Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 227


" Kenapa disaat bersama Kamu, Aku selalu manjanya minta ampun ??? " kataku meliriknya manyun.


" Itu tandanya Kamu sayang sama Aku. Jadi Kamu itu tidak mau jauh jauh dari Aku dan maunya dekat terus. " jawab RR senyum sambil mencolek hidungku.


" Masa ???? " tanyaku sambil terkekeh.


" Iya Sayang ....Muach .... Makanya jangan jauh jauh dari Aku, Nanti Kamu kangan ... '' kata RR sambil memainkan hidungku.


" Bukannya Kamu iya ???? " ledekku sambil menggodanya.


" Hhm ???? Emang iya kah ??? " jawabnya sambil memelukku erat.


" Iya. Kamu kan cemburunya udah kayak seperti over dosis. " jawabku sambil menggigit pelan telinganya.


" Hahaha .... Kamu iya, Selalu membuatku tidak bisa jauh dari Kamu. Dan selalu ingin lengket sama Kamu. "


" Permen karet kali ah lengket, Hahaha .... Udah sana, kerja lagi .... " jawabku sambil menyentil hidungnya.


'' Peluk bentar, Biar Aku ada tenaga.... " katanya sambil memelukku.


" Dasar Kamu .... Heheh .... " jawabku sambil mengelus punggungnya.


RR kembali ke meja kerjanya setelah memelukku, Sementara Aku menelpon Bibi.


" Halo Bi .... Apa kabar ??? "


" Baik Non ... Nona apa kabar ??? "


" Baik Bi. Mau dibawain apa Bi ??? Besok Aku pulang. '' kataku senyum.


" Gak usah lah Non. Heheheh, yang penting Kamu sehat sehat, itu udah buat Bibi senang. Kamu habis nangis Non ??? mata Kamu sembab dan bengkak ???? " tanya Bibi membuatku dan RR saling tatapan.


" Gak Bi. Aku habis bangun, Bi. Hehehe .... Kangen juga sama Bibi. " jawabku bohong.


'' Oh gitu ..... Jangan sedih sedih iya Non .... "


" Iya Bi. Siap ...... Gimana keadaan rumah ??? "


" Baik Non. "


" Jangan capek capek iya Bi. "


" Iya iya Non .... "


" Iya udah iya Bi ..... Dadahhh .... ''


" Iya Non ..."


Aku menunggu RR dan Rein yang masih sibuk kerja. Sesekali, Aku duduk disampingnya sambil memeluknya karena merasa bosan.


Sorenya, Aku turun untuk beli kopi karena disebelah kantornya RR ada cafe kecil khusus jualan kopi dan beberapa cemilan.


Aku turun ditemani Rein karena RR tidak mengijinkan Aku untuk turun sendiri walau Aku sudah menyakinkannya untuk sendiri tapi tetap saja tidak diijinin.


Saat Kami keluar beberapa Karyawan sedang melihat ke arah Kami dan beberapa diantaranya menyapa Rein.


" Wah wah .... Pak Rein udah go public iya sekarang .... " kata salah satu dari Mereka.


" Halo Bu .... " sapaku senyum.


" Wah, Aku kirain pacarnya Pak Rein. Maaf iya Pak ...... Para Karyawan udah gak patah hati dong iya, Hahaha .... "


" Hahaha.... Banyak iya yang nge fans sama Adekku ini ???? Tadi juga pas Saya di toilet beberapa Orang menggosipi Dia. " kata senyum sambil melihat Rein.


" Iya banyak Bu. Hampir semua deh Karyawan disini mengagumi Pak Rein dan Pak RR. Panutan memang .... "


" Nah tuh Re, Tinggal milih toh Kamu. Jangan galau galau mulu ... Hahahah "


" Iih Kak, Apaan dah .... "


'' Tadi Karyawan juga pada gosipin Ibu. Penasaran Ibu siapanya Pak Rein dan Pak RR... "


" Hehehehe .... Saking nge fans nya iya, Jadi tidak mau ketinggalan berita tentang Idolanya . "


" Biasalah Bu, Anak anak jaman sekarang. "


" Hehehe.... Sampaiin ajah Bu kalau Rein emang lagi cari jodoh, Hahaha .... "


" Iya udah iya Bu, Kita ke depan dulu. Ayok Kak..... " jawab Rein langsung menarik tanganku sehingga membuatku ketawa dan mengangguk untuk permisi sama Staffnya itu.


" Cie cie yang banyak fans nya ..... " godaku sambil meliriknya senyum.


" Ih apaan deh Kak..... " jawabnya sambil senyum.


" Gak apa apa lah Re .... Mungkin kan siapa tai jodoh Ku salah satu dari Mereka. Gak salah toh ???? "


" Iya gak mungkin lah Kak..... !!! ''


" Why ???? "


" Iya gak mungkin dong Kak, Itu hanya sebatas mengagumi dan menyukai. Kan Kita gak juga sebenarnya. Bisa jadi Mereka menyukai karena alasan tertentu dan gak seperti yang Kita harapkan. "


" I know. But ------ ''


" Udah ah Kak. Aku malas bahas bahas soal itu. Sedikasihnya sama yang Diatas saja. Aku gak berharap banyak. Karena Aku udah memikirkan semua termasuk nasehat nasehat Kakak dan Abang. "


" Semangat Dekku. Kakak dan Abang pasti selalu dukung Kamu. Pokoknya pesan Kakak, Jangan melihat dari kecantikan. Kamu harus lihat dari isi hatinya dan ketulusannya. Soal kecantikan itu hanya bonus. ''


" Nah ini nih yang Aku harapkan. Ada gak sih satu lagi ajah Wanita yang seperti Kakak ???? " tatapnya penuh harap melihatku membuatku jitak kepalanya.


" Aish .... Serius Kak ..... !!!! ''


" Kamu banyak banyak Doa ajah Dek. Mungkin salah satu dari Mereka, kan Kita tidak tau ??? .... ''


" Kenalin napa Kak sama teman Kakak ??? Hmm ???? ''


" Mau ???? "


" Mau mau. Mau bangat Kak..... "


" Tuh Mami, Hahahahah .... "


" Astagaaaaaa Kak .... !!!!!???? "