Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 156


Poselku berdering didalam tas. Dan sejak Aku pingsan sampai saat ini, Aku belum memegang Poselku.


RR langsung mengambilnya karena Perawat lagi memasang infus dari tangan kananku.


" Sus, Aku masih merasa panas nih bandanku. Ada obat gak ??? Kepalaku juga masih panas bangat. " kataku.


" Iya bentar iya Kak, Aku cek suhunya dulu. Nanti Dokter yang datang kesini bentar lagi. "


" Okedeh. "


RR memberikan ponselku tapi panggilan sudah mati.


Setelah selesai memeriksa dan memasang infus, Perawat itupun pergi meninggalkan kamarku.


" Gimana Kamu bisa buka ponsel, Kan tanganmu diinfus Yang .... " kata RR duduk disampingku.


" Bisa kok, Pelan pelan Yang. " jawabku.


" Nanti berdarah lagi loh. Udah istirahat dulu. Nanti ajah buka ponselnya itu. " kata RR melihatku yang menggeser geser touch screen Ponselku.


" Wait Yang, Bentar ajah .... Aku balas chat dari kantor dulu iya. " kataku sambil membalas beberapa chat dari chat grup kantor.


" Halo, Malam semuanya .... Maaf iya baru respon malam ini. Untuk acara meeting besok tolong wakilkan iya Mba dev, Dan untuk proses penandatanganan dokumen, Boleh kirimkan ke Aku pdfnya iya biar Aku cek dan tanda tangani. Tapi kalau agak lama, Maaf iya Teman Teman semua. Dan untuk beberapa hari kedepan Saya akan cuti berhubung Saya pagi tadi tiba tiba sakit dan masuk RS. Mohon doanya semuanya iya, supaya cepat pulih dan


bisa masuk kantor dengan cepat. Malam ... " isi pesanku di grup kantor.


Aku juga mengirim pesan ke HRD untuk memberi tahu bahwa Saya lagi sakit dan mau memperpanjang cutiku.


Aku melihat pangilgilan telepon dari Pak Steve ada 5 kali dan mengirim pesan untukku. Aku hanya membacanya tanpa membalasnya.


Aku langsung meletakkan Ponselku karena RR sudah memilih diam dan duduk di sofa serta menonton TV.


Dia melihatku dan mengambilkan segelas air putih dari meja. Dia memegang gelasnya saat Aku minum lalu kembali duduk lagi.


Mungkin Dia udah malas ngomong samaku makanya memilih untuk diam, Darupada kesal.


Aku bingung mau ngomong apa sama Dia karena Aku sadar Aku keras kepala dan tidak mau mendengarnya tapi disisi lain, Aku tidak mau Dia terlalu berharap samaku.


Aku takut suatu hari nanti Dia kecewa makanya Aku selalu menghindari yang namanya menjalin hubungan.


Tidak lama setelah Aku menatap dan memandanginya yang tiduran disofa sembari menonton TV, Aku tertidur mungkin karena pengaruh obat juga.


Tidak lama, RR berjalan kearahku karena Aku tidak memanggilnya atau mengajaknya ngobrol.


Dia duduk disampingku dan mengelus rambutku. Dia memegang keningku dan Aku kaget karena tangannya yang dingin tiba tiba menyentuh keningku yang panas.


Aku kaget dan membuka mataku.


" Kenapa Yang ???? " tanya RR memegang tanganku.


Aku tidak menjawabnya tapi Aku memiringkan posisi tidurku kearah Dia dan memegang tangannya serta memejamkan mataku kembali.


AC diruangan itu suhunya 16 derajat dan sudah dingin tapi Aku masih merasa kepanasan. RR mencium keningku dan mengelus punggunggku.


" Jangan sakit sakit Yang .... Cepat sembuh ya .... " bisik RR menciumku.


Tidak lama kemudian, Mami datang dan melihat Kami yang tertidur. RR tertidur juga disampingku dan memegang tanganku.


Mami yang melihat itu terharu dan sedikit cemburu melihat RR yang begitu baik dan cinta sama Aku sepenuh hati sampai Dia rela menemaniku disaat Aku sakit.


Mami langsung iseng mengeluarkan HP nya dan mengambil foto Kami yang lagi tidur. Dia senyum senyum sendiri dan duduk di sofa serta tiduran.