Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu
Episode 165


3 Hari sudah, Aku benar benar istirahat di rumah setelah balik dari Rumah Sakit. Beberapa pekerjaan Butik, Aku cek dari rumah. Tapi untuk pekerjaan kantor, Aku benar benar tidak.


Beberapa pendingan produksi model baru di perusahaan Agus juga masih belum selesai karena Aku belum kesana untuk mengecek hasil sample pertamanya.


Agus selalu menelponku untuk menanyakan kabarku walau terkadang Aku sudah mengabaikan panggilan darinya.


Selama dirumah, Beberapa parcel buah dan makanan masih terus ada dari teman temanku.


Pagi ini, Rencanaku akan bernagkat ke kantor. Seperti biasa dan tidak lupa, Aku selalu menyempatkan Olahraga dulu walau hanya sebentar saja.


Aku turun dan sarapan serta membawa tasku agar nanti habis makan bisa langsung pergi.


Bibi sudah menyiapkan beberapa bekal buah dan makanan untuk Aku bawa ke Kantor.


Hari ini Aku benar benar bawa bekal ke kantor karena Bibi sudah menyiapkannya dimeja.


Aku juga menolak tidak bisa karena sudah disiapkan.


Setelah makan pagi, Aku pamit ke Bibi untuk berangkat kerja dan Karyawan Butikku juga sudah pada jalan.


Aku berjalan ke garasi mobil yang berada di depan rumah dan kaget melihat ada mobil parkir persis di depan gerbang. Aku penasaran dan mengintip ke arah gerbang itu tapi tidak kelihatan.


Akhirnya Aku berjalan kesana dan membuka gerbang dan Aku kaget melihat ternyata itu mobil RR.


" Pagi Yang .... " sapanya dari dalam mobil.


" Astaga .... Aish .... Ngapain Yang ???? " tanyaku kaget yang tiba tiba Dia sudah ada disini tanpa memberi tahuku dulu.


" Aku antar Kamu ke kantor iya .... Hehehe .... " jawabnya dengan senyum indahnya membuatku jadi gak bisa marah.


" Kenapa Kamu gak ngabari Yang ???? " kataku sambil masuk.


" Kalau ngabarin pasti Kamu gak bakalan mau dijemput kan ?.... Aku udah tahu Kamu. " jawabnya menatapku sambil mengelus tanganku.


" Iya tapi kan setidaknya kasih tau kalau udah didepan, Nanti dikira Orang Aku sengaja yang mau ngajak Kamu masuk ke rumah. Pasti ini Bibi tau kan ???? " tatapku dengan nada kesal.


" Hehehe .... Jangan marah sama Bibi iya. Aku yang bilang ke Bibi biar gak dikasih tahu Kamu. " jawabnya mengelus rambutku.


" Lain kali kalau Kamu bawa bawa Bibi lagi, Aku gak mau ketemu sama Kamu iya !!!! Mau Kamu jungkir balik atau apa, Aku bodoh amat. " ancamku menatapnya kesal karena Aku tidak mau Keluarga atau terkhusu Orang rumah dibawa bawa.


" Iya Yang .... Maaf iya. "


" Iya iya .... Iya udah hayuk jalan .... "


" Siap Nona. "


" Kamu gak kerja Yang ???? Kamu udah makan belum ??? " kataku melihatnya.


" Aku nanti dari hotel ajah kerjanya Yang .... Udah tadi breakfast. " jawabnya senyum.


Aku langsung membuka biah yang di bekalin Bibi dan menyuapinya.


" Aaa Yang .... " kataku sambil memberikan buah yang sudah Aku sendok pake garpu.


" Habisin iya Yang .... " kataku senyum melihatnya.


" Bukannya itu dibutun Bibi buat Kamu Yang ???? "


" Iya. Tapi itu banyak Yang .... Gimana Aku mau ngabisinnya. Makan siangku juga udah dibuatin. " kataku mayun mengerutkan keningku.


" Iya gak apa apa Yang .... Kamu makan ajah sambil kerja. Itu Bibi kan karena perhatian sama Kamu makanya Dia rela buatin bekal buat Kamu. Oh iya Kamu jangan ngopi dulu iya .... " katanya menatapku.


" Padahal Aku mau beli yang disamping kantor itu Yang .... Gak apa apa kali Yang .... "


" Gak boleh. Beli itu ajah nanti jangan yang kopi. Hhhmmm ???? " katanya mengwlus rambutku sambil menatapku.


" Nanti Aku lihat iya. "


" Oh iya, yang kemarin datang ke Rumah Sakit itu, Dia Atasan Kamu iya ???? " lirikknya kearahku.


" Hhmm... " anggukku.


" Ohh .... "


" Kenapa Yang ????? "


" Gak apa apa. Tumben ajah gitu Seorang atasan langsung menjenguk bawahannya. Apa karena Aku kurang perhatian sama Bawahan iya ???? " liriknya melihatku.


" Aku juga gak tau deh. Maybe tergantung Orangnya kali Yang .... Siapa tau Pak Steve emang seperti itu. Soalnya Dia juga baru bergabung di kantor. "


" Oh iya ???? Emang sebelumnya dimana ??? Pantasan bahasanya masih kayak belum fasih gitu. "


" Pemilik perusahaanku Orang Inggris Sayang .... Nah yang handle disini itu Pak Andrew Papanya Steve.Pak Steve itu handle perusahaannya yang di Inggris Yang .... Baru juga bergabung disini beberapa minggu yang lalu. Dan Aku juga baru pertama ketemu pas Visit ke bagian produksi dan ternyata Pak Steve baru datang liburan kesini jadi sekalian diajak sama Pak Andrew ke bagian Produksi. Nah setelah itu tiba tiba Dia bergabung disini. " jawabku santai sambil melihat RR.


" Tapi kayaknya Dia suka sama Kamu deh Yang .... " kata RR berterus terang.


" Tapi Aku gak suka. " jawabku langsung tanpa berpikir dan melihat RR.


" Kalo Kamu gak suka bialng ajah langsung Yang .... Biar Dia juga gak mengganggu Kamu atau mengharap sesuatu dari Kamu. " kata RR menasihatiku sambil memegang tanganku.


" Apa yang mau Aku jawab kalau Dia gak ngomong apa apa ???? Pede sekali Aku langsung bilang tidak suka sama Dia padahal Dia juga tidak ada ngomong soal perasaan ke Aku. Aku juga pasti ngomong kalo Aku gak suka iya gak suka !!! " tatapku sedikit kesal.


" Udah udah .... janga marah marah ah .... " elus RR dipipiku


Setelah perkara membahas Pak Stev, Akhirnya sampai juga di lobby kantor. Sebelum turun Aku masih menyuapi RR karena tinggal dikit lagi di box lunchku.


" Kamu mau kerja kan Yang ??? Langsung balik ajah ke hotel iya .... " kataku melihatnya.


" Iya Sayang .... "


" Iya udah Aku naik iya .... Kamu hati hati .... Muachhh ... " Aku mencium pipinya RR tapi Dia langsung memegang leherku dan mengecup mesra bibirku hingga Aku melepaskan tanganku dari pintu mobil yang hendak Aku buka.


Aku memejamkan mataku sembari membalas kecupan RR. Beberapa menit Kami bercumbu mesra di mobil dan utnung saja kaca mobilnya tidak transparan sehingga tidak terlihat dari luar.


Setelah itu, Aku langsung keluar dan berjalan masuk ke dalam gedung itu. Sementara RR langsung meninggalkan lobby dan pulang.