Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 30


" Setiap Kamu melakukan begituan, ada sisi dimana Kamu muak gak dan tidak mau melakukannya ??? "


" Gak pernah sih Ran ... Kareena itu kebutuhan Ran... tiao hari juga main ayo.... Karena itu bisa menghilangkan stress dan rasa capek Kita. Kamu mending coba deh. Pasti Kamu ketahihan Ran, Aku bisa jamin itu. Aku ngomong begitu karena Kamu tidak mau menjalin hubungan dengan laki - laki kan ??? iya udah salah satu cara biar bisa menikmatinya, iya begitu. Kalau Kamu gak memuaskan hasrat Kamu, Kamu akan lebih stress sih menurutku. "


" Tapi kalau misalnya Kamu lagi pengen begituan dan lagi gak ada yang booking Kamu. Itu Kamu ngapain ??? "


" Iya menikmatinya dengan sendiri lah dirumah wkwkwkwk.... "


" Kamu gak merasa sakit di bagian itu kalau setiap hari begituan ???"


" Gak Sai... Aku malah biasa saja sih, tapi waktu pertama kali melakukannya, iya sakit dan perih tapi kalau sudah terbiasa, enak enak ajah. Mungkin karena sudah tidak perawan lagi iya, jadi udah masuk langsung plong. Jadi sudah tidak perlu usaha keras lagi untuk memasukkannya ke lobang itu. Hhhmm ... kalau sudah masuk, tidak ada lagi keraguan langsung sodok sodok terus..... Tapi tidak tahu yang lain iya ??? " jawabnya sambil kemungkinan memikirkannya karena wajahnya seperti naik hasrat.


" Berarti Kamu tidak merawat punya Kamu dong Nay ???? Makanya setiap main udah langsung masuk saja. Makanya Pelanggamu susah ngasih tip sama Kamu. Kamu harus merawatnya agar terlihat rapat terus, iya minimal Kamu massage lah itu barang agar wangi dan awet. Kan itu aset Kamu, wkwkwkwk " gerutuku menggodanya.


" Aku Orangnya mageran Saiii, Kamu tau Aku kan ??? " katanya menatapku dengan matanya terbelalak.


" Iya... Kamu Orangnya pemalas. Tapi setidaknya Kamu minum jamu atau apa Nay biar enak gitu. Masa Kamu setiap berhubungan sama Orang langsung masuk begitu saja???? tidak ada sensasi untuk berusaha memasukkannya lagi dong karena sudah babblass. " bisikku pelan mendekatkan wajahku ke Dia sambil main mata.


" Iya sih tak coba nanti minum iya, Saiii. Thank You loh sudah perhatian. " jawabnya sambil mengedipkan matanya.


" Iya Kamu Temanku. Wajar dong kasih saran. Maksudku biar tip Kamu ada dari si Pelanggan itu. Karena kan kalau Dia puas Dia akan senang sehingga memberikan tip sa Kamu, Nay. Atau gak Kamu jangan berharap naik tarif deh tapi Kamu berpikir saja bagaimana melakukan service yang hot sehingga Dia tidak bisa melupakanMu. Nah dari situ pasti Kamu akan dapat. Trust Me.... " kataku sok ngasih saran.


" Wah .... Kamu luar biasa Ran ..... Seakan Kamu pemeran utamanya. Kamu tahu caranya. " jawabnya sambil tepuk tangan.


" Iya karena menurutku itu sama hal nya dengan Kita menjalin kerja sama, Nay. Kalau Kita melakukan service dengan benar maka akan berlangsung lama. Gitttccccuuuu loh .... " jawabku tertawa.


" Iya benar sih. Tapi gimana iya Ran, Aku kalau udah main iya main dengan gayaku sendiri apa adanya. Apa yang Aku punya. Makanya kadang Aku malas untuk merawatnya lebih dalam. Cukup Aku sajah yang Oke penampilannya dari luar, Kalau soal si Dedek mah layaknya pada umumnya ajah. Iya kalau sudah berkali kali melakukannya, iya wajar sudah tidak rapat. Tapi yang penting enak dan nikmat Ran ..... Dan yang terpenting itu, Sodokan itu yang buat nikmat luar biasa. ******* ******* yang Kita keluarkan sama Pasangan itu hal yang luar biasa menurutku karena kalau sudah masuk, Maka kenikmatan sudah jadi milik Kita. Jadi tidak menguras energi buat masuk mencari cari mana lobangnya. Wkwkwkw.... Coba deh, Kamu akan merasakan itu dan saat Kamu sudah melakukan itu, Kamu akan mengerti maksudku. Karena susah Sai, menjelaskannya. Hikssss.... " Dia menatapku.


" Tapi Kamu pernah iseng gak sih mempidiokan Kalian saat lagi melakukan itu ???? "


" Gak pernah. untuk apa ??? kan bukan hanya hari itu saja Aku bisa melakukannya. Kapan Aku mau, iya udah langsung cusss ...


" Astaga Nay ..... obrolan macam iki ???? wkwkwk " kataku sambil menyeruput minumanku dengan sedikit merasa kepanasan sambil kipas - kipas.


" Tuh kan???? Kamu kayaknya menginginkannya deh. Iya Kita per peran ajah kalau ngomong, Aku selalu terbuka sama Kamu karena Kamu Teman terdekatku sekaligus tempatku minta tolong, hehehe ...."


" Dasar ...."


" Iya Kita sesama yang sudah Dewasa wajar membicarakan hal ini Sai, biar sedikit rileksss... Jangan tegang - tegang amat kan Saiii..."


" Yupsss... "


" Makanya cobain, mantul dah pokoknya."


" Pengen sih, Nanti tak coba. "


" Jangan nanti - nanti, kenalan sama Pria ajah Kamu ogah ogahan, bagaimana ceritanya mau nyoba ??? nyoba sama siapa woee ??? " katanya tertawa.


" Liat saja nanti. Kamu akan kalah jauh. " cetusku jutek.


" Wahhhh Aku takut!! " sambil geleng geleng.


" Saat ini Aku ingin bermain di ruangan berkaca gitu, Ran .... kayaknya seru deh, sambil memandang dari lantai atas dan bermain. Imajinasiku langsung kemana - mana. " katanya sambil menggigit jarinya.


Aku langsung menampol kepalanya karena kelihatan sudah ingin melakukan itu walau sebenarnya juga Aku menginginkannya.


Dia langsung menatapku dan " Ran .... Aku becek nih.... Pengen main... Ayokk pulang, Aku mau nelpon Mamiku dulu. Apa ada yamg mau di gencot. Sialan .... "


Aku pun tersenyum geleng gelang melihatnya. Bahkan saat cerita saja bisa menggiurkan seperti ini. Apalagi sudah melakukannya??? Pasti lebih seru.