
Saat Aku hendak menanyakan berapa biaya Operasi dan RS nya sampai saat ini, Tapi Perawat itu tidak bisa memberikan berapa total biayanya saat ini karena dilarang pihak Keluarga pasien.
Aku langsung berpikir bahwa ini Angel yang menyatakan ke Perawat itu.
" Maaf Bu, Pihak keluarga tidak menginjinkan untuk memberi tahu berapa biaya RS Pasien. " katanya memberi penjelasan.
" Keluarga siapa iya ??? Saya juga keluarganya loh. "
" Maaf Bu, Saya bukannya tidak bisa memberi tahu Ibu untuk biaya RS nya tapi Kakak Pasien melarang untuk memberi tahu berapa biayanya selain sama Kakaknya itu. "
" Wah .... Trus sudah dibayar ???? "
" Belum Bu. info dari Keluarganya nanti siang ini akan segera dibayarkan. "
" Memangnya Mba tidak butuh untuk dibayar??? Saya ini keluarganya loh!! " bentakku sedikit kesal.
" Maaf Bu, Saya hanya menyampaikan info dari Kakaknya. "
" Oke oke ... Terima kasih iya Mba. " jawabku langsung mematikan teleponnya.
Aku sedikit kesal sih sama Perawat tadi, Iya Aku tahu bahwa info dari Angel bisa di kasih tahu. Tapi kan setidaknya Mereka butuh untuk pelunasan biaya RSnya.
Seharusnya Mereka tidak mau tahu mau itu Keluarganya atau tidak yang penting biaya RS Pasien lunas. Urusan Mereka Keluarga atau tidak, itu seharusnya bukan urusannya. pihak RS.
Aku tahu, Angel mungkin menyampaikan kepada pihak Perawat untuk tidak menerima uang biaya RS Adiknya. Aku juga masih kurang tahu alasan apa yang dibuat Angel agar Perawat itu tidak mau menerimanya.
" Wah ini gak benar ini .... " gerutu sambil mengotak atik HPku.
" Ann ... Sori ganggu lagi. Boleh gak Kamu tanyain biasa RS nya Adiknya Angel ke Perawat biar bisa Aku bayarin. Tadi Aku telepon katanya pihak Keluarga melarang Perawat itu untuk memberi tahuku. Kemungkinan Angel mengancam atau apa karena Perawat tadi tetap tidak mau memberitahu berapa total biayanya. Tolong iya Ann .... Thankyou sebelumnya. " isi chatku.
Aku langsung meletakkan HPku di meja dan mengelus tangannya yang melingkar di perutku. Aku mengelusnya dan perlahN mengarahkan kedua tangannya untuk menyentuh gunungku.
Aku melihatnya sudah mengenakan handuk. Saat Dia mulai menyentuhnya, Aku mengerang mengeluarkan suara suara khas.
Aku perlahan mengelus elus dengkulnya yang berbulu itu dan mulai bergerak sedikit cepat hingga mengarah ke handuknya itu.
Dia melakukan gerakan gerakan dan sentuhan sentuhan manja dengan kedua tangannya sambil mengarahkanku untuk duduk diatas kasur.
Dia lansung duduk dan mulai melakukan gerakan dan permainan yang jauh lebih mantap dari ronde pertama sama ronde yang sudah beberapa kali tadi.
Mengemut, menghisap seakan terbang bagai kupu kupu liar. Aku mengengangkat kepalaku sambil memejamkan mataku. Kurasakan sentuhan sentuhan manja darinya hingga akhirnya Aku melingkarkan kakiku di lehernya.
Permainan yang cukup mantap Dia lakukan agar Aku bisa mencapai puncak duniawi karena beberapa kali Aku sudah melakukan itu untukknya.
Mungkin Dia merasa bahwa Dia juga harus melakukan itu agar impas walau Dia membayarku untuk itu.
Nah ini yang Aku mau. Tidak berpikiran bahwa Dia sudah membayarku dan Aku harus memuaskannya. Tapi malah sebaliknya, Harus sama sama puas dan nikmat.
Baru kali ini Aku sama Bule yang memiliki badan besar dan kekar tapi itunya sedikit mini dibangdikan badannya yang kekar.
Tapi itu bukan jadi penghalang untuk bisa puas. Ternyata malah lucu dan mantap sekali dan ingin sekali membawanya pulang.
Senyum sumringah diwajahku terpancar karena kenikmatan yang Dia berikan.
Setiap bermain dengan beberapa Pria, Aku bisa menilai, Sifat dan kelakuan Mereka masing masing seperti apa karena perlakuan yang diberikan bisa mencerminkan kurang lebih sifat dari Mereka masing masing.