
Ajakan dan rayuan selalu diucapkan tanpa henti samaku, berharap Aku menerimanya untuk jadi kekasihnya atau simpanannya.
" Terima kasih atas tawarannya, Tapi Maaf bangat Aku gak bisa. " kataku sembari menunjukkan wajah sedikit senyum.
" Bibirmu benar - benar seksi, Apalagi isi tubuhmu yang selalu membuatku tidak bisa untuk tidak menolehnya. Honey .... Kamu benar benar membuatku ingin dimasuki saat ini juga. Kamu harus bertanggung jawab lagi untuk itu. " bisiknya sambil mencium telingaku.
" Dengan senang hati Sayang ....Aku akan benar benar memuaskanmu malam ini ...." jawabku sambil meraba setiap dadanya itu.
Kami langsung bercumbu lagi, bermain tanpa henti. Setiap denyut nadi terdengar jelas ditelingaku. Malam ini benar benar nikmat dan puas setelah sudah beberapa lama tidak melakukannya.
******* yang diakhiri dengan jeritan itu jelas terdengar ditelingaku.
" Aduh Sayang ... Aku sangat capek... Aku mencintaimu. " gumam Dia sambil mengecupku.
" Iya udah istirahat dulu sana .... " jawabku sambil mengelus rambutnya karena Aku juga sudah lumayang letih dan capek juga.
Aku tidak tidur tapi langsung mandi. Setelah selesai mandi, Aku menelpon Mami apakah Mereka sudah selesai apa belum.
Saat Aku telepon, Terdengar suara Mami yang yang centil seperti pada umumnya suara para Bencong mendesah hebat sehingga Aku langsung merinding dan mematikan teleponnya.
" Aisshhh .... Dasar bencong satu ini. " cetusku sambil mengepal tanganku melihat namanya di HPku.
Aku melihat Dia yang masih tidur pulas dan Aku mendekatinya serta mengecup bibirnya lalu berbisik. " Sayang ... Aku duluan iya .... "
Dia hanya menggerakkan badannya dan kembali tidur. Mungkin karena enak bangat makanya Dia sampai pulas. Aku langsung pergi dan memberi tahu ke Mami bahwa Aku sudah pulang.
Aku benar benar kembali fresh walau milikku masih nyut nyutan sedikit perih. Mungkin karena sudah beberapa lama tidak melakukannya sehingga masih terasa berdenyut denyut.
******
Aku langsung tidur pulas malam itu tanpa sedikitpun terbangun. Bagun bangun tau taunya udah pagi jam 6. Aku langsung turun dan menuju ke taman depan untuk berolahraga.
Sudah lumayan lama tidak olahraga sehingga badanku terasa berat sekali. Aku mwnghabiskan waktu berolahraga tidak terasa hampir dua jam.
" Tumben Kamu bangun pagi. " kataku sambil mengecilkan volume headsetku.
" Iya Non .... Aku tadi habis olahraga pagi, lari lari di depan komplek. " jawabnya sembari merentangkan tangannya dan menggerak gerakkannya.
" Oh iya ??? itu Kamu yang masuk tadi ??? Aku kirain Bibi. "
" Gak hehehe ..."
" Tumben sekali Kamu olahraga, Kamu udah punya pacar iya ...? '' godaku sama Dia.
" Laaahh ... Emang harus punya pacar dulu Non baru bisa olahraga ??? " jawabnya sembari malu- malu.
" Iya gak sih. Masalahnya gak biasanya gitu loh ... Biasanya masih pada ngorok kan dikamar ???? "
" Hehehe ....Biar kayak Non badannya bagus. Ini perut sudah luamyan buncit, jadi harus olahraga dulu .... " jawabnya senyum.
" Olahraga itu bukan hanya untuk menginginkan tubuh yang bagus Rat ... Yang penting sehat .... Nah iya benar bangat nih, Kamu bisa lakukan seperti ini Rat .... Ini juga salah satu mengecilkan perut. " kataku melakukan prank.
" Iya sih Non ... Oh iya ???? " Dia langsung mengikutinya.
Pertama tama Dia tidak bisa meluruskan kakinya kebelakang karena belum terbiasa. Dan saat melakukannya juga tangannya gemetaran hingga Dia jatuh tertidur.
" Pertama gitu emang Rat .... Nanti Kamu bakal ngerasin perutmu kayak gemetaran juga saat melakukan prank ini. Coba ajah perlahan, luruskan kakimu kebelakang dan tahan dengan kedua tanganmu. Lihat saja seperti yang Aku lakukan ini. 5 menit saja sudah cukup untuk pemula, Nanti lama lama bisa semaumu atau sebisamu. "
" Kayaknya Non gampang bangat melakukannya. "
" Iya karena sudah terbiasa Rat .... Dulu juga pas pertama melakukan ini sama kayak Kamu kok. Yang penting itu niat. " jawabku menatapnya.
" Baiklah .... Aku harus semangat ...... " jawabnya mengepal tangannya.
Aku melanjutkan olahraga lainnya sementara Ratna sudah duduk santai sambil bermain HPnya.