
Setelah RR menyelesaikan pekerjaanya dan Mami sudah bangun, RR langsung membangunkanku dan mengajakku untuk pergi karena sudah sore juga.
" Kita jalan jalan ke Mall iya Mi. " kata RR.
" Oke Cin .... Tapi itu Ranti kayaknya masih ngantuk tuh. Liat ajah matanya masih merah. " jawab Mami sambil melihatku.
" Iya nih Aku ngantuk bangat dan capek. " jawabku lesu.
" Tuh kan, Apa tadi Aku bilang Yang .... Gak usah ikut panen !!! " tatap RR melotot melihatku karena Aku ngeluh.
" Udah gak usah ngeliatnya gitu. " jawabku sambil memegang kepalaku sambil memijitnya.
Mami senyum melihat RR yang melotot samaku.
" Eh Rein udah turun tuh di lobby. Dia chat Aku. " kata Mami.
" Ayok .... " kataku sambil berdiri lalu membawa tasku serta syal dan merapikan rambutku.
RR menggenggam tanganku keluar dari ruangannya hingga ke Lobby.
Saat berada dilobby, Satpam yang ada disana langsung Tappingin RR dan Kami sambil menyapa.
Rein yang melihat langsung melambaikan tangannya sementara Resepsionist tadi langsung berbisik sama Temannya saat melihat Kami keluar bersama RR ditambah RR menggenggam tanganku.
" Aku sama Mami ajah biar ada Temanku. " kata Rein.
" Oke Cin .... " jawab Mami main mata.
Mami dan Rein langsung masuk ke dalam mobilnya Rein yang sudah berada di depan Lobby dan mobil RR berada dibelakang mobil Rein.
Kami langsung masuk kedalam mobil dan Aku melihat Resepsionist itu masih memperhatikan Kami hingga pergi.
" Aku masih ngantuk nih Yang .... Nanti bangunin Aku iya. " kataku melihat Dia yang lagi membalas beberapa pesan dari ponselnya.
Dia langsung melihatku lalu mengelus kepalaku.
" Makanya tadi Aku bilang apa Yang .... Jangan capek capek, Lihat tuh mata Kamu !!! " katanya walau kesal tapi tetap mengelus kepalaku dengan lembut.
" Bukan capek tapi ngantuk. " jawabku ngeles.
" Ngantuk karena capek kan ???? Gigit juga nih lama lama.... " jawab RR sedikit gelelng geleng melihatku.
Aku langsung menyenderkan kepalaku di bahunya dan memegang tangannya.
" Wangi bangat sih rambut Kamu Yang ... " katanya sembari menciumnya.
" Emang Aku pernah gak wangi ??? Gak mandi ajah Aku wangi. " cetusku.
" Hahaha ..... Iya juga sih. Malam Kita itu iya ... "
" Apa ???? "
" Itu loh, Enak enak .... " jawab RR senyum sembari melihat ke kaca spion.
" Ogah ah .... Aku capek. " jawabku sembari senyum memejamkan mataku.
Dia langsung diam karena Dia tidak mau memaksaku lalu Aku memeluknya, Melingkarkan tanganku di pinggangnya.
" I Love You Sayang .... " kataku pelan membuat Dia senyum senyum sendiri karena Aku jarang bangat ngomong begitu sambil menyenderkan kepalanya di kepalaku.
Setelah sampai di lobby mall, RR membangunkanku dan mengelus pipiku.
" Hayo Yang .... Kita sudah sampai. Kita makan dulu iya soalnya Aku lapar. " kata RR sambil membenarkan rambutku.
" Iya. '' jawabku lalu RR membuka pintu mobil dan keluar serta mengulurkan tangannya untuk Aku pegang.
Kami berempat langsung masuk ke dalam Mall itu sebelum keluar dari mobil, RR sudah memberikan uang untuk makan sama Supirnya sekalian beli kopi.
" Mau makan apa Kak, Mi ???? " tanya Rein sembari Kami berjalan.
" Me too Re. Aku gak mau makan yang aneh aneh. " jawabku sambil senyum sama Rein mengingat kejadian kemarin.
" Kita makan Shabu Shabu ajah iya. Biar gak ada yang perlu dikhawatirin. " jawab RR melihatku sambil merangkulku.
" Boleh tuh. "
" Iyap. "
Kami langsung masuk ke Restoran dan memesan beberapa paket Shabu Shabu.
Sembari menunggu dihidangkan, Aku ke toilet.
Aku lumayan lama ditoilet karena BAB dulu.
Aku berjalan kearah meja yang dimana RR, Rein dan Mami sudah duduk disana.
Jarak kurang lebih 5 Meter dari meja Mereka, Aku melihat ada Dua Orang Wanita yang memanggil RR dan melambaikan tangannya kearahnya sembari berjalan ke meja itu.
Aku milhatnya sembari berjalan juga kesana dan Aku pikir itu Pacar atau Kenalannya Rein.
Tidak ada reaksi atau tanggapan dari RR hinga Wanita itu setengah menunduk untuk cipika cipiki sama RR dan tidak ada tolakan juga dari RR.
Wanita itu langsung duduk dikursi sebelah RR. Aku melihat Rein tapi Rein hanya mengangguk pelan sehingga Aku duduk disamping Rein.
RR yang melihat Aku sudah balik dari toilet seketika Dia tegang bangat melihatku.
" Bi, Apa kabar ??? Sudah berapa tahun Kita tidak ada komunikasi. Aku cari nomor Kamu kemana mana tau Bi. " kata Wanita itu dan hendak memegang tangan RR.
Tapi RR langsung menyingkirkan tangan Wanita itu sehingga Dia tidak sempat memegang tangannya.
" Aku minta maaf Bi. Aku benar benar minta maaf. " katanya.
Aku masih tidak tau itu siapa dan apa permasalahan Mereka. Aku biasa saja walau RR selalu menatapku dengan mata berkaca kaca tapi Dia tidak bicara sama sekali.
Tapi Pelayan di restoran itu langsung menghidangkan beberapa masakan paket shabu shabu yang Kami pesan.
" Wah Kalian mau makan ???? Boleh gabung gak ??? Kami gabung iya Bi. " katanya sembari merajuk melihat RR dan Kami.
" Uummm .... "
" Boleh boleh .... Silahkan. " jawabku memotong perkataaan Rein.
RR menatapku dengan menggelengkan kepalanya seakan Dia menjawab bahwa Dia tidak mau makan bersama Wanita itu. Dia tidak mengalihkan tatapannya dariku sedetikpun.
Aku hanya senyum melihatnya sementara Rein, Aku lihat masih bingung. Tapi karena Aku sudah meng iyakan bahwa Mereka bisa makan sama Kami maka Rein senyum melihatku sama Mami serta menepuk pundak Mami pelan.
" Terima kasih. Oh iya, Kenalin Saya Jasmine dan ini Teman Saya. " katanya memperkenalkan dirinya serta menyodorkan tangannya.
" Halo, Saya Ranti dan ini Teman Saya juga. " jawabku senyum.
" Hai Rein ... " sapanya.
'' Hai. " jawab Rein judes tanpa melihat Wanita itu.
Mami melihatku yang bersikap tenang menghadapi Wanita itu.
Aku punya banyak pertanyaan dalam hatiku tapi Aku menyimpannya. Tanpa merasa canggung seperti Rein dan RR, Aku langsung menyalakan kompor listrik yang ada dimejaku sama Mami dan Rein. Sementara Wanita itu ikut menyalakan juga karena Dia beda meja denganku.
Dia satu meja dengan RR dan Temannya itu.
Beberapa bahan bahannya Aku masukin, Begitu juga Mami dan Rein ikut membantuku.
Kami seketika senang dan tertawa tanpa mempedulikan Mereka yang ada di meja sebelah.
RR selalu menatapku dan Aku senyum menganggukkan kepalaku dan berkata " Its Oke. "