Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 116


" Tolong jangan Diam saja Sayang .... Aku bingung harus gimana. Aku gak mau memaksa Kamu untuk melakukan apapun tanpa seijin Kamu. " katanya pelan di depan wajahku dan Aku bisa merasakan suara khas yang keluar dari mulutnya Dia.


Aku menangis dan memeluknya erat. Menenangkan diriku. Entah kenapa Aku kok tiba tiba seperti ini.


Lumayan lama Aku menyenderkan kepalaku di bahunya hingga memejamkan mataku.


" Mau istirahat di kamar ???? " tanya lembut RR yang masih melihatku memejamkan mataku.


RR langsung menyuruh Petugas Hotel itu untuk mengantar pesanannya ke kamar ajah.


RR memegang tanganku dan berjalan menuju kamarnya yang berada satu lantai dengan ruangan itu.


Dia langsung membuka pintu kamarnya dan masih menggenggam tanganku ke arah kasur. Aku langsung tidur dan Dia menyelimuti tubuhku.


Dia duduk disampingku sambil mengelus elus lembut rambutku hingga Aku tertidur pulas.


Saat Mami sampai di Hotel itu, RR langsung menyuruh untuk menginap di Hotel itu saja karena Aku lagi tidur.


Mami pun langsung meng iyakan dan Petugas langsung mengantarami ke kamarnya dan menyiapkan beberapa makanan dan minuman seperti yang diperintahkan RR.


" Terima kasih iya sudah tulus menjaga Ranti. " kata Mami sebelum menutup teleponnya.


" Sama sama Mi. Aku akan menjaganya semampuku, Mi. Semoga Dia tidak menganggapnya seperti yang ada dipikirannya, Iya.. "


" Iya iya. "


Hampir setengah jam Aku tidur, Sementara Dia menyelesaikan beberapa pekerjaannya sembari menungguku bangun.


Dia berjalan kearah tempatku tidur dan duduk disampingku. Dia menatap wajahku yang ayu dan polos hanya menggunakan liptink saja, Bibirnya mengulas senyum.


Dia mendekatkan wajahnya kearahku, ******* bibirku yang menggodanya. Aku merasakan ada sesuatu dan ada ******* di bibirku dan membuka mataku perlahan.


Tubuh kekar dan gagahnya serta pandangan manisnya sudah berada diatasku.


" Sayang .... " lirihku melepaskan lumatannya sambil melihatnya dengan mata yang masih rada ngantuk.


Aku langsung memeluknya sementara Dia perlahan menciumi seluruh wajahku karena gemas sambil ketawa menggelitikiku.


" Sayang ... " bisikku.


Aku menginginkannya yang bisa memberikan rasa aman, nyaman dan tenang yang tidak pernah Aku dapat dari siapapun.


Aku melingkarkan kedua tanganku di lehernya Dia dan mulai terbuai akan permainan Dia.


Dia menggerakkan seluruh badannya diatasku hingga Aku sedikit ngap.


Dia mulai mengarah ke areaku dan mulai mencoba memasukkannya. Sungguh susah dan penuh usaha Dia melakukan itu.


" Aarggghhh .... " gumamnya sambil menatapku senyum sumringah.


Dia seakan tidak percaya bahwa Milikku masih keset dan sempit sehingga Dia selalu berusaha untuk memasukkannya.


Dia seakan tidak percaya bahwa tenaganya sudah hampir habis mengayun dan memompa.


Aku juga seakan tidak percaya bahwa Tubuhnya dan permainannya sudah membuatku begitu ingin mendekap selamanya bersamanya. Aku kecanduan akan dirinya dan semua yang ada padanya jauh berbeda dengan Orang lain.


" Hhhmmm ... Aaaaauu.... " Aku mendesah begitu Dia masuk.


Begitu juga Dia sangat menikmatinya. Apalagi saat terdengar suara disaat kedua milik Kami saling bersatu, Dia merengis keenakan. Dia menggigit bibir bawahnya sambil merem melek mendesah.


" Mmmmm .... ''


Aku terus merasakan hangat nafasnya sampai ke wajahku. Dia selalu menari nari diatasku sambil menggenggam tanganku.


Aku memejamkan mataku, dan meregangkan kakiku lebar. Sungguh indah saat bersamanya. Suara Kami terdengar begitu mesra di dalam kamar itu.


Akhirnya Kami ambruk bersamaan dan Dia tidur disampingku. Tenaga Kami seakan benar benar habis hingga tak sempat membersihkan diri.


RR mendekatkan tubuhnya kearahku dan memelukku erat serta mwngecup mesra. Aku memejamkan mataku dan merasakan denyutan denyutan nafas Kami berdua.