Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 97


" Halo .... " sapanya lalu berusaha senyum dan menaruh kantong yang dipegangnya di meja samping ranjangnya Adiknya.


" Halo Cin .... " sapa Mami sambil mengulurkan tangannya dan hendak mencairkan suasana yang lagi canggung itu karena Adiknya melihat reaksi Kakaknya itu yang seakan akan tidak menerima kehadiran Kami disana.


" Halo .... " jawabnya.


" Kamu habis kerja Jel ???? Sori iya untuk yang kemarin itu karena Aku tidak minta ijin dulu sama Kamu. " tanyaku memegang tangannya.


" Iya Cin .... jangan marah marah ih .... Nanti cepat tua loh ... Kita harus menikmati masa hidup Kita dengan penuh senyuman Cin .... " kata Mami dengan suara khasnya hingga Angel senyum melihat ke arah Mami.


" Iya benar itu. " colekku ke Angel.


" Eh .... Mata Kamu hitam dan lesu bangat Jel, Kamu kurang tidur iya ????? Kamu juga harus jaga kesehatan Kamu dong, Gimana Kamu mau jaga Adik Kamu sementara Dia melihat Kamu dengan keadaan letih begini. Iya gak Dek ???" kataku sambil melihat dan memberi kode sama Adiknya.


" Hhmmm.... benar itu. " jawab Adiknya.


Angel langsung menunduk dan menetekan air matanya. Aku langsung memeluk dan mengelus pundaknya.


" Udah jangan dipikirin Jel.... Lewati saja seperti hari hari biasanya. Berkat akan mengalir buat Kamu dan Adikmu. " kataku hingga Dia kembali membalas pelukanku.


Aku juga mengerti akan apa yang Dia pikirkan. Tidak mudah memang baginya menghadapi ini bersama Adiknya.


Beberapa jam disana, Aku dan Mami menguatkan Dia dan memberi semangat untuk Mereka berdua.


" Liat Aku Jel .... Kamu tahu kan bagaimana dulu hidupku setelah kehilangan Orang Tuaku sekaligus. Aku juga yakin bahwa Kamu dan Adik Kamu bisa melewatinya dan Dia bakalan sembuh. Jangan sedih sedih iya.... Semangat .... " kataku senyum.


" Makasih iya Ran .... Kamu sangat baik sama Aku makanya Aku tidak enak sama Kamu. "


" Udah Jel, Jangan merasa gak enak melulu. Kita kan teman dan Aku sudah anggap Kamu sebagai keluarga Kamu. Makanya Kamu juga harus menganggapku sebagai keluargamu juga, Oke!!!! Jangan pikirin yang lain. Yang penting Kita semua sehat dan Adik Kamu bisa kembali beraktivitas seperti biasa. "


" Oke oke. Kamu memang sangat tulus dan berhati mulia sekali. "


" Ini Cin .... Selamat menikmati iya Cin ...


jangan sedih sedih, Tetap semangat iya .... " tambah Mami.


Angel sempat menolak dan merasa tidak enak karena Aku selalu memberinya pertolongan. Aku memaksanya untuk menerimanya dan mengatakan untuk tidak pernah mengatakan apa apa yang menyangkut uang dan yang lainnya.


Aku selalu menekankan ke Dia bahwa Dia keluargaku, Jadi jangan mengatakan yang lain.


Setelah kurang lebih satu jam Kami disana, Kami minta pulang karena Adiknya juga mau istirahat. Angel mengucapkan terima kasih berkali kali samaku hingga Aku memeluknya dan mengelus rambutnya.


" Pokoknya jangan ada yang ditutup tutupi sama Aku iya. " Ancamku.


Dia pun mengangguk dan Kami pamit serta langsung pergi meninggalkan ruangan itu.


Kami berjalan melewati setiap.lorong dan kamar rumah sakit itu.


Sesekali, Aku melirik ke kamar Pasien yang terbuka dan Aku melihat beberapa pasien yang sudah lansia dengan infus dan suntikan jarum di tangannya.


Aku melihatnya iba dan kasihan serta Aku punya niat untuk mengirim beberapa makanan dan buah untuk Pasien yang ada disana.


Aku memikirkan itu dan melihat waktu yang pas supaya Aku bisa belanja sendiri karena terkadang kalau dikasih mentahnya, terkadang pihak manajemennya tidak menjalankan apa yang dikasih tahu dengan jelas. Karena jaman sekarang para pejabat yang berwenang terkadang tidak menjalankan tugasnya dnegan baik walau hanya sedkit dari banyaknya Pejabat.


Belajar dari pengalaman yang sudah Aku lihat langsung di beberapa perusahaan Swasta maupun Negeri bahkan Milik Negara.


Semua yang berkuasa bisa bermain didalamnya dan hanya mempermainkan situasi.


Alangkah baiknya, Jika Aku sendiri yang terjun langsung dan berbagi kasih dengan Mereka walau hanya sedikit.


Akupun menatap Mami dengan senyum sehingga Dia merasa binging dan mengerutkan keningnya karena Aku tidak mengatakan apapun dan masuk ke dalam mobil.