
Aku langsung membuka pintu ruanganku setelah menyapa Staff yang sudah datang.
Aku membuka jacketku dan menggantungkannya di kursiku dan langsung menyalakan Komputerku.
Aku melihat tumpukan dokumen dimejaku.
" Semangat Ranti ..... " gumamku mengepal tanganku memberi semangat untuk diriku sendiri.
Aku langsung mulai mengecek beberapa dokumen yang ada dimeja walau jam kerja belum mulai tapi Aku sudah melakukannya.
Tak lupa Aku pasang lagu untuk menemaniku kerja.
RR hampir setiap jam mengirim pesan dan kalau Aku balas lama, Dia langsung menelponku.
Dia selalu menanyakan apakah Aku sudah makan atau belum. Apakah Aku lapar atau capek ???
Aku terkadang ketawa sendiri baca pesan dari Dia. Hingga jam 12 teng, Aku langsung ngambil bekal makan siangku yang ada di laci meja kerjaku.
Aku mengeluarkannya lalu makan sembari bekerja. Aku ingin menyelesaikan semua dokumen yang ada dimejaku hari ini karena besok Aku libur.
RR ternyata keluar bersama Mami untuk makan siang. Mereka berdua makan disebuah restoran sekalian nongkrong disana. RR sengaja membawa laptopnya kesana agar bisa sembari bekerja.
RR menanyakan sama Mami tentang kehidupanku yang sebenarnya. RR penasaran siapa Aku.
Mami menceritakan semua yang Dia tahu bahwa Aku Seorang Anak tunggal yang ditinggal Mama Papa meninggal karena kecelakaan.
" Ranti tidak mencari Laki Laki kaya karena Dia sudah punya segalanya. Propertinya sangat banyak dikota ini bahkan saham milik Papanya juga hampir 50 persen di perusahaan terbesar dikota ini. Belum juga ditambah yang lain lain. Apalagi Butiknya yang Dia bangun sendiri semenjak Orang Tuanya meninggal sangat rame. Hanya saja Dia tidak mau menjalin hubungan dengan Laki Laki. Yang Dia cari hanya yang bisa memuaskannya saja. Aku juga tidak pernah terlalu bertanya kenapa dan alasannya apa karena itu haknya Dia. Tapi yang Aku lihat selama berteman sama Dia apalagi pas Dia yang kemarin sakit itu kayaknya Dia masih sangat terpukul atas kepergian Orang Tuanya walau sudah bertahun tahun lamanya. Tapi Dia Anak yang baik dan sangat tulus kalau berteman. " kata Mami.
" Info dari Bibi sih baru Kamu Laki Laki yang pernah Bibi lihat. Jadi kurang tau deh Aku. " jawab Mami sambil menyeruput kopinya.
" Aku takut Dia gak pernah menganggapku Mi .... " kata RR sedikit sedih.
" Gak.... Pasti Dia juga menyukaimu. Mungkin Dia masih belum sadar akan perasaannya. Buktinya Kalian selalu bersama. Bahkan Laki Laki kaya dan pemilik perusahaan juga ditolak sama Dia karena Dia tidak suka. Dia Ornagnya gitu Cin, Kalo tidak suka iya tidak suka. Dia tidak bisa pura pura menyukainya atau apa lah itu. Dia langsung to the point. Jadi pasti Kamu pemilik hatinya. " jawab Mami sambil main mata sama RR.
" Semoga iya Mi. Aku juga sangat berharap bisa bersamanya selamanya. Oh iya Mi ... minggu depan Aku balik nih, Aku juga belum ngomong sama Ranti. Rencana Kita mau liburan juga gak jadi jadi. Kemungkinan Aku lumayan lama baru kesini lagi. Dua bulan lagi kan ada acara ulang tahun perusahaanku yang di Kanada Mi, Aku berencana memesan tiket untuk Mami sama Ranti. Kira kira Dia mau gak iya Mi ???? "
" Wah .... Kalau itu Aku gak tau deh Cin ..... Gak bisa Aku pastiin. Coba Kamu ngomong baik baik sama Dia. "
" Aku takut Dia berpikir yang tidak tidak Mi. Aku gak mau Dia marah atau membenciku. "
" Gak lah .... Dia bukan kayak gitu kok. Kamu udah tau kan bagaimana hatinya Dia ??? Mungkin Dia kayak nge gas gitu karena Dia belum bisa mengenal perasaannya dengan baik. Lihat saja Kalau Dia bersamamu Dia selalu merasa tenang kan apalagi sudah bersandar dibahu Kamu, Kayaknya Dia tenaaang bangaaat .... Ihhh Aku jadi mau deh.... "jawab Mami centil membuat RR ketawa geli.
" Kalau misalnya Kau buat suprise gitu, mau gak Dia ya Mi ??? Jadi Mami akah yang ajak Dia ke Kanada dan Mami bilang kalau tikwt usah Mami beli. Nanti Kita ketemuan disana. "
" Udah udah .... itu gak bakalan berhasil. Kamu mending ngobrol sama Dia dan kasih tau semuanya. Daripada nanti Dia kesal kan ribet juga. Dia kalau A iya A, Keras kepala juga sih Dia itu. "
" Oke deh, Coba nanti Akau omongin ke Dia. "
" Ngomongnya pas setelah udah enak enak Cin .... Pas masih rebahan berdua dan pas baru kekuar, Nah baru deh kasih tau, Pasti Dia ngerti dan merasa bahwa Kamu itu emang tulus sama Dia. Bukan hanya karena enak enak doang .... "
" Wah .... Mami pengalaman sekali iya .... " jawab RR ketawa melihat Mami.
" Gini gini mah Mami luar biasa Cin ... " jawab Mami dengan menyilangkan kakinya.