
Setelah perjalanan cukup melelahkan akhirnya Kami tiba di Bandara Soeta. Kami langsung naik taksi ke rumah karena tidak ada yang jemput.
" Sayang .... Malam ini Aku nginap di rumah Kamu iya ???? Besok Aku baru ke Hotel. Sekalian jadi kan Kamu ngurut ??? Biar Aku temani. " kata RR minta ijin karena Dia tau, Aku tidak suka Orang Lain bertamu dirumahku walau Dia sudah menjadi Kekasihku tapi Dia minta ijin dulu.
" Iya iya. Mami juga dirumah ajah iya .... " kataku sambil menelpon tukang urut langganan.
" Iya iya. "
Kakiku makin kram karena jatuh kemarin itu. Mami dan RR juga tidak mau Aku kenapa napa makanya langsung dipaksa ngurut walau Aku sebenarnya rada malas.
Tapi Aku langsung nurut saja apalagi Lututku yang biru, Soalnya mempengaruhi ke jalan dan kaki juga.
Sampai dirumah juga setelah melalui macetnya ibukota. Kemungkinan karena pagi juga jadi para Orang Orang lagi berangkat kerja makanya macet. Untung saja juga sampai di Jakarta pagi.
Seperti biasa, Bibi menyambut Kami dirumah. Aku langsung memeluknya karena kangen. Bibi yang melihat Kakiku langsung panik.
" Non, Kaki Kamu kenapa itu ??? " tanyanya dengan sedikit khawatir setelah Aku melepaskan pelukanku.
" Jatuh Bi di kamar mandi pas mau mandi. Hehehehe .... Tapi gak apa apa kok ... " kataku senyum sambil memegang tangan Bibi.
" Astaga Non .... Hati hati ....Apa kamar mandinya licin ???? "
" Gak. Aku nya ajah yang gak hati hati Bi. Tapi Aku kangen bangat nih sama Bibi.... " kataku menyenderkan kepalaku di pundaknya dengan senyum.
Bibi senyum dan mengelus rambutku sementara Mami dan RR hanya senyum menatap Kami saling melepas rindu. Mami dan RR mengerti karena Aku hanya memiliki Bibi jadi wajar Aku kangen sama Bibi.
" Halo Nak .... Mari mari silahkan masuk. Maaf iya sudah lama berdiri, Heheheh .... " kata Bibi menyapa Mereka.
" Selow Bi. Hehehehe .... " jawan Mami.
" Halo Bi .... " sapa RR.
" Wah .... Akhirnya Kita ketemu lagi iya Nak ... Apa kabar ???? Kamu juga apa kabar ??? " tanya Mami dan bertanya sama Mereka berdua.
" Baik Bi. "
" Baik Bi."
Kami langsung masuk kerumah dengan membawa semua koper yang ada di depan gerbang. Beberapa kali RR membantu bolak balik.
Kami langsung ke ruang tamu dan duduk disana sementara Bibi langsung menyiapkan minuman dingin untuk Kami.
Sambil istirahat, Mami langsung menyalakan TV yang ada disana dan menonton.
RR yang sudah kecapean meregangkan kepalanya di sofa sambil memejamkan kepalanya.
" Sayang, Mau tidur di kamar gak ??? " tanyaku sama RR.
" Gak gak .... Aku disini ajah.... Nanti ajah kalau mau tidur baru kesana. '' jawab RR.
" Gak mau ganti baju dulu atau mandi biar segar ???? Mami juga ???? " kataku.
" Bentar lagi ajah kalau Mami. "
" Kamu Yang ??? "
" Iya udah Aku mandi dulu iya, Bibi hdah bikinin minuman tuh .... Aku mandinya bentar doang kok ... " kataku.
" Iya iya. "
Aku langsung naik keatas dan memegang tiang tangganya karna melangkah ke atas rada sakit. Aku tidak tau ternyata RR mengikutiku dari belakang.
" Nah kan, Kamu sakit tuh kalau naik tangga. Sini Aku bantu .... " Dia langsung menggendongku naik tangga ke atas.
" Hei .... Aku jalan ajah .... " kataku melihatnya.
" Udah diam deh. Jangan bawel, Kapan Kamu mau sampai diatas kalau gitu ???? Gimana, Tukang urutnya udah ngabarin Kamu belum jam berapa Dia datangnya .... "
" Tapi Kamu capek Sayang .... Oh iya, bentar lagi mungkin mau datang. Nanti habis diurut biar langsung tidur dulu Akunya. Kamu mau diurut juga gak ??? Biar badannya enakan. Mbok nya ngurut enak Yang ..... " kataku.
" Kalau buat Kamu, Aku gak pernah capek .... Boleh tuh, Tapi Aku maunya punggung ajah yang diurut. "
" Iya udah gak apa apa. "
Sampai di atas, Aku langsung minta turun dan berjalan menuju kamarku. Dia mengantarku sampai ke dalam kamar lalu Dia turun.
" Aku turun dulu iya Sayang .... Nanti kalau udah panggil ajah iya ... " kata RR.
" Iya iya. " jawabku.
Dia langsung turun sementara Aku langsung ke kamar mandi untuk mandi dan bersih bersih karena mungkin tukang urutnya sudah di jalan.
Untung saja besok masih libur kantor, Jadi Aku bisa istirahat di rumah dulu. Tidak lama setelah Aku selesai mandi, Aku langsing turun dan tidak memanggil RR.
Aku bisa turun dengan pelan walau sedikit sakit dan lebih sakit pas naik tadi makanya Aku tidak memanggil RR untuk memapahku.
" Kok Kamu tidak memanggilku Yang ??? " tanya RR yang melihat Aku sudah berjalan ke arah Mereka.
" Aku bisa turun, Hehehe ... "
" Tukang urutnya sudah datang tuh Cin ...
Ada didepan sama Bibi. "
Aku langsung memanggilnya masuk. Bibi langsung menyiapkan kasur lipat di ruang tamu. RR langsung membantu Bibi saat melihat Bibi mengangkatnya.
Aku langsung tiduran disana karena Mboknya hanya mengurut kaki dan punggungku saja. Jadi tidak harus dikamar atau melepas semua pakaian. Karena Aku juga sengaja pakai baju setelan celana pendek diatas lulut supaya tidak ribet.
Sambil Mboknya mulai mengurutku, Aku menyuruh RR menelpon Rein untuk mengabarinya bahwa Kami sudah sampai. Mami dan RR juga lupa karena mungkin saking capeknya.
" Kayaknya Mami juga mau lah diurut .... Badan Mami pegal juga nih ..... " kata Mami.
" Iya Mi sekalian saja. " jawab RR.
" Mami mau diurut yang mana nih ???? " godaku senyum sambil nonton.
" Mau nya sih itu Cin ...... Hahahaha .... "
" Hahahahahah .... dasar ...."