Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 254


" Sayang .... Aku udah otw ke kantor Kamu iya .... Kamu pulang jam 6 kan ??? Maaf iya baru bisa pegang ponsel, Hehehe .... Miss You .... " isi pesan RR membuatku senyum.


Aku langsung beres beres dan bersiap untuk turun ke lobby.


Tidak lama kemudian RR sudah sampai di lobby dan sudah menungguku. Aku langsung turun dan melihatnya sudah menunggu didalam mobil. Aku melihat hanya Dia yang datang, tidak ikut Mami.


Dia langsung turun dan membukakan pintu untukku.


" Halo Sayang .... " sapanya dengan senyum membuatku menatap matanya dengan senyuman.


" Mami dimana Yang, Bukannya Kamu sama Dia ??? " tanyaku saat Dia sudah mulai melajukan mobilnya meninggalkan kantorku.


" Dia dihotel Sayang .... Katanya Brondongnya mau datang. " jawab RR senyum melihatku.


" Oalah ... " kataku sambil menyalakan music di mobil.


" Kita mau ke hotel juga ??? " goda RR main mata.


" Boleh. Sekalian ajah Kita makan disana Sayang ... " kataku.


" Iya iya. " jawabnya sambil memegang atas lututku hingga Aku langsung menoleh kearahnya dengan tatapan melotot.


" Apaan sih Yang ???? " cetusku menjauhkan tangannya.


" Astaga .... Hahahah .... Kamu kasar bangat sih, Aku hanya ingin melihat memar dilututmu Sayang .... Pikiran Kamu kemana mana !!! " katanya sambil menyentil jidatku.


" Aduh ..... " jawabku merintih kesakitan sambil memegang jidatku.


" Hahahah .... Kamu iya ... "


" Ih ... Apaan sih ... Kamunya ajah yang nyosor gitu kan Aku jadi spontan melempar tangan Kamu, Lagian nanya kek, ini main nyosor " cetusku memegang tangannya.


" Kamu mah kasar bangat sayang .... " kata RR geleng geleng sambil fokus mengemudi.


" Hahahaha .... " Aku ketawa dan menggigit lengannya lalu menyendarkan kepalaku dibahunya sembari memeluk tangannya.


" Kamu udah mandi Yang ??? " tanyaku sambil mencium bajunya yang wangi parfumku.


" Belum. Aku dari proyek langsung kesini setelah drop in Mami di hotel. Mau nunggu Kamu sekalian biar mandi bareng. " jawabnya menggodaku.


" Oh gitu iya ...." jawabku dan tanganku mulai membuka kancing kemejanya membuat Dia menahan tanganku yang sudah membuka dua kancing teratas.


" Sayang !! " bentaknya.


" Apasih ???? " jawabku ketawa melihatnya.


" Tolong dong ah .... Lihat tuh ... " jawabnya melihat miliknya yang sudah tegang.


" Astaga ... "


Aku hendak menyentuhnya dan RR langsung menggelengkan kepalanya.


" Baiklah. " jawabku dan hanya memeluk tangannya.


RR langsung menghela nafasnya karena biasanya Aku tidak mau mendengarnya dan ingin mengerjainya.


" Aku capek Yang .... Aku mau ngisi energi dulu. " kataku pelan memejamkan mataku dan memeluk tangan kirinya hingga Dia merangkulku dan mengecup keningku.


Sesekali Dia mengelus rambutku sembari fokus nyetir.


Tidak lama kemudian, Kami sampai di hotel dan langsung menuju ke kamarnya. Mami yang sudah Booking kamar lagi bersantai menunggu Brondongnya sambil menikmati makanan yang dihidangkan oleh Pelayan hotel.


Saat RR membuka kamarnya dan menempelkan kartunya di mesin yang ada di dinding, Lampu kamar pun langsung menyala. Aku yang sudah hapal setiap sudut ruangan itu langsung menuju kasur besar itu.


" Sayang, Aku tidur bentar iya. Aku capek. " kataku menjatuhkan tubuhku dikasur empuk itu setelah menaruh tasku di meja.


" Mandi dulu Sayang .... Aku siapin air hangat di bath up iya, Biar bisa berendam. " kata RR langsung masuk ke kamar mandi.


" Hhhmmm ... " jawabku.


Selesai menyiapkan air rendaman di bath up serta mencampurkan aroma bunga membuat isi kamar mandi itu sangat wangi. RR langsung melepas kemejanya dan menghampiriku. Dia melihatku yang tidur tengkurang sehingga dressku terlihat sangat pendek dan paha mulusku terlihat seksi dan sot yang Aku pake juga terlihat.


Dia langsung menarik dressku kebawah.


" Jangan sampai Orang lain melihat Kamu seperti ini. " katanya sembari menarik dressku ke bawah. Dia gak mau kalau Orang lain melihatku terlihat seksi.


" Ayo bangun .... " katanya duduk disampingku.


Aku memberikan tanganku dan Dia menariknya pelan dan Aku langsung duduk disampingnya.


Aku mengusap mataku sambil berdiri di depannya.


" Tolong Bukain Sayang .... " kataku berdiri didepannya dan membelakanginya.


Aku ingin Dia membuka kancing Dressku yang ada dibelakang.


Perlahan Dia membuka kancing itu serta menyibak rambutku karena Dia mau mencium leher dan punggungku.


Aku sedikit meringis disaat ciumannya mendarat dileherku. Membuatku memejamkan mataku dan mengangkat daguku.


Aku langsung melepas pakaianku setelah Dia selesai membuka kancingnya. Aku langsung berjalan ke kamar mandi diikuti RR.


sampai di kamar mandi, Dia langsung manarik tanganku hingga Aku terdekap dipelukan dadanya yang kekar itu.


Aku bisa dengan jelas mendengar dwtakan jantungnya.


" Kamu harus bertanggung jawab. Tadi Kamu sudah membuatku tegang, Dan Kamu harus bertanggung jawab untuk itu Sayang ... " bisiknya sambil meremas milikku yang kembar itu.


" Aaargghh ... Hhmm ... " Aku mendesis hebat.


Benar katanya, Aku harus bertanggung jawab karena Aku yang membangunkan pusara miliknya itu.