
RR selalu memelukku hingga membuatku tidak nyaman karena nanti Pekerja dirumahnya berpikir aneh tentang Aku.
" Yang .... awas dong ih .... Gelenjotan mulu dah ah ... sakit tau ?!!! " kataku kesal melihatnya serta mengerutkan keningku.
Dia malah makin menciumiku dan menempel terus.
" Astaga .... Nanti Aku gak mau lagi disini. " ancamku membuat Dia langsung melepasku.
" Kamu mah ngancam mulu Yang ... " jawab RR .
" Lagian, Ngapain kayak gitu coba .... Kan Akunya capek Yang ... " kataku ketawa.
Tidak lama setelah Mami selesai mandi dan dandan, Kami langsung menuju kantor RR.
Sebelum berangkat, Aku disuruh minum obat dulu dan RR membawa obatku.
Dia membawa beberapa buah di Tupperware karena Aku makannya dikit.
Dimobil, Aku hanya main game dari ipadku sembari makan buah yang dibawain RR.
Tidak lama saat Aku main game, Ada pesan masuk dari Agus dan Aku langsung membukanya.
Wah .... Aku kaget dan ikut senang juga karena Dia mengirim undangan pernikahannya.
" Waooow .... Mi, Agus mau nikah .... " kataku.
" Hah ??? Masa ??? Serius Cin ???? "
" Iya. Ini Dia barusan ngirim undangan pernikahannya samaku. Semoga Dia bahagia sama Pasangannya itu. " kataku.
" Iya. Dulu Dia kan dekatin Kamu juga, Udah move on mungkin Dia iya. Epppsss .... " kata Mami keceplosan sambil melihat RR dari Spion nyengir.
" Its Oke Mi, Hehehe ... Aku udah resmi Pacaran sama Ranti. " jawab RR senyum sambil melirikku.
" Whhhaaaaattttttt ????? Waowww .... " jawab Mami sambil melirik Aku dan RR seperti mengintrogasi.
" Iye Mi. Baru tadi Aku ngasih jawaban ke Dia. Udah ah .... Eh itu si Agus, Ternyata Dia sebenarnya baik loh .... "
" Kenapa Kamu bilang tiba tiba baik ??? Bukannya dulu Kamu ilfil dan benci sama Dia karena Dia ngejar Kamu mulu ??? "
" Bukannya Aku pernah cerita sama Mami bahwa Aku sama Agus pernah ngobrol dan nongkrong bareng. Banyak hal yang Dia ceritain sama Aku. Ternyata dibalik kekayaannya ada sisi dimana Dia sangat kesepian dan menyimpan cerita. "
" Kenapa ???? karena sisinya yang lain kah Cin ??? "
" Iya itu salah satunya Mi. Mungkin Dia gak tahu sama siapa cerita dan mengutarakan isi hatinya karena kan kedua Kakaknya sudah pada nikah dan mungkin Dia enggan atau tidak enak untuk cerita sama Mereka. Makanya Aku meng iyakan untuk ajakan nongkrongnya kemarin itu dan ternyata emang iya. Dia ternyata penyendiri juga soalnya di Cafe tempat tongkrongan itu Dia sudah dikenal sama semua pekerja disana. Karena setiap Dia suntuk, Dia memilih untuk kesana sendiri. "
" Oalahhhh .... Trus itu calon Istrinya bagaimana ceritanya ??? Dijodohin ???? "
" Iya lah .... Semoga saja Mereka bahagia iya. Trus kapan nikahnya ??? Kamu datang ???? ''
" Masih dua minggu lagi Mi. Iyap datanglah Mi, Gak enak juga kan sama Papanya Dia yang sudah baik dan menganggap Aku seperti Anaknya sendiri. Nanti Kamu temanin Aku iya Yang .... " lirikku sama RR sambil senyum.
" Baik Sayang .... Apa sih yang gak buat Kamu ... "
" Aishhhh .... Aku meleleh sekali mendengar itu. Kamu beruntung sekali Cin ... " jawab Mami baper melirikku.
Aku hanya tersenyum geleng geleng melihat kelakuan Mami.
Supir langsung memasuki kawasan perkantoran disana, dan tidak lama Kami sampai dan parkir di lobby.
" Kita sampai .... " kata RR merapikan rambutku.
" Wah .... Disini bagus bagus bangat iya bangunannya Sayang .... beda sekali sama di Indo. " kata Mami.
" Iya Mi. Hayo turun. " jawab RR.
Kami langsung turun dari mobil dan masuk kelobby disambut oleh Satpam.
" Pak, Rein udah datang belum ???? " tanya RR.
" Kayaknya belum kembali deh Pak. Tadi keluar soalnya. " jawab Satpamnya.
" Oh gitu. Makasih iya Pak. " kata RR.
Kami berjalan menuju lift dan RR memegang tanganku. Aku tidak melihat Karyawan lalu lalang karena Kami datang sudah habis jam makan siang.
Setelah berada dilantai 4, Kami langsung keluar dari lift itu dan berjalan kira kira 20 meter dari lift.
RR membuka pintu dan mempersilahkan Kami masuk bersama Mami.
Aku melihat ruangannya itu snagat luas dan rapih di tata dengan buku buku pajangan.
Dari pintu terlihat meja kerja RR yang sangat bagus dan rapih dan tidak jauh dari sana ada kursi sofa untuk tamu.
Kami langsung duduk disofa sementara RR langsung ke meja kerjanya. Dia menelpon Resepcionist dan memesan beberapa minuman.
RR menelpon Rein dan ternyata Dia sudah diperjalanan balik ke Kantor habis meeting dengan klien.
Saat RR kerja, Aku juga kerja dari Ipadku sementara Mami lagi asyik angkat Kaki
sambil membuka buka medsosnya.