
" Sayang, Kamu tidur ???? " panggil RR saat menutup pintu kamarnya dan melihat ke arah kasurnya.
Aku tidak menjawabnya dan Dia langsung menyalakan TV nya dan membuka lemarinya.
Dia langsung mandi dan tidak mau menggangguku dulu.
Tidak lama Dia setelah selesai mandi, Datang ke arah kasur dan membangunkanku.
" Sayang .... Bangun, udah jam 7 nih, Kamu mandi dulu yuk .... " kata RR sambil mengelus rambutku.
Aku merengek karena dibagunin RR dan tidur lagi sambil memeluknya yang sedikit menunduk mengelus rambutku.
" Mandi dulu iya .... Hayo bangun Yang ... "
" Bentar lagi Yang .... Aku ngantuk bangat.... " kataku pelan sambil memeluknya erat hingga Dia akhirnya duduk menyamping di atas kasurnya.
" Hayolah Yang .... Biar Kita makan. Aku lapar nih .... "
" Kamu makan duluan ajah iya .... " kataku masih memejamkan mataku.
" Gimana Aku bisa makan, Tanganmu melingkar di tubuhku dengan erat. " goda RR.
" Hehehehe ..... 5 menit ajah .... Aku masih ngantuk Yang, Enak bangat tidurnya. " kataku sembari membuka mataku sedikit dan melihatnya dengan senyum.
" Hayolah, Aku lapar Yang .... " kata RR sedikit merengek.
" Makan sama Mami dulu iya .... Hmm ???? " kataku mengelus pipinya.
" Mereka belum pulang Yang .... Gak enakakan sendiri, Aku mau Kamu temanin Aku Yang .... " kata RR sembari manyun.
" Lah, Mereka kemana tuh ???? Kamu udah telepon ??? " tanyaku sembari duduk.
" Belum. Mungkin Mereka jalan jalan kali. Ayolah Kamuandi gih Yang ... " jawab RR sembari memegang tanganku.
" Kamu udah mandi iya ???? "
" Udah. Baru ajah. Hayo dong, Aku lapar nih ... Aku gak mau makan sendirian Yang ... " kata RR memegang perutnya.
" Iya udah. Aku mandi dulu iya .... Oh iya, Aku kan mau zoom meeting .... Ponselku mana iya ??? " kataku sambil turun dari kasur dan melihat ponselku di sofa.
" Jam berapa meetingnya Yang ??? "
" Nah itu Dia, Aku gak tahu. Agus tadi bilang Aku yang ngabarin ke Dia. Oh iya, Dia udah chat Aku nih .... " kataku sambil membuka ponselku dan melihat RR dengan nyengir.
" Iya udah iya udah .... Kamu mandi dulu deh nanti habis makan baru zoom iya ... "
Aku mengangguk sambil berjalan kearah Dia yang masih duduk di atas kasur sambil membuka ponselnya.
Aku langsung memeluknya erat.
" Why ???? Are You Oke ???? " kata RR pelan sambil mengelus punggungku.
Aku mengangguk tapi masih dengan memeluknya. RR mengelus elus punggungku lembut sambil membuka ponselnya dan menelpon Mami.
" Halo Mi, Kalian dimana ???? " tanya RR.
" Halo Cin ... Kami masih diluar nih .... Ada yang mau Aku beliin. Bentar lagi Kami mau pulang kok. " jawab Mami.
" Oh iya udah .... Hati hati Kalian Mi. " kata RR lalu menutup panggilannya.
Aku langsung melepas pelukanku dari tubuhnya RR dan menatapnya dengan senyum lalu mencium pipinya.
" Muach .... Muachh ... Muachh ... "
" Hei, Kamu kenapa ??? Tumben ??? " kata RR sambil senyum dan sedikit heran melihatku yang tiba tiba mencium pipinya. Karena Aku jarang barang melakukan itu, Palingan hanya memeluknya.
" Aku mandi dulu iya ... " kataku sambil mengedipkan mataku sehingga RR senyum senyum melihatku sambil menggelengkan kepalanya.
Aku langsung mandi sementara RR mengerjakan pekerjaan kantornya saat Aku mandi karena dua hari lagi Dia akan ikut ke Indo walau Aku sudah melarangnya.
" Hayo makan Yang .... " kataku sambil berjalan keluar dari kamar mandi.
" Keringin dulu rambutmu itu. Nanti Kamu masuk angin Yang .... " kata RR yang melihat kepalaku ditutupi dengan handuk.
" Nanti ajah Yang habis makan. Masih basah bangat. Biarin ajah begini. " kataku sambil ngaca.
" Iya udah ayo ..... "
Dia langsung memegang tanganku dan berjalan keluar dari kamar menuju ruang makan.
" Kayak mau nyebrang ajah deh Yang, Pegangan tangan mulu. " kataku merasa sedikit aneh dan geli.
" Oke kalau diluar gak apa apa. Ini dirumah loh, Gak harus gitu juga kali .... "
" Udah jangan banyak ngomong, Aku makin lapar nih .... " katanya sambil merangkulku.
Dia langsung membuka tudung saji yang ada di meja makan dan mengambil nasi.
" Udah Aku ajah Yang .... Kamu duduk ajah disitu. " kataku sambil menyendokkan nasi ke piringnya.
Dia senyum melihatku saat Aku sibuk melayaninya.
" I Love You. " katanya senyum sambil melihatku.
Aku langsung duduk disampingnya dan mulai makan setelah Dia memimpin Doa.
Terkadang Dia menyuapiku walau piringku masih ada makanan. Dia benar benar perhatian dan penuh kasih sayang.
Aku selalu berharap, Dia jangan pernah berubah apapun yang terjadi. Biarlah kasih sayang dan ketulusannya sampai selamanya untukku.
Dia selalu memanjakanku sehingga Aku terkadang merengek dihadapannya karena sudah terbiasa dimanjakan.
" Kamu mau meeting apaan nanti Yang ??? " tanya RR sambil memberiku minum.
" Aku mau produksi beberapa barang baru Yang dan modelnya juga baru. Jadi Aku mau samplenya benar benar sesuai desain yang Aku kirim. Biasanya sebelum produksi, pasti Kami meeting dulu Yang dan ternyata itu meetingnya sudah beberapa hari yang lalu bersama Klien lain. Eh Aku mala lupa, hehehe .... " jawabku nyengir melihatnya.
" Bisa bisanya Kamu lupa ???? Kamu mikirin apa emang ??? " kata RR kembali menatapku dengan sedikit melotot.
" Iya namanya juga lupa Yang ..... " jawabku melihatnya dengan sinis karena melotot samaku.
" Udah biasa ajah matanya ..... Habisin nasimu itu. " jawab RR sambil menahan senyumnya.
" Kamu mah apa apa marah gak jelas. Kan Aku bukannya sengaja lupa. " kataku tanpa melihatnya.
" Siapa yang marah Yang ???? Aku kan cuma ngasih tahu Sayang, biar kedepannya Kamu jangan sampe lupa lagi. Kan kasihan juga Kamu harus zoom meeting malam malam. " kata RR sambil menjewer kupingku.
" Aish .... Sakit ah .... " kataku sambil memukul tangannya.
" Biar Kamu gak lupa Yang ..."
" Aku kayaknya mau ubah jadwalnya ajah deh jadi besok soalnya Aku ngantuk nih .... Malas bangat juga. " kataku nyengir sambil memegang tangannya supaya Dia gak marah.
Karena Dia orangnya selalu bertanggung jawab dan tidak mau menunda nunda pekerjaannya apalagi sudah dijadwalkan meeting. Sebisa mungkin Dia akan mengikuti dan menjalankannya kalau bukan alasan yang sangat tidak bisa ditinggalkan.
" Yang, jangan gitu ah .... Kan Kamu yang menyarankan untuk meeting, Masa Kamu juga yang batalin padahal Kamu bersantai santai doang ???? Gak boleh gitu, Kasihan juga mungkin Dia karena sudah stand by dan bahkan sudah menunggu link dari Kamu. Bisa jadi kan Dia batalin acaranya hanya untuk bisa meeting dengan Kamu ??? Udah jangan banyak alasan nanti Kamu meeting ajah, Aku akan temanin Kamu. Habis itu nanti Aku pijitin Kaki Kamu. Kan Kamu bilang tadi kram kan ???? " tatapnya tegas melihatku.
" Yang .... " gerutuku manja dan merengek.
" Gak ada alasan apapun itu. Jangan pura pura merengek atau apapun itu gak bakalan mempan samaku kalau soal kerjaan. "
" Haallllaaa .... Kalau Aku bilang sesuatu saat Kamu kerja pasti Kamu akan ninggalin kerjaan Kamu juga !! " cetusku tidak mau kalah.
" Itu beda persepsi Sayang .... "
" Sama ajah !!!! " jawabku manyun.
" Udha jangan bawel deh Kamu !!!! Nanti Aku temanin Kamu jadi gak ada alasan Kamu malas atau apalah itu. Habis Kamu meeting terserah Kamu mau minta apa. "
" Iya iya. Eh, Tapi benar iya Aku mau minta apa ajah Kamu mau ???? " ancamku sambil menunjukknya.
" Iyaaaaa. " jawabnya menyentil hidungku dan berdiri lalu mencuci tangannya di wastafel.
" Aku besok yang bawa mobil Kamu ke kantor iya Yang .... Aku ikut Kamu besok iya. " kataku sambil mengikutinya dari belakang dan melihatnya menggosok tangannya dengan hand wash.
" Gak boleh!!!! " cetusnya singkat dan menarik tanganku ke arah wastafel lalu menggosoknya.
" Ih ... Kamu mah .... Katanya tadi apa ajah ... Awas, Aku ajah . " cetusku ngambek dan menarik tanganku dan menggeser tubuhnya dari wastafel itu.
" Jalanan disini sama di Indo beda Yang !!!!! " jawab RR sambil menggigit bibirnya karena geram melihatku yang merengek minta mengemudi.
" Ah terserah Kamu deh .... " cetusku lalu mengeringkan tanganku menghiraukannya.
" Hhmm ... Iya iya. " jawab RR membuatku spontan balik badan dan melihat Dia dengan senyum sumringah.
" Seriusan Yang ??? " tanyaku dengan senang.
" Iya. "
Aku langsung mendekatinya dan mencium bibirnya.
" Muuuacchh .... "