
Malam Pertama
Aku berbalik badan hingga menatapnya dan mulai melepas jas serta kemejanya perlahan. Permaianan Kami malam ini sangat santai dan selow. Tidak ada yang dikejar, karena semua sudah di depan mata. Tinggal lakukan kalau lagi mau dan ingin.
Aku meraba dan meremas sedikit keras dada RR yang begitu kekar dan berbulu itu. Aku memainkan tanganku didada miliknya yang sangat menggoda itu. Membuatnya bergeliat saat Aku memainkannya. Rasa capek dan ngantuk serta lelah itu seketika menjadi tenaga untuk saling memadu kasih, saling memuaskan satu sama lain malam ini.
Tangan RR mulai bergerak melepas semua yang Aku gunakan hingga benar benar sudah tidak ada lagi yang menempel di tubuhku.
Tubuh indahku itu, Dia nikmati setiap sudut tanpa terlewatkan. Ciuman demi ciuman Dia daratkan di semua tubuhku. Aku yang tak kalah juga melepas semua pakaian yang Dia gunakan hingga Kami benar benar tidak mengenakan apapun itu yang menutupi tubuh Kami.
Aku melihat miliknya sudah sangat tegang dan siap untuk menerkam. Aku tidak mau langsung to the point, sama seperti Dia. Kami mulai pemanasan dulu dari hal hal kecil yang bisa menimbulkan semangat membara untuk Kami berdua.
Dia menuntunku untuk duduk di tepi ranjang. Aku menggesek gesekkan gunungku ke dadanya dengan mengeluarkan suara suara ******* yang begitu indah. Aku mendesah hebat saat Dia mencium dan sedikit ******* gunung kembarku.
Aku menjambak rambutnya saat Dia sudah mulai memainkan tangannya di atas perutku hingga ke area itu.
" Aaaaa .... Sayang ..... Auuu , hemm .... "
Aku mengigit bibirku saat Dia mulai menyibak areaku itu.
Rasa nyut nyutan semakin jelas dan minta ingin di manja dan di lahap langsung.
" Mau langsung apa Kita istirahat dulu, Sayang ??? " tanya RR mengecup bibirku sedikit lebih lama.
" Terserah Kamu. " jawabku senyum.
" Bukannya Aku harus melayanimu ??? " tanyaku menggodanya membuat Dia langsung bereaksi dan langsung menerkamnya.
Dia mulai menggenggam tanganku erat dan mulai melakukan ayunan demi ayunan untuk menyatukannya.
Malam ini lebih nikmat dam bahagia daripada malam malam sebelumnya saat Kami melakukan itu. Entah kenapa malam ini, Malam yang penuh sensasi dan perasaan yang berbeda saat Kami melakukan itu.
Ada rasa di hati yang tidak bisa dijelaskan dan diungkapkan dengan kata kata. Semua terlalu indah.
Aku langsung mengambil alih saat RR sudah mulai merasa kelelahan. Aku benar benar membuat Dia merasakan lebih indah dari malam malam sebelumnya. Dia begitu menikmatinya sampai tidak bisa berkata kata lagi dan yang hanya keluar dari mulut hanya ******* ******* saja.
Kami berdua benar benar tidak mau melewatkan malam ini begitu saja. Setelah beberapa kali mencapai puncak kenikmatan itu, Kami memilih untuk beristirahat sejenak dan saling melepas rasa lelah dengan senyum dan penuh bahagia. Aku melihat ada tetesan air mata dari mata RR saat Dia menatapku dengan senyum. Aku mengelus lembut pipinya dan masih tidak menyangka bahwa Aku sudah sah menjadi Istrinya.
" Aku merasa masih seperti mimpi, Sayang .... Akhirnya mulai malam ini dan seterusnya Kamu akan berada dan selalu disampingku sampai selamanya, Tak henti hentinya Aku mengucap syukur dan berterima kasih sama yang Diatas karena telah mengabulkan setiap doa doaku untukmu. Terima kasih, Terima kasih, Sayang ..... Mari selalu bergandengan tangan. Apapun yang terjadi, Aku akan selalu berada disampingmu. "
" Terima kasih telah mencintaiku begitu tulus." kataku pelan sambil mengelus pipinya.
" Aku yang berterima kasih dan beruntung karena telah mendapatkan Kamu di dalam hodupku. Kamu segalanya bagiku. " jawabnya sambil mengecup keningku.
Aku memeluknya dengan erat.
Ketulusan cinta dan kasih sayang tidak dapat dilihat atau didengar, tetapi hanya bisa dirasakan dengan hati.