Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 195


" Sampai kapan Kita begini Yang ??? " tanya RR setelah hampir 5 menit Aku tidak melepaskan pelukanku dan melirikku kebelakang.


" Iya udah nih .... Baru bentaran doang .... Kalau Kamu bisa berjam jam. " kataku melepas pelukanku dan berjalan melewatinya.


" Hei, Hei .... " Dia langsung menarik tanganku dan memelukku didadanya.


" Bukan gitu Yang .... Kita makan dulu iya ??? Kan tadi Kamu bilang Kamu lapar, Nanti sepuasnya deh Kamu mau meluk atau mau ngapain ajah, Iya ???? Hhhmmm ... Liat Aku dong .... " kata RR memegang pipiku dengan kedua tangannya dan senyum.


" Nanti Aku udah gak mood. " jawabku datar dan menatapnya.


" Jangan gitu dong ah .... Iya udah iya udah .... Kamu mau ngapain??? Hhmm ??? " tatapnya melihatku dan tidak mau membuatku marah.


Aku menatapnya beberapa detik lalu memejamkan mataku dan berjinjit sedikit mengecup bibirnya lembut.


Dia langsung membalasnya dna memegang leherku untuk bercumbu.


******* demi ******* dan kecupan demi kecupan Kami berbalasan. Aku melingakarkan tanganku di lehernya dan menikmati kecupannya.


Aku melepaskannya dan memeluknya serta memejamkan mataku.


RR yang sudah tahu Aku membiarkanya dan mengelus pundakku.


Dia tahu bahwa kalau Aku sudah kayak gitu, Itu artinya Aku ingin menenangkan diri.


" Kita makan dulu iya ??? " kata RR lembut.


Aku mengangguk dan membuka mataku. Dia langsung memegang pundakku dan merangkulku berjalan keluar dari kamar.


Kami melihat beberapa pekerja dirumahnya itu lagi menutup beberapa pintu dan gorden rumahnya.


Rein ternyata sudah nongkrong di dapur bersama Mami dan Mba nya. Untung saja Rein sedikit mengerti bahasa indo sehingga Mami bisa mengajaknya ngobrol walau terkadang Rein mengerti akan apa yang dikatakan Mami tapi tidak tahu mengucapkannya.


" Makan yuk .... " kata RR sambil melihat Mereka yang lagi duduk santai di kursi dekat meja makan.


" Iya makan yuk, Aku lapar nih .... Kita dari tadi nungguin Kalian ... " jawab Rein sambil nguyah.


" Iya udah iya udah .... Ayok .... "


Mba langsung merapikan meja makan dan langsung menyiapkan makanan serta beberapa persiapan untuk berbequan.


" Tuan, Berbequannya disini apa di luar ??? " tanya Mba nya.


" Diluar ajah Mba. Biar enak. " jawab Rein.


" Iya diluar ajah. " tambah RR sambil membuka panci yang sudah berisi bumbu tomyamnya.


2 Orang Mba nya langsung merapikan meja yang diluar tempat berbequan dan merapikan kursi.


Mami juga ikut walau sudah dilarang sama RR.


" Gak apa apa Sayang ... Gak enak juga kan cuma ngeliatin doang, Kalau masih bisa ngebantu iya Kita bantu. " jawab Mami sambil nguyah entah apa yang Dia makan sama Rein.


" Tuh .... Dengar. " kataku melihat RR.


Dia hanya menatapku dengan bola matanya sambil senyum.


" Ngapain Kamu senyum senyum ??? " cetusku berdiri dan keluar melihat Mereka yang lagi rapih rapih.


" Kak, Gimana udah mendingan belum bintik bintik merahnya ??? " tanya Rein mengikutiku dari belakang.


" Iya udah mulai gak ada nih. " jawabku sambil memperlihatkan tanganku.


" Syukurlah. Berarti Kakak gak bisa makan sembarangan dong iya ???? "


" Biasanya sih gak pernah alergi atau keracunan makanan Re, Mungkin karena Aku baru pertama makan makanan kemarin itu kali makanya kayak langsung syok ini badan, Hehehe .... " jawabku senyum menatap Rein.


" Iya sih Kak. "


" Kamu makan apa sih ???? Dari tadi nguyah bae sama Mami ??? "


" Makan daging bakar Kak, Hehehe .... Habisnya Kalian lama bangat. Kita keburu lapar deh .... "


" Tadi juga Kita udah kedapur pas Kamu masih mandi, Iya udah Aku ngolesin salep dulu sembari nunggu Kamu. "


" Udah udah sini, Kalian mau makan gak ???? " panggil RR sama Kami berdua karena Kami berdiri di samping taman rumahnya.


" Wah .... Anginnya enak nih .... '' kataku.


" Udah ayok Kak, Udah dipanggil tuh sama Bos nanti Dia ngomel samaku. " kata Rein sambil senyum melirik RR yangelihat Kami dari tadi.


" Kayaknya Dia baperan deh Orangnya iya Re ... "


" Wah bukan lagi Kak, Ini ajah Aku ngobrol sama Kaka ajah tuh Dia ngeliatnya sampe biji matanya mau keluar. Cemburuan sekali, Untung ajah Kakak sabar sama Dia. " bisiknya di depan RR membuatku tersenyum melihat Rein.


" Itu Mbanya gabung sama Kita ajah Yang ... " kataku melihat RR yang lagi sibuk menyalakan kompor.


" Mereka gak mau itu. " jawabnya sambil membantu Mami memasukkan beberapa pisboll dan bakso serta daging ke dalam panci bumbu tomyamnya.


" Why ??? " tanyaku mengerutkan keningku.


" Tapi udah ada buat Mereka juga gak Yang ??? '' tanyaku sambil duduk disampingnya.


" Ini ajah nanti diambil, Soalnya udah disini semua. Kita ajah yang masak. Nanti kalau udah matang baru Kita panggil Mereka. Mereka pada mau mandi dulu kali. " jawab RR melihatku dan memegang tanganku serta memberi sumpit.


" Oh .... "


" Selamat makan semuanya .... " kata Rein.


" Selamat makan Cinta .... ' jawab Mami.


" Selamat makan ..... " jawabku.


Kami menikmati berbequan yang sudah masak serta tomyamnya.


" Wah .... ini benar benar enak bangat .... " kataku sambil makan lalapan sayurannya.


" Iya enak bangat Cin .... Ini sih lebih dari yang di Restoran Restoran itu. Makyus .... " kata Mami sambil makan geleng geleng kepalanya saking menikmatinya.


" Iya bumbunya enak bangat kan Mi, Mba nya pintar bangat dah ngeraciknya. "


" Nah, Aaaaa .... " kata RR memberiku daging bakarnya beserta dibalut sayuran.


Aku langsung membuka mulutku dan menguyahnya.


" Hhhmmm .... Thank You Sayang .... "


Rein langsung mengambil minuman dingin dari kulkas.


" Nah ... ini perpaduan yang pas. " kata Rein sambil membuka botolnya dan mengisi gelas Kami masing masing.


" Chherrrsss .... "


" Cheeerrrsss ..."


" Arrrggghhh .... "


" Mantap ..... "


Aku mengambil di mangkok kecil kuahnya serta beberapa isian tomyam itu.


" Enak bangat .... Astagaaaa .... Aaaaa... " kata Mami sambil membuka mulutnya karena langsung memasukkan kemulutnya masih panas.


Kami ketawa melihat kelakuan Mami. Aku melihat RR yang tertawa lepas dan sangat bahagia sekali.


" Nanti Kita main game ya ??? " kata Rein.


" Yes. Oke." jawab Mami dengan sigap.


Ternyata Mereka berdua sudah bersekongkol untuk membuat beberapa game saat di dapur tadi.


Aku sama RR langsung saling tatap tatapan dan mengerutkan kening lalu melihat Mereka berdua yang asyik oseng oseng berbequan itu sembari senyum senyum.


" Eh, Panggilin Mba nya Yang .... Ini udah matang nih banyak. " kataku.


" Iya iya. Bentar Aku panggilin. " jawab RR sambil berdiri dan pergi ke dalam.


Mbanya dan RR datang serta Mereka membawa beberapa mangkok kecil.


Aku langsung mempersilahkan Mereka mengambil tomyamnya dan daging bakarnya Aku sudah tarih satu piring serta beberapa lalapan sayuran.


" Ambil yang banyak dong Mba .... Itu masih banyak yang belum matang. Eh Bumbunya enak bangat Mba .... " kataku senyum menatap Mereka.


" Makasih Non ...."


" Silahkan sialahkan .... " kata Rein.


" I love this .... " kata Mami sama Mba nya membuat Kami tertawa mendengar Mami mengatakannya dengan spontan.


" Makan disini ajah Mba .... " kataku.


" Didalam ajah Non ... Hehehe .... "


" Iya udah gak apa apa. Pokonya ambil yang banyak Mba. " jawabku senyum.


" Makasih iya Non, Tuan ... " kata Mereka lalu masuk kedalam.


" Sama sama Mba. "


Aku mengantar satu piring lagi daging bakar dan satu mangkuk tomyam ke Mereka lagi.


" Makasih Non .... " kata Mereka senyum melihatku.


" Sama sama. Dihabisin iya, Disana masih banyak iya Mba. "


" Iya Non .... "