evan kemudian.
“Ada Mas … tapi yang memberikan pertanyaan kan Dosen Pengujinya,” balasnya.
Evan pun menganggukkan kepalanya, “Ya, kalau sudah lulus main ke rumah Bu Arsyilla, terima kasih untuk bimbingannya selama satu semester ini,” balas Evan.
“Iya Mas … nanti yah,” balasnya.
Hingga akhirnya, mobil yang dikendarai oleh Evan sudah tiba di Fakultas Teknik. Pria itu memberikan semangat untuk istrinya, dan berdoa supaya istrinya itu bisa menghadapi ujian kali ini dengan baik dan juga dinyatakan lulus.
***
Selang Beberapa Jam di Fakultas Teknik Arsitektur ....
Sekarang, giliran Andin yang memasuki ruangan sidang. Andin terlihat siap, walau beberapa kali Andin tampak menghela nafas dan juga mengusapi perutnya.
"Adik, Mommy mau ujian sekarang. Doakan Mommy yah, biar Mommy bisa lulus ... deg-degan banget. Dedek bayi dari dalam sini, ikut Mommy ujian," gumamnya dalam hati sembari menghirup nafas perlahan dan mengeluarkan perlahan untuk melakukan relaksasi.
"Saudari Andini Sukmawati, siap untuk mengikuti ujian kali ini?" tanya seorang Dosen yang bertugas sebagai moderator.
Andin pun menganggukkan kepalanya, "Ya, saya siap," jawabnya.
Mulailah Dosen penguji memberikan pertanyaan kepada Andin.
"Dalam penelitian Anda terdapat berapa variabel? Sebutkan!"
Andin pun mulai menjawab pertanyaan tersebut, "Dua variabel, yang pertama Rancang Bangun dan kedua konsep ekologis," jawabnya.
“Kenapa dalam membangun sebuah projek bangunan harus memperhatikan konsep ekologisnya?” tanya Dosen Penguji tersebut.
“Sebab ilmu arsitektur itu berdampingan dengan ilmu alam dan ekologis. Membangun tidak boleh mencemari lingkungan. Membangun sebuah bangun harus memperhatikan segala hal yang termasuk dalam area sekitarnya. Dengan demikian sekalipun membuat bangunan yang megah dan mewah, tetapi lingkungan bisa tetap terjaga keasriannya,” jawab Andin.
"Anda mengadakan penelitian di proyek yang dikembangan oleh Agastya Properti. Nah, sekarang pertanyaannya apakah Agastya Properti sudah melakukan itu?"
Andin hanya berusaha mengingat kuliah khususnya dengan Evan yang tentu lebih banyak tahu perihal obyek di lapangan. Oleh karena itu, Andin juga memberikan jawaban sama seperti yang pernah Evan jelaskan sebelumnya.
Hampir 90 menit, Andin berada di dalam ruangan sidang dan menjawab satu per satu pertanyaan yang diajukan oleh Dosen Penguji. Hingga akhirnya, Dosen berdiskusi dan menyampaikan keputusannya.
"Saudari Andini Sukmawati dengan judul skripsi Studi Rancang Bangun dengan konsep ekologis di Hotel Paradise yang dikembangkan oleh Agastya Properti dinyatakan ... lulus!"
Sungguh, itu adalah pengumuman yang Andin nantikan selama ini. Akhir dari kuliahnya selama 4 tahun akhirnya, dia berhasil berlari di garis akhir. Puncak semua perjuangannya menempuh ilmu, hingga akhirnya lulus juga.
Perjuangan ini terasa lebih istimewa karena Andin juga tengah berbadan dua, ketika tubuhnya lemah dan konsentrasinya sering kali terganggu, tetapi Andin tetap berusaha untuk menyelesaikan semuanya sampai dinyatakan lulus.
Air matanya berlinang begitu saja, dan tentu itu adalah air mata bahagia. Ada calon debay yang sekarang juga turut berjuang bersamanya. Rasanya sangat istimewa.
Arsyilla yang turut dalam sidang itu pun segera berdiri dan memeluk Andin di sana.
"Akhirnya ... lega ya Andin," ucap Dosen cantik itu dengan masih memeluk Andin.
"Makasih Bu Arsyilla untuk bimbingannya yang luar biasa. Saya semula yang bingung, akhirnya bisa sampai lulus," balasnya.
Arsyilla pun tersenyum, "Sama-sama ... sudah jangan nangis, debay kamu ikutan nangis nanti. Si Baby ikut berjuang dan ikutan ujian skripsi loh ini," balas Arsyilla dengan memberikan usapan perlahan di perut Andin yang kelihatan sedikit menyembul itu.
"Iya Bu ... dibantuin Debaynya," balasnya dengan menyeka air matanya.
Keluar dari ruangan sidang, Andin mampir ke ruangan Dosen Pembimbingnya terlebih dahulu. "Bu Arsyilla, boleh saya minta alamat rumahnya?" tanya Andin kemudian.
"Untuk apa?" tanya Arsyilla kemudian.
"Mau main sama sih Bu ... sekalian ketemu sama Duo Princess," balasnya.
Akhirnya, Arsyilla pun memberikan alamat rumahnya kepada Andin, "Silakan datang, tidak usah membawa apa-apa loh," balasnya.
Andin pun tertawa, "Bawa diri saya aja kok Bu," balasnya dengan tertawa.
Keluar dari ruangan Bu Arsyilla, Andin kemudian meminta kepada suaminya untuk menjemputnya. Kali ini, Andin yang menunggu di luar kampus dan berharap suaminya itu akan segera menjemputnya. Rupanya, Evan datang tidak sendiri melainkan dengan Mama dan Papanya yang turut datang.
Ketiganya turun dari mobil Evan dan juga ada Evan yang membawa buket bunga Mawar dalam ukuran yang begitu besar untuk istrinya itu.
"Congratulations, Sayang," ucap Evan.
Melihat kedatangan suami dan mertuanya, Andin pun meneteskan air mata. Benar-benar terharu rasanya. Juga dengan bunga yang dibawakan oleh Evan.
"Makasih Mas Evan," balasnya.
Terlihat Evan yang tersenyum tipis dan merangkul bahu istrinya itu untuk sejenak, kemudian Andin berpelukan dengan Mama Sara dan Papa Belva di sana.
"Selamat ya untuk kelulusannya," ucap Mama Sara dan Papa Belva bersamaan.
"Makasih Mama dan Papa ... jadi repot-repot ke mari," balas Andin.
"Tidak repot ... Mama dan Papa bahagia, kamu bisa menyelesaikan skripsi dalam keadaan hamil. Tinggal menunggu wisuda dan juga sekarang fokus untuk kehamilan kamu," balas Mama Sara.
Ya, bagi Mama Sara sendiri rasanya juga merasa senang karena menantunya bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Ada rasa bahagia dan bangga, Mama Sara yang hanya lulusan SMA saja, semua anak dan menantunya bisa mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Sungguh, begitu bangga dengan pencapaian anak-anak dan menantunya.