Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 50


Aku capek dan sudah lemas karena hari ini sangat menikmatinya dengan beberapa kali permainan. Ditambah lagi durasi nya yang cukup lama membuat Kami merasa sama sama lemas dan capek.


" Malam ini Kamu tidur disini kan ??? " tanyanya mulai manja.


" Kenapa ??? Mau lagi ???? " godaku mencubit hidung mancungnya.


" Istirahat dulu Sayang .... Aku capek " katanya memelukku.


" Aku juga capek. Aku puas sekali. " jawabku.


" Me too Sayang. ''


Kami menghabiskan malam itu dengan penuh dekapan dan kecupan tanpa menghiraukan panggilan dan pesan yang masuk ke HP ku begitu juga Dia.


Sungguh nikmat bisa melepas segala hasrat yang begitu menggebu gebu dengan penuh gairah.


Aku begitu merasa sangat puas malam itu hingga Aku terbaring lemas dan tidur dipelukannya.


Kami tertidur pulas malam itu hingga paginya, Dia menatapku dengan senyuman manis dan indah di wajahnya membuatku sedikit canggung saat membuka mataku.


" Jam berapa ini ??? " tanyaku sembari membuka mataku perlahan.


" Apa tidur Kamu nyenyak ???? " katanya menatapku senyum.


" Hmmm . " anggukku senyum.


" Muuacchh .... I Love You. " katanya mengecup kening dan bibirku.


Aku hanya senyum menatapnya dan mengelus wajah mulusnya.


" Aku mau mandi dulu. Pesanin kopi dong Sayang .... " bisikku sambil mencium lehernya lalu beranjak duduk.


" Oke oke .... Mandilah sana Aku udah siapin air hangat di bath up. "


" Makasih Sayang .... "


Aku langsung mandi dan berendam di bath up. Aku memejamkan mataku dan melepaskan semua dahaga dan lelah yang ada ditubuhku. Kunikmati air hangat yang masuk ke tubuhku dengan tenang.


Hampir setengah jam Aku berendam disana dan memejamkan mataku hingga Dia memanggilku dari dalam kamar.


" Honey, Are You Oke???? "


" Iyaaa ..."


" Kok airnya gak kedengaran ??? Kamu berendam kah ??? "


" Iyaaa. Bentar iya, Aku mau udahan kok. " jawabku sambil berdiri menuju shower.


Aku merasa lebih fresh dan segar setelah mandi.


Kulihat Dia yang sudah menikmati kopi yang sudah diantar pelayan. Aku langsung memakai pakaianku lalu menghampirinya.


Dia menyuapin Aku roti yang ada di depannya. Aku membalut rambutku dengan handuk karena masih basah.


Dia menyuruhku duduk disampingnya lalu memijit kepalaku dan pundakku dengan lembut. Dia mengeringkan rambutku dengan handuk itu.


" Hmmm Kopinya enak Yang ... " kataku.


" Iya .... Kamu mau makan apa ???? "


" Aku belum lapar Yang .... "


" Nanti Aku antar pulang iya.... "


" Gak usah. Kita bareng ke Hotel Kamu ajah, kan mobilku ada disana. Nanti Aku pulang sendiri ajah. Eh tapi kayaknya Mami udah disana deh, soalnya Aku telepon kemarin untuk datang kesana. Kayaknya Dia nginap disana deh. " kataku lalu mengambil HPku.


" Astaga .... Kamu udah ngabarin Dia kalau Kita disini ???? "


" Belum.... Aku lupa Yang!!!! " jawabku dengan sedikit gak enak takut Mami menunggu disana.


" Iya udah iya udah telepon ajah. "


Aku langsung membuka HP dan ternyata benar, Mami sudah menelpon 10 kali ke nomorku. Aku langsung buru buru menelponnya sembari menatap Diaa.


" Halo Mi..... Lagi dimana ???? " kataku pelan.


" Kok Kamu baru nelpon sih Cin ... Kamu gak lihat berapa panggilan masuk dariku ??? wah Kamu benar - benar iya .... Kamu menyuruhku kesini tapi tidak kelihatan batang hidungmu. Aku bete disini menunggu sendirian kayak Orang gila. "


" Mi .... maaf iya Aku lupa nelpon. Mami masih disana ???? Aku kesitu iya. Tungguin, jangan pergi. Iya ???? "


" Aduh untung Sayang kalau gak ???? udah tak peduli. '' cetusnya dengan suara khasnya Dia.


" Hahaha.... dasar Kamu. Masalahnya Aku gak Sayang sama Kamu. Gimana dong ??? " cetusku dengan suara ketawa.


" Itulah Kan.... Kamu selalu membuatku sakit hati. "


'' Udah udah .... tunggu disana iya. Bye Mami Sayang.... Lpoh You... " kataku pelan.


" Aarrrgghhh Aku merinding. "


Aku langsung mengajak Dia untuk segera cek out karena Mami masih di hotelnya. Kami langsung turun dan ke arah resepsionist untuk melakukan cek out.