Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 51


Aku menerima pesan dari Mami bahwa Dia lagi di bawah untuk makan setelah Aku mengirim pesan bahwa Aku mau nyampe disana.


Aku langsung menuju kesana dan turun di lobby dan Dia memarkir mobilnya di parkiran dulu baru nyusul.


Aku berjalan menuju restoran Hotel itu dan dari kejauhan Aku melihat Mami yang sedang menikmati makanannya dan membelakangi pintu masuk.


Perlahan Aku masuk dan menghampirinya secara diam diam. Aku meniup lehernya hingga Dia spontan merinding dan berteriak.


" Arrgghhh .... '' teriaknya spontan.


Aku langsung ketawa karena melihat tingkahnya yang lucu dan gerak geriknya saat berteriak. Dia langsung memukulku karena ketawa.


" Astaga .... Kamu iya!!! Buat Aku kaget deh .... " katanya dengan mata membelalak.


" Kaget apa yang lain ????? " godaku sambil main mata.


" Aaassshhhh .... Kamu mah selalu buat Aku gak bisa marah... Aku kaget tau!!! " cetusnya.


" Oh iya ???? kaget kenapa nih ???? " kataku sambil meneguk minumannya.


Dia langsung memukul tanganku " Plak.... Kamu iya... udah ninggalin dan gak ngasih kabar, dengan santainya masih bisa minum. "


" Astaga .... Aku lupa Mi. Maaf iya. " kataku menatapnya sambil mengerutkan keningku.


" Wah .., Aku sangat sakit hati.... " katanya manja.


" Hah ??? sakit hati ??? sama siapa Mi ??? " bisikku hingga Dia memukul tanganku lagi karena selalu bercanda.


" Awww... Sakit Mi. Liat tuh merah kan ??? Wahhh ini udah bisa Aku laporin Mami nih, kekerasan dalam pertemanan. "


Dia melirikku dengan sinis sambil manyun.


" Soriii Soriii Mami cantik. Aku lupa tau, Kemarin Aku ketiduran habis nonton. " kataku memegang tangannya."


" Kamu mah kalau udah sama Dia pasti lupa sama Aku. Udah hal biasa mah itu. "


" aduh duhhh duhh ..... cup cup cupp.... udah ah jangan marah... nanti keanggunan Mami jadi luntur loh... " kataku memujinya.


" Mana Dia ??? " tanyanya penasaran juga.


" Cie... penasaran juga nih Kamu???? Jangan jatuh cinta loh .... Nanti Kamu sakit hati. " kataku pelan mengedipkan mataku.


" Aarrrggghh .... jangan main mata samaku napa????? " katanya sambil mengelus kedua tangannya.


" Plak.... Udah ah .... Kamu mah bikin Aku takut arrghhh .... "


" Aduh .... Sakit woe .... Dasar banci kalengan. " cetusku.


Tidak lama kudian, Dia datang menghampiri Kami dan Aku melirik Mami sambil senyum karena Dia langsung mengatur posisi duduk dengan menyilangkan kakinya sambil menaruh tangan di atas kaki nya sembari menunjukkan jari lentiknya.


" Halo ... " sapanya sembari duduk disampingku.


" Haaaallooo.... " sapa Mami menebar pesona.


" Maaf iya, Dia lupa ngabarin Kamu semalam. Dia bersamaku. " katanya menatap Mami.


" Oooohhh oohhh tidak apa apa. Aku hanya khawatir sama Dia. " jawab Mami sambil menepuk nepuk kakinya.


Aku geleng geleng senyum melihat tingkah Mami. Aku membuka beberapa pesan sambil mendengar Mereka berdua berbicara sembari senyum senyum sendiri.


Tiba tiba tidak ada hujan atau angin, Agus menelponku padahal Aku sudah mengabaikan pesan dan telepon dari Dia selama ini. Tapi hari ini Dia mencoba menelponku kembali.


" Halo ... " kataku.


" Halooo Ran .... Gimana kabarnya ??? lagi sibukkah ??? berkali - kali Aku telepon dan chat tidak ada respon. hehehe.... "


" Oh iya, Maaf iya Aku memang belakangan ini sangat sibuk bangat dan tidak sempat untuk balas chat. " jawabku dengan cetus.


" Omaigat .... Aku langsung sakit hati nih .... "


" Maaf iya tapi Aku memang begitu loh Pak. "


" Jadi gak bisa kenalan dan ngajak keluar nih Aku??? "


" Maaf iya. Mmaaaff bangat. Aku gak bisa Pak. Maaf kalau lancang bicaranya sama Bapak Agus. Dan ini emang harus diluruskan biar Bapak juga gak buang - buang waktu toh .... ''


" Astaga.... Aku patah hati nih. "


" Maaf iya Pak. Semoga Bapak bisa menemukan Teman yang bisa Bapak ajak untuk hang out maupun yang lainnya. " cetusku lalu menutup panggilan itu.


Mami dan Dia menatapku dengan mata membelalak.


Aku sontak nyengir gak jelas.