Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 66


Satu bulan berlalu, Aku masih disibukkan dengan meeting setiap hari, apalagi sudah emndekati akhir tahun bakal banyak project baru untuk butikku yang akan segera launching.


Manager yang Aku rekrut pun sangat sangat bisa membuatku mengapresiasinya kerena Dia begitu teliti dan gercep sekali. Serta mempunyai ide ide baru untuk model dan karya baru untuk baju baju yang akan segera launching.


Project pertama Dia untuk tahun ini, hanya sedikit yang Aku bantu karena idenya begitu luar biasa. Aku hanya tinggal cek dan ricek apa yang akan Dia buat.


Aku memberi dukungan penuh sama Dia agar Dia lebih percaya diri. Aku bangga sama Dia walau Dia baru lulus S1 nya tapi Dia benar benar bertanggung jawab.


Hari ini Aku menghadiri undangan dari Agus dalam rangka acara ulang tahun Perusahaanya. Acara diadakan mulai sore hari ini di sebuah hotel berbintang.


Sebenarnya Aku malas untuk datang, tapi berhubung Dia salah satu vendor Butikku maka mau tidak mau Aku harus datang. Sebelum datang, Aku menyempatkan untuk ke Butik dulu melihat dan membantu beberapa pekerjaan disana karena orderan lagi naik naiknya lewat online, ditambah lagi customer customer yang datang langsung.


Hari ini juga Mami datang kesana untuk mengambil baju yang di PO nya berhubung hari ini sudah masuk.


Di depan butik, Aku berdiri dan menatapnya. Aku betapa bersyukur dan beruntungnya bisa memiliki ini semua. Aku memperluas Butikku dan membeli gedung yang disampingnya sehingga Butikku makin luas dan mewah.


Terkadang Aku masih belum percaya sama diriku sendiri karena sudah sampai sejauh ini. Mengingat dulu untuk bisa bangkit saja masih berpikir berkali kali.


" Hei... " kata Mami yang datang tiba - toba dari belakang dan mengagetkanku.


Aku kaget dan melihat ke belakang dan ternyata Mami.


" Aisshhh.... ngapain bengong berdiri disini ???? nanti kesambet loh .... " kata Mami sedikit mendorongku.


Aku tertawa kecil sambil geleng geleng. Lalu masuk bersama Dia.


Ternyata benar dugaaanku, Customer banyak yang antri untuk bayar dan beberapa karyawanku lagi melayani yang lain serta packing pesanan dari Online.


Mba Lala Manager di butik juga ikut turun tangan untuk scan barcode membantu Ratna.


Aku juga langsung ikut turun tangan membantu begitu juga Mami.


Seperti biasa, Dia selalu menghibur para customer customer yang lagi berbelanjan dengan cara merayu dan berjoget bersama karena di butik Memang sengaja di pasang music agar tidak terlalu sepi.


Dia berjoget ala ala princes membuat Mba Lala sontak ketawa kencang karena baru pertama kali ini Dia melihat Mami.


" Ah Kamu bisa ajah ... " jawab Mba Lala menirukan suara Mami.


" Ah Kamu Ah .... " centil Mami mencolek Mba Lala.


" Wah ... Astaga ... Aku merinding ih ... " jawabnya sambil memegang tangannya yang dicolek Mami.


" Ahhhh Aku jadi sedih ... Apa Colekanku seperti hantu yang lewat sehingga membuatmu merinding ??? astaga .... tolong bantu Aku.... " kata Mami sambil mendekat ke Seorang Customer dengan raut wajah seperti memohon.


Melihat tingkah Mami, Semua langsung ketawa senang.


" Setiap datang kesini, Aku selalu menghibur para customer. Tapi pemilik Butik ini tidak pernah memberikan diskon samaku. Luar biasa memang pelitnya Dia itu. Dasar .... " katanya sambil geleng geleng.


" Ngapain dikasih diskon sama Kamu yang punya uang banyak, harusnya makin dimahalin aturan... " jawabku.


" Itulah kan emang sungguh angkuh dan pelit sekali ini pemilik Butik. Untung jualannya bagus bagus kalau gak ????? "


" Gak akan ada yang beli kan ??? " sahutku ketawa.


" Nah ... untung Kamu tahu. Tapi kasih lah diskon Saiii .... Pada mau kan semua ???? " tanya Mami melihat ke semua customer.


" Iya mau dong ...... "


" Tuh pada mau Saiii.... habisin stok Cin .... " liriknya ke Aku sambil main mata.


" Awww.... Aku berdebar debar nih .... Iya udah silahkan yang belanja hari ini dapat potongan 20 persen iya.... Silahkan di borong .... " jawabku sambil memegang dadaku.


" Wah .... Kamu memang benar benar yang terbaik .... Ai lap you ... " jawab Mami menatapku senyum.


" Aishhh Aku pengen muntah jadinya. "


" Tuh kan Dia gak pernah percaya bahwa Aku bersungguh sungguh mengatakan itu. Kan gak harus pacar mengatakan hal itu Cinta.... "


" Iya iya iya .... ''